<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelangi Di Seberang Mentari &#187; mitos</title>
	<atom:link href="http://pelangiku.com/tag/mitos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pelangiku.com</link>
	<description>Untaian warna-warni menghiasi bentangan kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Oct 2010 11:13:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mata Kita, Jendela Hati</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/04/mata-kita-jendela-hati/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/04/mata-kita-jendela-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 14:26:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[diet]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Sayangnya nggak seperti kulit wajah dan rambut yang perawatannya sangat kita perhatikan (buktinya: sering ke salon!), untuk urusan mata kita agak cuek. Selama masih bisa dipakai melihat dan nggak terasa sakit, kita menyimpulkan keadaan mata baik-baik saja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_189" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://matakita,jendelahati"><img class="size-full wp-image-189" title="mata02" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/04/mata02.jpg" alt="mata kelly" width="225" height="244" /></a><p class="wp-caption-text">mata kelly</p></div>
<p>Tanpa mata, kita nggak bisa melihat apa pun di sekitar. Untuk menonton TV, nyetir mobil, baca novel favorit, hingga memilih warna baju, butuh mata. Sayangnya nggak seperti kulit wajah dan rambut yang perawatannya sangat kita perhatikan (buktinya: sering ke salon!), untuk urusan mata kita agak cuek. Selama masih bisa dipakai melihat dan nggak terasa sakit, kita menyimpulkan keadaan mata baik-baik saja.</p>
<p>Padahal, sama seperti bagian tubuh lain, mata dapat terkena gangguan dan masalah. Makanya, menjaga kesehatan mata, suatu keharusan, tuh! Nggak mau, kan, ketinggalan sale gara-gara mata kita nggak bisa membaca pengumumannya&#8230;.</p>
<h2>Multifaktor</h2>
<p>Gangguan pada mata dapat terjadi karena banyak hal. Yang pertama adalah faktor usia. Di usia kita, lensa mata masih bersifat elastis, kenyal, dan jernih. Tapi semakin bertambah usia, biasanya di usia 40 tahun, mulai terjadi proses degenerasi, sehingga kemampuan akomodasi mengalami penurunan.</p>
<p>Di usia lanjut, kemunduran kejernihan lensa juga sering terjadi. Setelah puluhan tahun digunakan, inti lensa mata yang semula elastis menjadi kaku akibat diselimuti puluhan lapis sel. Pada satu saat, tercapailah titik jenuh, di mana inti lensa yang terdesak akan kehilangan elastisitas, mengeras, dan menjadi keruh. Kondisi inilah yang biasa disebut katarak.</p>
<p><span id="more-184"></span>Selain usia, kesehatan mata dipengaruhi lingkungan sekitar, misalnya radiasi sinar matahari. Begitu juga kebiasaan kita sehari-hari, misalnya terlalu lama di depan komputer, membaca buku dengan pencahayaan minim, maupun nonton televisi dengan jarak nggak sesuai.</p>
<p>Mata juga bisa mengalami gangguan akibat kontaminasi zat asing, misalnya kelilipan debu dan terciprat air kotor. Meski penyebabnya sepele dan paling banter hanya menimbulkan rasa perih, nggak tertutup kemungkinan timbul gangguan lain yang lebih serius.</p>
<h2>Red alert!</h2>
<p>Salah satu gejala adanya gangguan pada mata adalah mata merah. Mata merah bisa jadi merupakan gejala adanya infeksi di dalam mata, meski bisa juga hanya gangguan mata ringan, misalnya iritasi.</p>
<p>Gangguan mata bisa dianggap ringan bila nggak menggangu penglihatan. Biasanya, hanya mengenai bagian mata luar, tepatnya di bagian putihnya saja. Sebaliknya bila kelopak mata bagian dalam juga memerah, biasanya tanda terjadi infeksi. Apalagi, kalau kualitas penglihatan kita juga menurun.</p>
<p>Saat mata merah, mayoritas dari kita lebih memilih menggunakan obat tetes mata yang dijual di pasaran dibanding cek ke dokter. Hal itu nggak jadi masalah, asal kita memilih obat tetes yang memang fungsinya sesuai. Soalnya, komposisi tetes mata yang ada di pasaran belum tentu sama.</p>
<p>Ada obat tetes yang fungsinya sekadar meredakan mata merah yang disebabkan iritasi ringan, mengandung antibiotik dan berfungsi mengu-rangi glukoma, ada juga yang mengandung steroid untuk menyembuhkan radang.</p>
<p>Karena itu, jangan ikut-ikutan orang lain yang pakai produk tertentu dan percaya produk tersebut ampuh hanya karena mata mereka sembuh. Bisa jadi, gangguan yang kita alami berbeda.</p>
<p>Kita sangat nggak dianjurkan memakai obat tetes mata mengandung <a title="wiki steroid" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Steroid" target="_blank">steroid</a> tanpa rekomendasi dokter. Soalnya, nih, meski tetes mata jenis ini paling cepat bikin mata terasa nyaman, nggak semua penyakit mata butuh steroid.</p>
