<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelangi Di Seberang Mentari &#187; lingkungan</title>
	<atom:link href="http://pelangiku.com/tag/lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pelangiku.com</link>
	<description>Untaian warna-warni menghiasi bentangan kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Oct 2010 11:13:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Transportasi Umum</title>
		<link>http://pelangiku.com/2010/09/transportasi-umum/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2010/09/transportasi-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 07:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Sopir ugal-ugalan dan ngetem seenaknya saja, interior bus/angkot yang nggak terawat, sampai pengemis yang setengah menodong bikin kita makin nggak betah (tapi terpaksa) menggunakan fasilitas ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_681" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://identifyfish.blogspot.com/2010/09/lane-snapper.html"><img class="size-full wp-image-681" title="kereta listrik" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/09/kereta-listrik.jpg" alt="kereta listrik" width="230" height="176" /></a><p class="wp-caption-text">kereta listrik</p></div>
<p>Pesawat jatuh, kereta api anjlok dan keluar dari rel, bus masuk jurang, kapal laut tenggelam&#8230; rasanya, nih, telinga kita makin &#8216;terbiasa&#8217; dengan banyaknya berita kecelakaan transportasi. Yang menyedihkan, sudah banyak jatuh korban luka ringan sampai meninggal, <a title="Gimana Agar Kondisi Tetap Prima ?" href="http://mediasehat.com/tanyajawab317" target="_blank">kondisi</a> transportasi di Indonesia tampaknya belum juga menunjukkan perbaikan.</p>
<p>Nggak hanya ancaman keselamatan, kita sebagai penumpang sering kali merasa tidak nyaman saat menggunakan alat transportasi umum. Sopir ugal-ugalan dan ngetem seenaknya saja, interior bus/angkot yang nggak terawat, sampai pengemis yang setengah menodong bikin kita makin nggak betah (tapi terpaksa) menggunakan fasilitas ini.</p>
<p>Jadi membandingkan, nih, kapan, ya kita bisa menikmati kereta cepat atau bus yang bersih, tepat waktu, dan aman seperti negara maju?<br />
<span id="more-680"></span></p>
<h2>Kenyamanan Diabaikan</h2>
<p>Mengurai <a title="masalah-masalah sepele dalam pekerjaan dan cara mengatasinya" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/masalah-masalah-sepele-dalam-pekerjaan.html" target="_blank">masalah</a> transportasi ibarat mengurai benang kusut. Soalnya ada banyak pihak yang berkepentingan dalam masalah ini: pemerintah, operator (perusahaan pemilik bus, maskapai penerbangan), pengelola (bandara, terminal), hingga masyarakat sebagai pengguna.</p>
<div id="attachment_682" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://identifyfish.blogspot.com/2010/09/spadefish.html"><img class="size-full wp-image-682" title="bis kopaja" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/09/kopaja01.jpg" alt="bis kopaja" width="230" height="154" /></a><p class="wp-caption-text">bis kopaja</p></div>
<p>Sebagai konsumen, kita, sih, pengen mendapatkan hak dasar kita yaitu keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Dari berbagai kasus, nggak dipungkiri jika ada sejumlah operator yang mengesampingkan tiga unsur tersebut demi mendapatkan keuntungan bisnis maksimal. Contoh gampangnya: asap yang dikeluarkan dari knalpot kendaraan umum jarang banget ada yang bersih &#8211; yang ada malah hitam dan menyumbang polusi ke udara!</p>
<h2>Setoran Dulu, Nih&#8230;</h2>
<p>Bisa jadi, kondisi nggak karuan ini terjadi sebagai dampak atas sistem setoran yang diterapkan. Sistem setoran mewajibkan sopir dan kenek untuk membayar sejumlah uang atas pekerjaannya menjalankan armada transportasi. Tentu saja, ini memberi beban pada sopir. Karena jika setoran kurang, maka sopirlah yang harus menanggung kekurangannya.</p>
<p>Dengan sistem semacam ini, nggak heran jika sopir membawa angkot atau bus secara ugal-ugalan. Soalnya, mereka harus berkompetisi dengan armada sejenis untuk mendapat penumpang dan laba sebanyak-banyaknya, sehingga akhirnya nggak mempedulikan keselamatan maupun kenyamanan penumpang.</p>
<p>Mau mengganti sistem setoran dengan sistem gaji? Nggak semudah itu. Perusahaan tentu berusaha mencari untung dengan meminimalkan risiko rugi karena dengan setoran mereka sudah mendapatkan pemasukan lebih pasti.</p>
<div id="attachment_683" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://identifyfish.blogspot.com/2010/09/surfperch.html"><img class="size-full wp-image-683" title="transjakarta" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/09/transjakarta05.jpg" alt="transjakarta" width="230" height="213" /></a><p class="wp-caption-text">transjakarta</p></div>
<h2>Peran Kita</h2>
<p>Jangan cuma bisa protes terhadap kondisi angkutan umum. Introspeksi juga, dong, siapa tahu kita ikut menyumbang peranan terhadap ketidaknyamanan bertransportasi. Kita menyetop bus atau angkot di sembarang tempat, ikutan buang sampah di bus, atau nekat masuk ke bus yang sudah penuh. Kalau sudah begini, mana nyamannya&#8230;.</p>
<p>Sebagai pengguna kendaraan pribadi, kita bisa dianggap sebagai &#8216;penyumbang&#8217; ketidaknyamanan pengguna alat transportasi umum. Daripada macet di jalur biasa, kita beralih ke jalur khusus bus yang kosong melompong. Akhirnya? Makin macet, deh! Selama kita masih nggak disiplin, sampai kapan pun kita nggak akan pernah punya transportasi yang bisa diandalkan.</p>
<h2>Aman Di Jalan</h2>
<p>Saat naik kendaraan umum, sayangnya saat ini kita nggak bisa mengandalkan sopir atau kenek untuk menjaga keamanan. Biar nggak jadi korban kejahatan, jangan:</p>
<ul>
<li><strong>Menerima makanan/minuman dari orang asing</strong>.<br />
Takutnya, nih, makanan/minuman sudah diberi obat bius/tidur yang membuat kita kehilangan kesadaran, sehingga pelaku bebas mengambil barang kita.</li>
<li><strong>Meletakkan ponsel di saku belakang celana</strong>.<br />
Dalam kondisi berdesak-desakan, ponsel kita akan mudah berpindah tangan ke pencopet.</li>
<li><strong>Menghitung uang yang baru aja kita ambil dari ATM</strong>.<br />
Meski tadinya nggak ada niat merampok, bisa jadi pelaku berubah pikiran setelah melihat kita memiliki uang tunai dalam jumlah banyak.</li>
<li><strong>Berbusana terlalu seksi</strong>.<br />
Kita bakal repot sendiri menghadapi tatapan, lirikan, bahkan sentuhan kurang ajar dari penumpang <a title="tanda-tanda cowok (lagi) bokek" href="http://pelangiku.com/2009/04/tanda-tanda-cowok-lagi-bokek/" target="_blank">cowok </a>yang usil.</li>
<li><strong>Memakai tas tanpa restleting</strong>.<br />
Ini, sih, sama aja memberi kesempatan emas kepada pelaku kejahatan untuk merogoh barang-barang kita.</li>
</ul>
<h2>Taksi!</h2>
<p>Naik taksi bakal lebih aman dan nyaman jika:</p>
<ul>
<li><strong>Pesan via telepon</strong><br />
Dibandingkan menyetop di jalan, cara ini jauh lebih aman- terutama di malam hari. Dengan sistem komputerisasi, semua data akan terekam, mulai dari nomor taksi, nama sopir, hingga rute. Jika ada barang yang ketinggalan, melacaknya juga lebih gampang.</li>
<li><strong>Perhatikan nama armada</strong><br />
Jangan memilih taksi hanya berdasarkan <a title="mengenal warna dan bentuk feses bayi" href="http://bayibalita.com/2010/07/mengenal-warna-dan-bentuk-feses-bayi/" target="_blank">warna</a>. Perhatikan nama armada di sisi kendaraan dan lampu atap. Cek nama sopir, nomor identitas, dan foto di dashboard. Kita butuh informasi ini untuk melapor kepada perusahaan taksi jika ada masalah.</li>
<li><strong>Pakai argo</strong><br />
Pastikan sopir menggunakan argo. Jika sopir menolak, cari taksi lain. Soalnya, nih, harga yang dipasang biasanya mencapai 2-3 kali lipat dari yang seharusnya.</li>
<li><strong>Armada hotel</strong><br />
Jika di dekat tempat kita menunggu taksi ada hotel berbintang, lebih<br />
baik kita naik dari sana. Biasanya, hotel menyiapkan armada taksi<br />
yang terpercaya.</li>
<li><strong>Tolak tawaran</strong><br />
Di bandara, terminal, atau stasiun, jangan pernah menerima tawaran<br />
transportasi dari orang yang mendekati kita sambil menawarkan sopir yang siap mengantar ke mana pun. Biasanya, mereka mengoperasikan transportasi nggak resmi yang keamanannya patut dipertanyakan.</li>
<li><strong>(Must) judge by its cover</strong><br />
Khusus taksi, pepatah <em>never judge a book by its cover</em> tidak berlaku.<br />
Penampilan sopir taksi mencerminkan layanan armadanya. Di armada taksi profesional, sopir akan bertingkah laku baik, rambut rapi, memakai seragam dan sepatu.</li>
<li><strong>Tolooong!</strong><br />
Jika intuisi kita menyatakan ada yang nggak beres, minta sopir memberhentikan taksi di pinggir jalan yang cukup ramai. Jika sopir menolak dan malah mempercepat laju kendaraan, pecahkan kaca dan teriak minta tolong.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2010/09/transportasi-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuma Pas Lebaran, Nih</title>
		<link>http://pelangiku.com/2010/09/cuma-pas-lenaran-nih/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2010/09/cuma-pas-lenaran-nih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 21:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menahan lapar-haus selama sebulan penuh, Lebaran tentu menjadi hari yang kita tunggu-tunggu. Apalagi di hari istimewa ini terhampar beragam makanan enak untuk disantap]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_668" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/148"><img class="size-full wp-image-668" title="lebaran, bermaaf-maafan" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/09/lebaran-01.jpg" alt="lebaran, bermaaf-maafan" width="230" height="223" /></a><p class="wp-caption-text">lebaran, bermaaf-maafan</p></div>
<p>Setelah menahan lapar-haus selama sebulan penuh, Lebaran tentu menjadi hari yang kita tunggu-tunggu.</p>
<p>Apalagi di hari <a title="tempe bacem istimewa" href="http://bumbudapur.com/2009/12/tempe-bacem-istimewa/" target="_blank">istimewa</a> ini terhampar beragam makanan enak untuk disantap &#8211; nggak perlu menunggu bedug maghrib lagi, hi hi hi.</p>
<p>Lebaran memang menyenangkan. Bukan hanya makanannya, tapi banyak hal lain yang nggak kalah asyik!</p>
<h2>Banjir SMS</h2>
<p>Kalau biasanya inbox ponsel kita hanya dipenuhi SMS gombal dari si dia, pas Lebaran lain ceritanya. <a title="Template SMS Idul Fitri" href="http://mimbarjumat.com/archives/147" target="_blank">SMS ucapan Lebaran</a> dari hampir semua kenalan &#8211; teman SD, rekan kerja, sesama peserta kursus, hingga <a title="cara-cara lupakan mantan" href="http://pelangiku.com/2009/08/cara-cara-lupakan-mantan/" target="_blank">mantan pacar</a> &#8211;  dipastikan memenuhi ponsel. Jangan lupa isi pulsa untuk membalas SMS mereka, ya.</p>
<p><span id="more-667"></span></p>
<h2>Anti Macet</h2>
<p>Berbeda dari perjalanan mudik yang macet parah, di hari-H Lebaran biasanya jalanan cenderung lengang. Daripada keliling-keliling nggak jelas, sebagian orang tentu memilih berkumpul bersama <a title="keluarga pemegang kunci ka'bah" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/keluarga-pemegang-kunci-kabah.html" target="_blank">keluarga</a> besarnya di rumah. Bagi kita yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, jarang banget, tuh, ketemu jalanan anti-macet!</p>
<h2>Minus Aurat</h2>
<div id="attachment_669" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://bayibalita.com/2010/08/ciri-perkembangan-motorik-halus-usia-1-tahun/"><img class="size-full wp-image-669" title="pake kerudung, minus aurat" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/09/minus-aurat.jpg" alt="pake kerudung, minus aurat" width="230" height="358" /></a><p class="wp-caption-text">pake kerudung, minus aurat</p></div>
<p>Memang, sih, di usia kita sekarang, baju baru pas Lebaran sudah nggak menjadi keharusan &#8211; beda sama waktu kecil dulu. Tapi, nggak seru, ah, kalau Lebaran nggak beli yang baru. Untuk nge-date sama gebetan aja kita bisa bela-belain dandan khusus, masa menyambut hari suci malah santai?</p>
<p>Mumpung Lebaran, kita yang selama ini terbiasa memakai baju ketat dan mini juga iggak perlu rikuh pakai baju serba tertutup. Siapa tahu, terinspirasi pakai kerudung selamanya&#8230;.</p>
<h2>Money, Money, Money</h2>
<p>Sering stres karena masih pengangguran atau jomblo? Di hari Lebaran, kondisi ini justru menguntungkan. Karena dengan status belum bekerja dan belum menikah, artinya kita masih berhak mendapat <a title="tebarkan salam" href="http://mimbarjumat.com/archives/184" target="_blank">salam</a> tempel dari anggota keluarga yang lebih tua &#8211; tanpa perlu memberi angpau ke sepupu atau keponakan yang lebih muda. Asyiiik!</p>
<h2>Bermaaf-maafan</h2>
<p>Lebaran saat yang tepat untuk bermaaf-maafan. Kalau selama ini gengsi <a title="meminta maaf" href="http://mimbarjumat.com/archives/1124" target="_blank">meminta maaf</a> pada seseorang (meski sudah tahu kita yang salah!), Lebaran merupakan momen yang pas tanpa perlu merasa rendah diri, tuh.</p>
<h2>(Very) Long Weekend</h2>
<p>Mayoritas kantor dan kampus memberikan libur Lebaran minimal seminggu. Nggak hanya bisa digunakan buat bersilaturahmi dan mudik, tapi juga untuk <a title="pastikan liburan kita seru" href="http://pelangiku.com/2009/09/pastikan-liburan-kita-seru/" target="_blank">liburan</a> ke luar kota &#8211; meski harga tiket dan akomodasi kadang lebih mahal dibandingkan hari biasa.</p>
<h2>Tunjangan Hari Raya</h2>
<div id="attachment_670" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/10/diet-si-dompet"><img class="size-full wp-image-670" title="Tunjangan Hari Raya" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/09/tehaer.jpg" alt="Tunjangan Hari Raya" width="230" height="265" /></a><p class="wp-caption-text">Tunjangan Hari Raya</p></div>
<p>Bukan hanya libur panjang, Lebaran juga identik dengan pembagian THR &#8211; yuhuuu! Kalau selama ini kesulitan ngumpulin duit buat ganti ponsel yang mulai butut, rencana itu bisa langsung diwujudkan, deh.</p>
<h2>Reuni Keluarga</h2>
<p>Keluarga besar yang biasanya sulit dikumpulin karena sibuk sendiri-sendiri pasti berkumpul di hari ini. Bisa bertukar cerita sama om dan tante, ngajak main keponakan yang masih kecil, atau ledek-ledekan sama sepupu &#8211; kalau sampai salah omong, tinggal minta maaf lagi, kan&#8230; mumpung Lebaran!</p>
<h2>Peluang si Jomblo</h2>
<p>Kalau di bulan puasa jadwal kita dipenuhi undangan berbuka bersama, pas Lebaran gantian undangan halal bihalal menghampiri. Bertemu kenalan dan kerabat dalam suasana penuh damai, pasti seru, deh. Bagi yang jomblo, kesempatan tebar pesona juga, deh.</p>
<h2>Shop &#8216;Till You Drop</h2>