<p>Pada kasus virus, kuman, maupun jamur, pemberian steroid justru berbahaya karena kuman akan cepat berkembang. Bahkan bila diberikan terlalu lama, bisa menimbulkan efek samping jangka panjang, seperti <a title="katarak" href="http://www.klinikmatanusantara.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=32&amp;Itemid=9" target="_blank">katarak</a> dan glaukoma.</p>
<p>Lain lagi dengan air mata buatan. Obat ringan ini tergolong aman karena fungsinya sebatas membasahi bola mata kering, misalnya karena kelamaan berada di ruang ber-AC seperti di kantor. Meski nggak banyak efek samping, sebaiknya, sih, nggak dipakai secara berlebihan. Bagaimanapun, segala yang berlebihan hasilnya nggak baik.</p>
<h2>Mitos vs Fakta</h2>
<p>Ada beberapa mitos soal rabun jauh yang biasa kita dengar (dan kita percaya!). Padahal, belum tentu benar, tuh!</p>
<p><strong>Mitos</strong> : Melihat laut dan pemandangan hijau dapat menyembuhkan<br />
rabun jauh.</p>
<p><strong>Fakta</strong> : seperti otot lain di tubuh, otot mata perlu relaksasi. Bagi kita yang hidup di tengah hiruk-pikuk perkotaan, melihat pemandangan indah akan &#8216;mengistirahatkan&#8217; mata. Begitu juga melihat cowok ganteng, hi hi hi. Tapi, hat itu nggak ada hubungannya dengan menyembuhkan mata minus. Justru, mereka yang hidup di kawasan pesisir, seperti nelayan, kemungkinan terkena katarak tebih besar, akibat keseringan bergaul dengan sinar UV.</p>
<p><strong>Mitos</strong> : Kacamata harus dipakai terus supaya minus mata nggak bertambah.</p>
<p><strong>Fakta</strong> : Kecuali si individu memiliki kebiasaan beresiko menambah kerusakan, membaca dalam gelap misalnya, minus mata cenderung stabil setelah usia 18 tahun. Lain halnya bila masih berada di usia pertumbuhan, karena bola mata akan berkembang seiring pertambahan usia. Jadi kalau pada usia delapan tahun mata sudah mencapai minus dua, seiring pertambahan usia, minus akan semakin besar karena jarak retina ke lensa makin panjang.</p>
<h2>Mata Kena Stroke ?</h2>
<p>Jika selama ini kita mengenal stroke yang menyerang pembuluh darah otak dan menyebabkan kelumpuhan sebagian anggota tubuh, ternyata ada juga stroke mata.</p>
<p>Stroke mata adalah sumbatan mendadak pada pembuluh darah mata, tepatnya pada pembuluh arteri dan vena retina, serta lapisan dalam retina. Gejala awal stroke mata mudah dikenali, yaitu penglihatan mendadak kabur dan gelap.</p>
<p>Stroke mata bisa merusak saraf mata, bahkan menyebabkan kebutaan, bila nggak segera ditangani, terutama pada sumbatan di arteri pusat. Setidaknya dalam waktu 100 menit sejak terjadi sumbatan, harus segera ditangani agar saraf mata nggak rusak.</p>
<p>Ada beberapa faktor penyebab stroke mata, di antaranya diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gangguan katup jantung, gangguan pembekuan darah, dan faktor lain seperti kebiasaan merokok, obesitas, dan kurang olahraga.</p>
<p>Saiah satu cara paling ampuh untuk menekan risiko adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya, nih, dengan menjaga berat badan di angka ideal, dan tentu saja berolahraga dengan teratur. Gampang kan ?</p>
<h2>Makan Tepat, Mata Sehat</h2>
<div id="attachment_192" class="wp-caption alignright" style="width: 180px"><a href="http://www.bonuspulsa.com/?ref=8634"><img class="size-full wp-image-192 " title="sayur dan buah" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/04/sayurbuah02.jpg" alt="sayur dan buah" width="170" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">sayur dan buah</p></div>
<p>Pepatah yang bilang lebih baik mencegah daripada mengobati nggak pernah basi. Daripada mata telanjur rusak dan butuh operasi yang pasti menguras tabungan, mendingan jaga kesehatan mata dari sekarang. Jadi pas tua nanti, kerusakannya nggak parah-parah amat.</p>
<p> </p>
<p>Dari segi makanan, pilih yang baik untuk kesehatan mata. Bukan hanya yang mengandung vitamin dan mineral, tapi juga mengandung senyawa karotenoid. Senyawa ini memiliki kemampuan melindungi mata.</p>
<p>Karotenoid banyak ditemui pada sayuran dan buah berwarna kuning, oranye, hijau, maupun merah seperti wortel, mangga, brokoli, tomat, jagung, hingga semangka.</p>
<p>Selain memikirkan asupan gizi, kebiasaan sehari-hari perlu diperhatikan. Saat membaca buku, misalnya, jangan lupa perhatikan pencahayaan. Suasana yang terlalu gelap dan remang membuat otot mata perlu bekerja lebih keras, sehingga gampang menimbulkan kelelahan.</p>
<p>Begitu pula saat di depan komputer. Setelah dua jam terus-terusan menatap layar, istirahatkan mata dengan memandang obyek yang jaraknya jauh. Cukup sekitar 15 menit, setelah itu bisa lanjut menatap komputer lagi.</p>
<p>Bermodal mata sehat, kita bakal bisa terus melihat indahnya dunia tanpa halangan. Mau, kan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/04/mata-kita-jendela-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