<p>Bukan berita baru lagi kalau menjelang Lebaran di mana-mana bertaburan diskon. Nggak hanya untuk baju, sepatu, mukenah, dan keperluan Lebaran lain, tapi juga untuk <a title="makanan anti bad mood" href="http://pelangiku.com/2009/12/makanan-anti-bad-mood/" target="_blank">makanan</a>. Bahkan, hampir semua resto menawarkan paket Ramadhan. Irit, deh!</p>
<h2>Ratu Ku-Ker</h2>
<div id="attachment_671" class="wp-caption alignright" style="width: 238px"><a href="http://bumbudapur.com/2010/08/kue-kacang-isi-moka"><img class="size-full wp-image-671" title="kue kering" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/09/kue-kering.jpg" alt="kue kering" width="228" height="273" /></a><p class="wp-caption-text">kue kering</p></div>
<p>Punya keahlian bikin <a title="tips membuat kue kering" href="http://bumbudapur.com/2010/08/tips-membuat-kue-kering/" target="_blank">kue kering</a>? Lebaran merupakan kesempatan emas mengeruk untung. Trik biar dagangan laris gampang aja: bikin tester yang banyak (kalau bisa dibawa pulang) agar calon pembeli punya kesempatan mencicipi. Selebihnya, tinggal berdoa dan menunggu order berdatangan!</p>
<h2>Selamat Tinggal Diet</h2>
<p>Sering merasa bersalah bila <a title="balita susah makan" href="http://bayibalita.com/2010/07/balita-susah-makan/" target="_blank">makan</a> melebihi jatah yang dibutuhkan tubuh? Pas Lebaran, nggak perlu merasa begitu. Sudah sebulan penuh berpuasa, boleh, dong, sedikit memanjakan diri di hari-H. Hitung-hitung ajang balas dendam, hi hi hi. Yang penting, maruknya nggak keterusan, kan&#8230;.</p>
<h2>Panen Pahala</h2>
<p>Dibandingkan hari-hari lain, atmosfer pas Lebaran, tuh, syahdu. Ngaku, deh, kita pasti berasa lebih <a title="Menjadi Islam Kaffah dengan Muamalah yang Islami" href="http://mimbarjumat.com/archives/236" target="_blank">Islami</a>, kan, di hari ini? Bawaannya pengen beramal dan berbuat baik melulu. Artinya, makin banyak dapat pahala, he he he.</p>
<h2>Hormaaat &#8230; Grak!</h2>
<p>Kalau biasanya ada si mbok yang membantu segala keperluan <a title="kehidupan rumah tangga di masa menopause" href="http://mimbarjumat.com/archives/720" target="_blank">rumah tangga</a>, pas Lebaran kita harus melakukan segala sesuatunya sendiri. Bukan hanya belajar untuk menghargai dan menghormati jerih-payah si mbok, kita jadi banyak bergerak, deh, karena harus mengepel, menyapu, dan sejenisnya. Anggap aja ajang bakar lemak setelah kalap makan <a title="opor ayam kuning" href="http://bumbudapur.com/2010/07/opor-ayam-kuning/" target="_blank">opor</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2010/09/cuma-pas-lenaran-nih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati</title>
		<link>http://pelangiku.com/2010/08/hati-hati/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2010/08/hati-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 01:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[Bertelepon atau mendengar musik di jalan mungkin biasa kita lakukan. Padahal sebenarnya tindakan kita itu sama bahayanya dengan nyetir dalam keadaan mabuk.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_659" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/11/cemas-melulu-sih"><img class="size-full wp-image-659" title="vespa" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/08/vespa.jpg" alt="vespa" width="230" height="325" /></a><p class="wp-caption-text">vespa</p></div>
<p>Kriiingg&#8230; ponsel tiba-tiba berbunyi saat kita lagi di atas motor. Dengan sigap kita merogoh kantong, menekan tombol yes dan mulai ngobrol sambil berkendara.</p>
<p>Bertelepon atau mendengar musik di jalan mungkin biasa kita lakukan. Padahal sebenarnya tindakan kita itu sama bahayanya dengan nyetir dalam keadaan mabuk. Menurut data, penyebab terbesar kecelakaan adalah pengemudi yang lengah dan kurang antisipasi. Tahu sendiri keadaan lalu lintas &#8211; berubah dalam hitungan detik!</p>
<p>Masih mau menikmati <a title="pastikan liburan kita seru" href="http://pelangiku.com/2009/09/pastikan-liburan-kita-seru/" target="_blank">liburan</a>, kan&#8230;. Makanya hati-hati!</p>
<h2>Cek Dulu</h2>
<p>Kita bisa mencegah kecelakaan dari rumah. Caranya? Cek kondisi kendaraan kita, karena kendaraan yang nggak sehat bisa berakibat fatal. Sebut saja ban pecah, rem blong, atau lampu kendaraan mati.</p>
<p><span id="more-658"></span>Jujur, deh, hal-hal tadi sering kita cuekin&#8230;. Boro-boro ngecek kendaraan setiap mau pergi, untuk servis ke bengkel setiap tiga bulan saja kita malas. Seharusnya kita sadar, kemacetan menyebabkan kendaraan kita mudah sakit. Sementara di tengah kemacetan, kendaraan justru harus lebih responsif.</p>
<h2>Nanti Saja</h2>
<p>Setelah absen dua hari, akhirnya hari ini gebetan menelepon? Kalau kita sedang nyetir motor, biar dalam hati ingin segera menjawabnya, tahan keinginan kita itu. Yakin, deh, nggak ada yang lebih penting dari keselamatan kita dan orang lain yang berkendara dengan kita saat itu.</p>
<p>Pasti ada, kok, waktu yang lebih tepat untuk menjawab telepon tersebut. Lagipula, siapa pun yang menelepon bisa kita cek nanti. Kita juga bisa menelepon balik ke orang tersebut. Pakai hands-free? Nggak mengurangi bahaya yang mengancam, tuh! Kita tetap bisa larut dalam obrolan dan kehilangan <a title="konsen donk" href="http://pelangiku.com/2009/06/konsen-donk/" target="_blank">konsentrasi</a>.</p>
<p>Kalaupun telepon tersebut benar-benar penting, sebaiknya kita menepi dulu, matikan mesin, baru menjawabnya. Hal yang sama berlaku juga untuk menjawab SMS.</p>
<h2>Lapar Beraaat!</h2>
<div id="attachment_660" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/1176"><img class="size-full wp-image-660" title="letakkan dua tangan diatas kemudi" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/08/dua-tangan.jpg" alt="letakkan dua tangan diatas kemudi" width="230" height="316" /></a><p class="wp-caption-text">letakkan dua tangan diatas kemudi</p></div>
<p>Zaman serba instan gini, apa-apa kudu cepat dan kalau bisa multi-tasking. Ngopi sambil baca koran, nyetir sambil <a title="stress, ko malah makan ?" href="http://pelangiku.com/2009/11/stres-ko-malah-makan/" target="_blank">makan</a> atau bawa banyak barang. Nah, yang terakhir, nih, menambah risiko kecelakaan. Saat makan, minum, menenteng barang, kita nggak bisa meletakkan kedua tangan di atas kemudi.</p>
<p>Akibatnya, refleks kita berkurang untuk mengantisipasi keadaan buruk di jalan raya, seperti taksi di depan kita tiba-tiba ngerem. Biar aman, kurangi muatan atau tahan lapar dulu sampai ketemu lampu merah atau tiba di tempat tujuan.</p>
<h2>Konsentrasi!</h2>
<p>Perkirakan waktu tempuh, termasuk kemungkinan macet untuk tiba sampai tujuan. Jika kita terburu-buru, pasti jadi lebih ngebut. Konsentrasi juga terganggu karena sibuk mikirin sanksi akibat terlambat. Dimarahi atasan, telat wawancara kerja dan masih banyak lagi.</p>
<p>Usai musim hujan gini, jalanan banyak yang bolong. Jika kita ngebut dan masuk lubang, akibatnya bisa fatal. Biasanya pas ngebut kita juga suka nggak nyadar, tuh, kalau ada separator busway di jalan. Sekali kendaraan kita menghajar separator, bisa terbalik, bahkan terbakar habis! Belum lagi kalau ada yang tiba-tiba menyeberang&#8230;.</p>
<h2>Cek Jeroan</h2>
<div id="attachment_661" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/11/asyiknya-minum-susu/"><img class="size-full wp-image-661" title="cek jeroan" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/08/cek-jeroan.jpg" alt="cek jeroan" width="230" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">cek jeroan</p></div>
<p>Lupa ganti oli? Sama juga dengan merusak kendaraan sendiri. Disiplin, dong, ganti oli dan pilih yang berkualitas. Kalau lari kendaraan enak, kan, kita juga yang untung!</p>
<p>Jangan cuek juga dengan ketersediaan bensin. Seringnya, nih, karena tahu ada cadangan, meski jarum sudah di E, tetap aja nekat melaju. Tahu nggak kalau kurang bensin, kotoran dalam kendaraan bakal naik dan mengotori onderdil di dalam&#8230;.</p>
<h2>La.. la.. la..</h2>
<p>Dengar iPod sambil jalan memang asyik. Tapi risikonya kita nggak mendengar macam-macam peringatan di jalan raya. Contoh, nih, klakson mobil atau motor yang ingin mendahului kita. Bisa juga peringatan orang yang bilang ban kita kempes atau teman yang kita bonceng roknya nyangkut di ban.</p>
<p>Keasyikan ngobrol di jalan juga kurang baik karena konsentrasi terpecah. Kemungkinan meleng juga lebih besar. Kalau teman kita tiba-tiba menunjuk cowok ganteng di pinggir jalan, otomatis kita melihat. Nggak merhatiin jalan lagi, deh&#8230;.</p>
<h2>Tanpa Spion = Keren?</h2>
<div id="attachment_662" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><img class="size-full wp-image-662" title="pingin punya mobil keren kayak ginian" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/08/mobil-vw.jpg" alt="pingin punya mobil keren kayak ginian" width="230" height="181" /><p class="wp-caption-text">pingin punya mobil keren kayak ginian</p></div>
<p>Nggak, lagi! Tanpa spion, tuh, bahaya. Nggak bisa melihat kendaraan di belakang dan kalau harus menoleh ke belakang tiap kali perlu, berarti kita kehilangan kontrol pada jalan di depan kita.</p>
<h2>Bukan Karena Denda</h2>
<p>Seharusnya, sih, nggak perlu di-takut-takuti bayar denda untuk memaksa kita pakai helm atau memakai safety belt saat di mobil.</p>
<p>Dua alat ini untuk keselamatan kita juga, bukan karena kita takut didenda. Dan pastikan dua alat ini juga memenuhi standar keselamatan, bukan asal saja!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2010/08/hati-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ditaksir Klien</title>
		<link>http://pelangiku.com/2010/01/ditaksir-klien/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2010/01/ditaksir-klien/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 04:03:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[kalau salah satu klien getol banget ngajakin ketemuan terus, sih, jadinya nggak asyik juga. Kalau nolak, takut tender batal. Buntutnya, kita yang kena semprot atasan. Tapi mendiamkan sikap klien yang intens banget ngejar kita, kok, nggak nyaman juga, ya.... Biar nggak makin jengah, coba trik ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_520" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/05/berenang-yuk/"><img class="size-full wp-image-520" title="ketemu klien" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/01/people-meeting.jpg" alt="people meeting" width="230" height="315" /></a><p class="wp-caption-text">ketemu klien</p></div>
<p>Bertemu klien berbeda setiap hari pasti seru. Kita bisa dapat teman baru plus <a title="cara sederhana melebarkan jalinan persahabatan" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2009/12/cara-cara-sederhana-melebarkan-jalinan.html" target="_blank">memperluas jejaring</a>. Tapi kalau salah satu klien getol banget ngajakin ketemuan terus, sih, jadinya nggak asyik juga.</p>
<p>Kalau nolak, takut tender batal. Buntutnya, kita yang kena semprot atasan. Tapi mendiamkan sikap klien yang intens banget ngejar kita, kok, nggak nyaman juga, ya&#8230;. Biar nggak makin jengah, coba trik ini.</p>
<h2>Bukan CDMA</h2>
<p>Pertemuan pertama dengan klien pasti nggak absen dengan tukar nomor kontak. Sebaiknya hanya berikan nomor telepon dan alamat e-mail kantor, karena tujuannya membahas masalah kerja.</p>
<p>Jika klien minta nomor ponsel, berikan nomor GSM kita yang sudah tersebar. Nggak perlu berikan nomor CDMA yang kita pakai untuk keperluan pribadi. Klien bisa tergoda terus-terus menelepon kita &#8211; pulsa CDMA, kan, murmer.</p>
<p><span id="more-519"></span>Setiap kali menulis e-mail untuk klien, pastikan subjeknya jelas. Maksudnya, sih, agar klien yakin kita hanya membicarakan pekerjaan. Nggak perlu menambah emoticon seperti <img src='http://pelangiku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  atau <img src='http://pelangiku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , meski menanggapi e-mail yang lucu. Dengan begitu, kesannya kita nggak mudah tergoda!</p>
<p>Biasanya rapat dengan klien dilanjutkan makan siang. Tapi tolak saja kalau klien mengajak kita rapat berdua saja saat weekend. Katakan atasan nggak mengizinkan kita bekerja di luar jam kerja. Kalau kita mengiyakan, bukan nggak mungkin klien mengajak lagi.</p>
<h2>Mak Comblang Dadakan</h2>
<div id="attachment_521" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://trytostayhealthy.blogspot.com/2010/01/bad-dental-hygiene-effects.html"><img class="size-full wp-image-521" title="mak comblang" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/01/mak-comblang.jpg" alt="mak comblang" width="230" height="153" /></a><p class="wp-caption-text">mak comblang</p></div>
<p>Jika klien sebenarnya baik &#8211; tapi kita nggak tertarik &#8211; boleh, tuh, jodohkan dengan teman kita. Caranya, ajak teman ikut makan siang bareng kita dan klien. Kalau mereka cepat akrab, kita juga yang aman, dong.</p>
<h2>Cincin Manis</h2>
<p>Klien biasanya cenderung jadi super ganjen kalau dia tahu kita jomblo. Makanya sebelum bertemu klien, pakai cincin di jari manis kita. Biar saja dia mengira kita sudah bertunangan atau menikah. Kalau nggak mempan, coba, deh, pura-pura menerima telepon dari pacar saat di depan klien. Ucapkan kata-kata mesra agar nyali klien ciut.</p>
<h2>Bos, Mau Curhat &#8230;</h2>
<p>Susah-payah secara halus kita menolak klien, dia masih semangat mengganggu kita, bahkan mengancam tidak meluluskan tender jika kita enggan lunch date dengannya. Kita bisa, kok, mengadu ke atasan.</p>
<p>Ceritakan apa yang sudah dilakukan klien plus tunjukkan buktinya, misalnya SMS-nya yang kecentilan. Paling nggak, atasan kita bisa melaporkan klien ke atasannya langsung untuk menegur klien.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2010/01/ditaksir-klien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Balikin Donk!</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/12/balikin-donk/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/12/balikin-donk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 13:50:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Punya utang memang nggak enak. Tapi kadang, diutangin lebih nggak enak. Apalagi kalau yang berutang adalah teman sendiri - sulit nagihnya!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_495" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/03/bahaya-di-balik-laptop/"><img class="size-full wp-image-495" title="nagih utang" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/12/nagih-utang.jpg" alt="nagih utang" width="230" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">nagih utang</p></div>
<p>Punya utang memang nggak enak. Tapi kadang, diutangin lebih nggak enak. Apalagi kalau yang berutang adalah teman sendiri &#8211; sulit nagihnya! Ada rasa segan, nggak enak, atau malah gengsi buat nagih karena kesannya kayak debt collector. Betenya lagi, nggak semua orang punya kesadaran untuk membayar &#8211; padahal mereka sudah pegang duit. Biar harta kita segera kembali.</p>
<h2>Orang Ketiga</h2>
<p>Minta bantuan orang ketiga (teman lain) buat akting bareng kita. Di depan si pengutang, kita mau pinjam uang ke teman lain. Nah, siapa tahu dia jadi ingat kalau punya utang pada kita.</p>
<h2>Gantian Donk &#8230;</h2>
<p>Pura-pura saja pinjam uang sama yang bersangkutan. Syukur-syukur, dia langsung ingat dan bayar utangnya. Kalaupun nggak ingat, saat kita mengembalikan uangnya, langsung potong saja! Jangan lupa bilang kalau uangnya kita potong utangnya dulu.</p>
<p><span id="more-494"></span></p>
<h2>Message Delivered</h2>
<p>Kalau nggak pede ngomong langsung, kirim saja SMS. Usahain bikin kalimat yang langsung dan tegas. Biarpun nggak ngomong Langsung, dia tetap merasa kita serius menagih.</p>
<h2>To The Point</h2>
<p>Paling enak, sih, memang menagih langsung. Cari sikon yang pas biar dia nggak tersinggung. Bilang saja kalau kita sedang bokek (sebokek-bokeknya!) dan butuh pituang Kalau memang saat itu dia nggak bisa, beri tenggat waktu yang disepakati bersama.</p>
<h2>Satu Tenggat Waktu</h2>
<p>Yang paling aman, sih, sebelum memberikan utang, kita bikin kesepakatan kapan utang itu harus dilunasi. Nah, kalau sudah lewat dari tenggat waktu, dia harus siap kita tagih. Jadinya kita juga lebih enak nagihnya, nggak perlu sungkan.</p>
<h2>Write The Wall</h2>
<p>Kalau tetap nggak mempan, boleh banget kita coba cara yang lebih ekstrem, misalnya menulis tentang utangnya di wall Facebook-nya, hi hi hi. Kalau &#8217;seluruh dunia&#8217; tahu, kan, dia malu sendiri, tuh. Tapi, gunakan cara ini hanya kalau utangnya cukup besar dan dia selalu cari alasan, ya.</p>
<h2>Sok Pelit</h2>
<p>Bukan maksud hati pelit, tapi kalau ada teman terkenal suka &#8216;lupa&#8217; bayar utang, mendingan pikir dua kali, deh, untuk meminjamkan, apalagi kalau kebutuhannya nggak terlalu mendesak. Buat mengelak, bilang kalau kita sedang bokek, atau uangnya baru terpakai untuk beli buku teks yang mahal banget. Uang kita aman, hubungan pertemanan tetap jalan.</p>
<p>Ada usulan lain barangkali ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/12/balikin-donk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cemas Melulu, Sih &#8230;</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/11/cemas-melulu-sih/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/11/cemas-melulu-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 16:47:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[cemas]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Insecure merupakan rasa nggak aman dengan alasan logis, meski kita belum pernah mengalaminya. Misalnya kita diajak ke pesta sama teman baru, kita sudah takut duluan nggak bakal diajak ngobrol orang lain]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_462" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/04/tanda-tanda-cowok-lagi-bokek/"><img class="size-full wp-image-462" title="berasa cemas" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/insecure08.jpg" alt="berasa cemas" width="230" height="283" /></a><p class="wp-caption-text">berasa cemas</p></div>
<p>Melihat ramainya kejahatan yang terjadi belakangan ini, rasanya wajar saja kalau kita kadang-kadang merasa nggak aman. Nggak memakai perhiasan berlebihan, nggak menelepon saat berada di kendaraan umum, sampai meninggalkan kartu kredit di rumah dan membawa uang ngepas ke kantor atau kuliah.</p>
<p>Anehnya, nih, perasaan nggak aman ini nggak hanya kita rasakan saat di tempat umum. Pas divisi kita kedatangan anak baru lulusan luar negeri, kita juga merasa &#8216;terancam&#8217;. Jangan-jangan dia bakal merebut posisi kita, nih! Waktu kenalan dengan teman cewek si dia, kita jadi jatuh pede. Ah, cewek ini bisa banget mengambil pacar kita!</p>
<h2>Panik, Panik, Panik!</h2>
<p>Sering mengalami hal-hal seperti di atas? Perasaan tidak aman yang biasa kita alami ini biasanya disebut <em>insecure</em>, berbeda dengan paranoid.</p>
<p><em><img title="More..." src="http://localhost/wordpress27/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-461"></span>Insecure</em> merupakan rasa nggak aman dengan alasan logis, meski kita belum pernah mengalaminya. Misalnya kita diajak ke pesta sama teman baru, kita sudah takut duluan nggak bakal diajak ngobrol orang lain. Kalau paranoid biasanya nggak ada alasannya, asal takut saja.</p>
<p>Biasanya penyebab <em>insecure</em> ini karena kita nggak pede dan ragu-ragu sehingga akhirnya jadi nggak nyaman dengan diri sendiri. Hal ini bakal semakin buruk jika kita pernah melihat atau mendengar pengalaman orang lain yang kurang menyenangkan. Kita pun jadi membayangkan akan mengalami hal sama.</p>
<p>Misalnya, kita diceritakan rekan kerja kalau posisinya di kantor pernah disalip anak baru. Begitu kita berkenalan dengan rekan kerja baru, bukannya membimbing, kita malah panik sendiri dengan keberadaannya. Padahal kalau kita pede, mungkin semuanya baik-baik saja.</p>
<h2>Tambah Stress</h2>
<div id="attachment_463" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/310"><img class="size-full wp-image-463" title="makin stress" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/insecure10.jpg" alt="makin stress" width="230" height="197" /></a><p class="wp-caption-text">makin stress</p></div>
<p>Terbiasa &#8216;memanjakan&#8217; perasaan nggak aman ini, sudah pasti kita rugi: jadi tertekan dan murung. Contohnya saat bekerja di kantor, gara-gara selalu takut dimarahi atasan karena melanggar tenggat waktu, kita memilih mengerjakan semua serba cepat. lya, sih, tenggat waktu terpenuhi, tetapi banyak kesalahan juga karena kita asal selesai!</p>
<p>Pikirkan orang lain setiap kali kita merasa nggak aman. Hasil kerja tim kerja kita di kantor kacau karena sikap kita yang terburu-buru dan ketakutan terus. Orang lain jadi terpengaruh, kan? Mereka bisa ikut-ikutan nggak pede karena kita. Kalau sikap lebih tenang, kerja juga lebih fokus.</p>
<p>Efek buruk lain yang mungkin terjadi ketika kita terus-terusan merasa tidak aman adalah stres berat dan tidak tahu cara mengendalikannya. Akibatnya, daya tahan tubuh bisa menurun dan kita cenderung mengulangi kebiasaan buruk karena dianggap sebagai jalan pintas.</p>
<p>Begitu <a title="macam-macam solusi stress" href="http://pelangiku.com/2009/07/macam-macam-solusi-stress/" target="_blank">stres</a>, kita jadi nggak bisa nahan nafsu makan. Tubuh pun makin gendut dan mudah sakit. Atau kita yang tadinya berhenti <a title="merokok, sengsara dibalik nikmat" href="http://mediasehat.com/serba04.php" target="_blank">merokok</a> jadi merokok lagi &#8211; merusak tubuh, deh.</p>
<h2>Bisa Jadi Positif</h2>
<p>Sebenarnya, nih, jika kita mampu menyikapinya dengan benar, rasa <em>insecure</em> ini bisa berdampak positif. Kita jadi lebih waspada dan mampu meningkatkan kemampuan diri kita.</p>
<p>Bila selama ini kita takut disaingi anak baru, kerja kita seharusnya bisa lebih cermat dan memuaskan. <em>Insecure</em> juga menyiapkan kita menghadapi keadaan kurang baik.</p>
<p>Jika kita takut dimarahi atasan karena merasa kerjaan kita salah, tentu kita bakal menyiapkan alasannya. Nggak shocked lagi, deh, jika atasan benar-benar marah.</p>
<p>Pacu diri kita dengan <em>insecure</em> yang kita rasakan. Kalau dulu kita malas bertemu orang baru karena takut penampilan kita buruk, sekarang tambah pengetahuan kita agar orang lain nggak hanya menilai kita lewat penampilan tapi juga kecerdasan. Nggak perlu malu karena kita dianggap beda oleh orang lain.</p>
<div id="attachment_464" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://miacantik.com/2009/10/29/iga-penyet-atau-iga-bakar-bumbu-rujak/"><img class="size-full wp-image-464" title="berusaha biar makin menarik" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/insecure05.jpg" alt="berusaha biar makin menarik" width="230" height="175" /></a><p class="wp-caption-text">berusaha biar makin menarik</p></div>
<p>Takut si dia diambil cewek lain? Coba, deh, lihat tipe cewek yang disukai si dia. Mungkin saja selama ini si dia nggak betah dekat kita karena kita yang judes dan nggak mau tahu perasaannya. Kalau kita mau menerimanya menjadi pacar kita, harusnya kita pun mempercayainya. Tempatkan diri kita di posisinya. Nggak nyaman, kan, kalau dicurigai terus?</p>
<p>Coba lihat orang-orang di sekitar kita yang pede dengan dirinya sendiri. Kalau mereka bisa kita pasti bisa, kok. <em>Insecure</em> boleh tapi jangan sampai menutup kesempatan kita untuk lebih baik.</p>
<h2>Curhat Aja Lagi</h2>
<p>Jika kita sulit banget menghilangkan rasa insecure berlebihan dalam diri kita, banyak-banyak, deh, konsultasi dengan orang yang kita percaya seperti pacar atau sahabat. Sikap terbuka dan mau mendengarkan orang lain akan menimbulkan rasa aman dalam diri kita. Paling nggak, saran dan masukan mereka akan menenangkan kita.</p>
<p>Selain itu, penting banget menanamkan rasa percaya pada orang lain agar kita nggak cepat cemas. Dijamin, deh, hidup akan lebih nyaman.</p>
<p><em>Insecure</em> hanya bisa dihilangkan jika ada kemauan berubah dari kita. Salah satu caranya dengan curhat. Mungkin saja teman curhat kita punya pengalaman menarik yang bisa jadi pelajaran. Makanya jangan ragu untuk punya banyak teman. Makin banyak teman tentu kita bakal makin merasa aman, karena memiliki orang-orang yang memperhatikan kita.</p>
<p>Sebaliknya, bila teman kita yang susah banget menghilangkan rasa <em>insecure</em>-nya, kita kudu mengingatkannya. Sebaiknya, sih, ingatkan dengan baik dan jangan judge langsung. Soalnya, nih, kritik yang disampaikan secara kasar justru nggak bakal didengar. Nggak mau, kan, teman kita balik marah dan memusuhi kita&#8230;.</p>
<p>Jika ingin mengubah sikap seseorang, beri contoh kelakuan yang sudah dilakukannya, jelaskan kronologisnya, jangan langsung memarahi. Perlakuan yang baik tentu akan menghasilkan perubahan yang baik juga.</p>
<h2>Senang = Tenang</h2>
<div id="attachment_465" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/06/bernapas-tak-bebas/"><img class="size-full wp-image-465" title="kita memang oke" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/memangoke.jpg" alt="kita memang oke" width="230" height="231" /></a><p class="wp-caption-text">kita memang oke</p></div>
<p>Banyak cara yang bisa kita lakukan biar makin pede:</p>
<p><strong>Kita memang oke!<br />
</strong>Pacar punya sejumlah teman cewek keren abis? Nggak usah takut, buktinya si dia tetap menggandeng kita erat-erat saat ketemu mereka dan memperkenalkan kita sebagai pacar tersayangnya.</p>
<p><strong>Terus kembangkan potensi diri<br />
</strong>Stop iri pada rekan kerja yang kita curigai bakal menggantikan posisi kita. Kalau dia jago Bahasa Inggris, ya kita juga harus mau upgrade kemampuan Bahasa Inggris kita juga, dong!</p>
<p><strong>Utamakan positif<br />
</strong>Apalagi saat berada di tempat yang baru. Jika kita sudah keburu merasa nggak aman dan menutup diri, secara nggak langsung orang lain akan merasakan &#8216;penolakan&#8217; kita. Kemungkinan untuk memperluas jejaring jadi buntu, deh&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/11/cemas-melulu-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diet si Dompet</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/10/diet-si-dompet/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/10/diet-si-dompet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 17:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Gaji naik, punya pekerjaan sampingan, tapi penghasilan kita rasanya masih kurang mencukupi, deh. Boro-boro menabung, pertengahan bulan aja kondisi keuangan sudah di ujung tanduk! Malah nggak jarang kita ngutang ke rekan kerja saat makan siang....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_427" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/683"><img class="size-full wp-image-427" title="belanja heboh" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/10/shopping08.jpg" alt="belanja heboh" width="230" height="316" /></a><p class="wp-caption-text">belanja heboh</p></div>
<p>Gaji naik, punya pekerjaan sampingan, tapi penghasilan kita rasanya masih kurang mencukupi, deh. Boro-boro menabung, pertengahan bulan aja kondisi keuangan sudah di ujung tanduk! Malah nggak jarang kita ngutang ke rekan kerja saat makan siang&#8230;.</p>
<p>Kalau sudah begini, biasanya kita menyalahkan gaji minim sebagai sumber masalah. Kenyataannya, gaji bukan satu-satunya penyebab &#8216;kemiskinan&#8217; kita. Gaji hingga delapan digit pun nggak bakal cukup kalau kita nggak bisa mengontrol gaya hidup.</p>
<p>Daripada mengeluh tanpa membuahkan hasil, lakukan usaha supaya kita nggak terus kehabisan uang. Segera, deh, &#8216;berdiet&#8217; uang. Ssst&#8230; hal-hal yang terkesan sepele ternyata justru dapat menyelamatkan keuangan kita, tuh!</p>
<h2>Tapal Batas Kartu</h2>
<p>Tawaran kartu kredit dari berbagai bank memang menggiurkan. Potongan harga untuk berbelanja di merchant tertentu, gratis satu tiket tiap beli tiket bioskop, hingga bebas biaya tahunan, adalah beberapa contoh fasilitas kartu kredit yang sulit ditolak.</p>
<p>Tapi, bukan berarti kita boleh kalap menerima seluruh tawaran kartu kredit. Sebagai cewek yang baru merintis karier, cukup miliki satu kartu kredit yang fasilitasnya sesuai kebutuhan kita. Pertimbangkan, deh, besarnya bunga yang harus dibayar jika kita terlambat melunasi tagihan. Ogah, kan, menambah pengeluaran sia-sia&#8230;.<br />
<span id="more-426"></span></p>
<h2>Tendang Utang</h2>
<div id="attachment_428" class="wp-caption alignright" style="width: 220px"><a href="http://pelangiku.com/2009/03/arsip-forum-yang-super-konyol/"><img class="size-full wp-image-428" title="terima kartu kredit" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/10/kartukredit.jpg" alt="terima kartu kredit" width="210" height="280" /></a><p class="wp-caption-text">terima kartu kredit</p></div>
<p>Telanjur memiliki beberapa kartu kredit dan pusing melihat tagihannya? Jangan panik &#8211; berpikirlah jernih. Kita mungkin nggak bisa membayar langsung seluruh utang, tapi setidaknya, nih, kita mampu membayar jumlah minimum dari masing-masing kartu.</p>
<p>Dahulukanlah membayar kartu kredit dengan bunga terbesar. Dengan begitu, kita terhindar dari membayar bunga &#8211; yang jika ditotal bisa digunakan membeli beberapa pasang sepatu baru! Hingga utang kita benar-benar lunas, usahakan nggak berbelanja dulu menggunakan kartu kredit.</p>
<h2>Teliti Lagi</h2>
<p>Jangan pernah lupa mengecek rekening tagihan kartu kredit. Ada kalanya perusahaan kartu kredit (nggak sengaja) melakukan hal-hal yang dapat membuat jumlah tagihan membengkak. Misalnya, nih, mencetak dua tagihan untul benda yang sama atau menagih bayaran suatu program yang nggak kita ikuti. Nggak cuma itu kelalaian kita seperti lupa bayar tagihan juga bakal merugikan &#8211; utang jadi menumpuk gara-gara bunga, deh!</p>
<h2>&#8216;Bakar Kalori&#8217;</h2>
<p>Sama seperti <a title="nutrisi yang bikin kamu cantik" href="http://pelangiku.com/2009/02/nutrisi-yang-bikin-kamu-cantik/" target="_blank">diet makanan</a>, kita kudu memperhatikan jumlah &#8216;kalori&#8217; yang menghabiskan uang kita. Kumpulin, deh, rekening tagihan barang-barang belanjaan kita tiga bulan terakhir. Bandingkan harga asli belajaan dengan harga yang harus kita bayarkan bila melalui kartu kredit plus bunganya. Perbedaannya pasti cukup besar!</p>
<p>Lebih nyesekin lagi jika baju maupun sepatu yang harganya supermahal itu ternyata jarang kita gunakan. Daripada disia-siakan, mendingan buka garage sale di kantor. Selain bisa balik sebagian modal, lemari pakaian jadi lebih lega&#8230;.</p>
<h2>Hang Out Murmer</h2>
<p>Cewek muda seperti kita memang sedang doyan-doyannya ngumpul bareng teman di mall. Hal ini sebenarnya sah-sah aja, asal nggak keseringan. Sadar nggak, sih, kalau kita bisa menghabiskan uang hingga lebih dari Rp 100 ribu sekali hang out? Makan di kafe maupun nonton bioskop, kan, butuh biaya nggak sedikit &#8211; belum lagi uang bensinnya.</p>
<p>Jadi kurangi, deh, intensitas kita bersantai di mall. Jika tadinya tiap minggu kita ngumpul, mendingan kurangi jadi dua minggu atau sebulan sekali. Kalau tetap pengen ngumpul tiap minggu, jadikan rumah kita atau <a title="gantengnya sahabatku" href="http://pelangiku.com/2009/05/gantengnya-sahabatku/" target="_blank">sahabat</a> sebagai tempat pertemuan. Nonton DVD atau olahraga bareng nggak kalah seru, kok!</p>
<h2>Berburu Diskon</h2>
<p>Salah satu godaan terbesar dalam hidup kita adalah belan-ja. Ngaku, deh, kita pasti ingin menjadikan baju dan aksesori di mall sebagai koleksi. Kalau nggak berpikir menggunakan logika, sih, kita bakal menuruti nafsu tanpa mempersoalkan risiko kehabisan uang di pertengahan bulan.</p>
<p>Tapi nggak mau, dong, mengalami masa suram seperti itu&#8230;. Coba, deh, mengerem kebiasaan belanja dan menundanya hingga butik favorit mengadakan potongan harga besar-besaran. Nggak ada salahnya juga, tuh, membeli baju di garage sale. Walaupun bekas, biasanya kualitas baju yang dijual masih bagus dan tentunya harganya miring.</p>
<h2>Ojek Kenangan</h2>
<div id="attachment_429" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><a href="http://pelangiku.com/2009/05/banting-setir-saja/"><img class="size-full wp-image-429" title="ojek" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/10/ojek.jpg" alt="ojek" width="220" height="162" /></a><p class="wp-caption-text">ojek</p></div>
<p>Tinggalkan sifat manja dan pemalas dalam kehidupan sehari-hari. Kalau biasanya pergi dari tempat kos ke kantor memanfaatkan ojek, mulai sekarang kita kudu rajin menggunakan kedua kaki alias berjalan kaki. Jadikan jumlah uang transport yang kita hemat sebagai motivator!</p>
<p>Hal ini juga berlaku dalam makanan. Supaya irit, manfaatkan menu makanan gratis di kantin kantor. Boleh juga, tuh, kita membawa bekal dari rumah &#8211; bisa tetap makan siang bersama rekan lain tanpa perlu keluar uang, hi hi hi&#8230;.</p>
<h2>Berani Investasi</h2>
<p>Masih sulit juga menjalankan diet uang walau sudah berusaha mati-matian? Artinya kita kudu berinvestasi! Saat ini jenis investasi yang ditawarkan beragam, baik oleh bank maupun oleh perusahaan asuransi. Yang penting, nih, kita kudu rela menyingkirkan setidaknya 10% dari penghasilan kita untuk investasi.</p>
<p>Rajin-rajin cari informasi ke bank, perusahaan asuransi, maupun teman yang berpengalaman untuk menentukan jenis investasi yang cocok untuk kita. Hasilnya memang belum bisa kita rasakan sekarang, tapi beberapa tahun mendatang kita bakal menikmatinya, tuh!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/10/diet-si-dompet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cantik Bukan Cuma Fisik</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/09/cantik-bukan-cuma-fisik/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/09/cantik-bukan-cuma-fisik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 18:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[cewe]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cowo]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Nggak selamanya cowok tertarik pada fisik kita saja. Ada banyak faktor lain yang juga mereka perhatikan. Pastikan kita punya lima modal ini!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_385" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><a href="http://mediasehat.com/konten1no101"><img class="size-full wp-image-385" title="cantik bukan cuma fisik" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/09/cantik01.jpg" alt="cantik bukan cuma fisik" width="220" height="331" /></a><p class="wp-caption-text">cantik bukan cuma fisik</p></div>
<p>Nggak selamanya cowok tertarik pada fisik kita saja. Ada banyak faktor lain yang juga mereka perhatikan. Pastikan kita punya lima modal ini!</p>
<h2>1. Mandiri + Pede</h2>
<p>Kepercayaan diri kita adalah magnet dahsyat buat cowok. Melihat cewek pede bikin mereka penasaran untuk mendekati karena, umumnya, cewek pede terlihat lebih seru dan lebih terbuka.</p>
<h2>2. Menikmati Hidup</h2>
<p>Cewek yang bisa menikmati hidupnya, tampak <a title="ceria selalu = awet muda" href="http://pelangiku.com/2009/08/ceria-selalu-awet-muda/" target="_blank">ceria</a>, nggak terlalu banyak aturan, nggak sibuk diet ini-itu, dipastikan bikin cowok langsung melirik. Melihat kita yang selalu semangat mencoba hal-hal baru, termasuk <a title="kategori makanan" href="http://pelangiku.com/category/makanan/" target="_blank">makanan</a>, bikin mereka pengen diajak jadi bagian hidup kita itu.</p>
<h2>3. Sehat + Bugar</h2>
<p><a title="nutrisi yang bikin kamu cantik" href="http://pelangiku.com/2009/02/nutrisi-yang-bikin-kamu-cantik/" target="_blank">Cantik</a>, sih, relatif. Tapi cewek yang segar, enak dilihat karena bersih, dan terawat selalu bisa bikin cowok memandang kagum. Daripada melihat cewek cantik tapi selalu khawatir akan penampilan dan sibuk memoles diri sana-sini, cowok lebih memilih cewek yang bangga dan nyaman sama tubuhnya sendiri.</p>
<h2>4. Bahasa Tubuh Oke</h2>
<p>Ternyata, cara kita berjalan, tertawa, atau bersikap bisa menjadi daya tarik buat cowok. Bahasa tubuh kita merupakan tanda bagi dia untuk maju mendekati atau mundur menjauh. Jadi, jangan ragu memamerkan senyum atau lirikan maut kita, he he he&#8230;.</p>
<h2>5. Unik</h2>
<p>Tanda lahir atau tanda fisik, seperti gigi gingsul, gigi kelinci, tahi lalat, bahkan <em>freckles</em> &#8211; bintik-bintik cokelat di wajah &#8211; ternyata nggak selamanya jadi nilai minus. Bagi beberapa orang, tanda-tanda tersebut justru dianggap pemanis &#8211; ehm&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/09/cantik-bukan-cuma-fisik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsen donk &#8230;</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/06/konsen-donk/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/06/konsen-donk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 13:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Fisik kita, sih, berada di depan komputer di kantor. Tapi pikiran kita melayang dan bercabang ke segala arah: mulai dari uang kos yang belum dibayar, sampai janjian pergi dengan pacar di akhir minggu.
Sulit berkonsentrasi adalah masalah yang paling sering dihadapi karyawan. Nggak jarang, tuh, pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dalam beberapa jam jadi molor karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_306" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img class="size-full wp-image-306" title="konsentrasi" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/06/konsentrasi01.jpg" alt="konsentrasi" width="220" height="146" /><p class="wp-caption-text">konsentrasi</p></div>
<p>Fisik kita, sih, berada di depan komputer di kantor. Tapi pikiran kita melayang dan bercabang ke segala arah: mulai dari uang kos yang belum dibayar, sampai janjian pergi dengan pacar di akhir minggu.</p>
<p>Sulit berkonsentrasi adalah masalah yang paling sering dihadapi karyawan. Nggak jarang, tuh, pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dalam beberapa jam jadi molor karena kita nggak bisa konsentrasi.</p>
<h2>Nggak terlatih</h2>
<p>Dari rumah kita sudah bertekad menyelesaikan beberapa tugas dalam satu hari. Prakteknya, hanya satu dari sekian target yang bisa selesai. Hal ini terjadi karena kita kurang terlatih memilah dan memilih hal-hal yang kudu kita perhatikan dalam jangka waktu tertentu.</p>
<p>Konsentrasi adalah pemusatan kesadaran terhadap suatu hal dalam situasi tertentu. Karena nggak membiasakan diri fokus ke satu hal, kita jadi sulit berkonsentrasi. Penyebab buyarnya konsentrasi bermacam-macam, baik dari diri sendiri maupun faktor luar.</p>
<p>Tingkat konsentrasi yang dibutuhkan seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan beragam, tergantung jenis tugasnya. Tapi kita bisa, kok, meningkatkan daya konsentrasi saat bekerja. Yang penting, nih, kita punya tekad kuat dan mau berusaha!</p>
<p><span id="more-303"></span>Perhatian yang terpusat tentu memberikan hasil yang lebih baik dari segi kualitas dan kecepatan kerja kita. Efeknya, jumlah pekerjaan yang dihasilkan pun lebih banyak.</p>
<h2>Siapkan dulu &#8230;</h2>
<p>Sebelum mengerjakan satu tugas, lakukan sejumlah persiapan ini biar konsentrasi kerja kita makin maksimal!</p>
<ol>
<li>Susun dan tentukan deadline semua tugas.</li>
<li>Bikin daftar itu berdasarkan prioritas, baik dari segi kepentingannya hingga batas waktu penyelesaiannya.</li>
<li>Kenali kebiasaan kita dalam bekerja. Jika kita lebih semangat bekerja di pagi hari, sebaiknya datang ke kantor sepagi mungkin sehingga bisa bekerja lebih awal. Merasa lebih efektif bekerja setelah makan siang? Siap-siap menanggung risiko pulang lebih sore, tuh!</li>
<li>Kondisi fisik tetap harus diperhatikan. Pastikan kita sarapan sebelum berangkat bekerja.</li>
<li>Atur tempat kerja kita. Rapikan kertas-kertas menumpuk sehingga meja terlihat rapi. Dijamin, deh, meja rapi akan bikin kita makin semangat mengerjakan tugas.</li>
<li>Bereskan &#8216;tugas-tugas&#8217; luar kantor (seperti membayar kartu kredit atau membeli hadiah untuk keponakan) di luar jam kantor.</li>
</ol>
<h2>Fokus, yuk!</h2>
<p>Jika sudah melakukan persiapan, kita tinggal mengerjakan tugas yang sudah kita tetapkan. Intip cara-cara mengatasinya.</p>
<ul>
<li>
<h2>Bla &#8230; bla &#8230; bla &#8230;</h2>
<p>Di kantor pasti ada suara-suara yang bisa membuyarkan konsentrasi kita, seperti atasan yang berteriak menagih hasil laporan hingga rekan kerja yang bergosip.<br />
<strong>Tip : </strong>wajar kalau ada gangguan suara di kantor. Jika suara-suara sangat mengganggu konsentrasi, siasati dengan memasang musik (tentunya gunakan earphone, dong!). Putar musik yang bisa membangkitkan semangat kerja kita. Lebih asyik, sih, musik yang upbeat</li>
<li>
<h2>Brrr &#8230; brrr &#8230;</h2>
<p>Hampir semua kantor sudah menggunakan fasilitas pendingin ruangan.  Sebalnya, nih, suhu ruangan kantor kita dingin ba-nget sehingga malah bikin kita meringis kedinginan dan nggak bekerja.<br />
<strong>Tip :</strong> cukup banyak orang yang nggak bisa berkonsentrasi karena suhu yang terlalu dingin atau panas. Aturlah suhu ruangan sehingga nggak bikin kita kedinginan atau kepanasan. Jika tidak memung-kinkan, gunakan pakaian yang sesuai suhu ruangan.</li>
<li>
<h2>Kring &#8230; kring &#8230;</h2>
<p>Hampir 10 menit sekali ponsel kita berbunyi. Masalahnya orang yang menelepon kita nggak ada hubungannya dengan kantor, melainkan teman-teman kita. Hasilnya kita lebih banyak curhat daripada bekerja, bagaimana bisa konsentrasi kerja?<br />
<strong>Tip :</strong> nyalakan fitur &#8216;Silent&#8217; di ponsel saat bekerja. Heningkan ponsel saat sedang menyusun draft pertama laporan. Saat draft kasar sudah jadi dan kita tinggal merapikannya, aktifkan kembali, nada dering ponsel kita. Yang penting, kita sudah melewati tahap pembuatan konsep awal yang perlu daya konsetrasi tinggi.</li>
<li>
<h2>Kriuk !</h2>
<p>Sudah sarapan tapi perut masih berteriak kelaparan menjelang siang. Bukannya memikirkan hasil laporan, di otak kita malah terbayang makanan-makanan enak. Aduh, lapaaar&#8230;.<br />
<strong>Tip</strong> : kalau harus konsentrasi bekerja, bukan berarti kita nggak boleh istirahat sejenak. Kalau perut sudah benar-benar harus menerima asupanan makanan, rehat lima menit, deh, untuk ngemil pengganjal hingga makan siang. Kalau sudah kenyang, kita akan lebih mudah fokus lagi ke pekerjaan.</li>
<li>
<h2>Bosaaaaaaan &#8230; !</h2>
<p>Tiba-tiba kita merasa bosan setengah mati — sepertinya tiap hari melakukan pekerjaan yang sama. Kita jadi malas dan nggak fokus mengerjakannya&#8230;.<br />
<strong>Tip : </strong>salah satu cara menumbuhkan semangat bekerja kembali adalah dengan menemukan motivasi kita. Ingat-ingat, deh, target kita tahun ini, seperti berjalan-jalan ke luar negeri (* mungkin gak ya ? *). Demi mendapatkan uang (syukur-syukur plus promosi) buat bersenang-senang merupakan motivasi ampuh biar kita lebih mudah konsentrasi bekerja!</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/06/konsen-donk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bernapas (tak) Bebas</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/06/bernapas-tak-bebas/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/06/bernapas-tak-bebas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 14:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[paru-paru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Udara bersih boleh dibilang 'langka' di lingkungan kita saat ini. Gimana nggak, setiap hari kita menghirup udara yang bercampur karbon dan zat-zat berbahaya lainnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_291" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://prettyinbiz.com/3"><img class="size-full wp-image-291" title="nafas (tak) bebas" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/06/nafas08.jpg" alt="nafas (tak) bebas" width="230" height="176" /></a><p class="wp-caption-text">nafas (tak) bebas</p></div>
<p>Udara bersih boleh dibilang &#8216;langka&#8217; di lingkungan kita saat ini. Gimana nggak, setiap hari kita menghirup udara yang bercampur karbon dan zat-zat berbahaya lainnya. Belum lagi adanya kuman, bakteri, atau virus yang nggak sekadar numpang lewat, tapi malah &#8216;nongkrong&#8217; di saluran napas dan paru-paru kita. Uh&#8230; nggak sehat banget!</p>
<p>Udara yang terpolusi ini nantinya bisa memicu kita terkena alergi, khususnya pada pernapasan. Kenali lebih jauh soal alergi plus cara mengatasinya, yuk!</p>
<h2>Hal Penentu</h2>
<p>Alergi adalah reaksi yang nggak normal terhadap zat-zat yang nggak menimbulkan gangguan pada kebanyakan orang. Kalau kita nggak masalah saat berdekatan dengan anjing dan kucing, teman kita langsung bersin-bersin. Kalau kita jadi pilek ketika udara semakin dingin, teman kita malah santai saja.</p>
<p>Mengatakan seseorang menderita alergi harus memiliki dua faktor. Pertama, bakat yang diturunkan dan adanya pemicu dari lingkungan. Berhubung ini terjadi karena faktor keturunan, alergi tidak dapat disembuhkan atau dihilangkan. Tetapi alergi bisa dihindari dengan menghindari pemicu atau alergennya.</p>
<p>Jika kita alergi pada bulu kucing, maka jangan memelihara kucing. Kalau alergi debu, bersihkan rumah secara rutin, dapur jangan sampai jadi sarang kecoa, seprai dicuci secara rutin, dan seterusnya.</p>
<p><span id="more-290"></span>Ada banyak hal yang bisa menjadi alergen ini. Selain makanan, obat-obatan, bulu binatang dan debu, udara yang kotor atau tercemar termasuk pencetus alergi. Karena yang diturunkan adalah &#8216;bakat&#8217;-nya, maka bisa saja, nih, bokap alergi udang, tapi kita alergi debu. Sebisa mungkin kenali, deh, riwayat kesehatan keluarga kita agar lebih mudah menghindari pencetusnya.</p>
<h2>Lakukan Sekarang!</h2>
<p>Reaksi Alergi yang timbul memang engga bisa disembuhkan dan diterapi. Tetapi alergi dapat dicegah dengan :</p>
<ul>
<li>Menjaga kebersihan, dan selalu mengusahakan nggak terkena debu, kotoran, atau polusi.</li>
<li>Hindari hewan peliharaan, karpet dan benda-benda lain yang dapat menyimpan debu.</li>
<li>Kurangi minuman dingin (untuk alergi pernapasan) dan hindari makanan pencetus alergi.</li>
</ul>
<h2>Sesak Banget!</h2>
<p>Kita kudu lebih waspada, nih, jika napas kita berbunyi saat alergi menyerang. Itu artinya organ pernapasan kita bermasalah, tuh. Alergi pernapasan ujung-ujungnya bsia jadi pemicu penyakit asma. Orang yang asma belum tentu alergi, tetapi orang yang alergi bisa menderita asma.</p>
<p>Alergen di udara, seperti debu, kotoran, polusi, yang terisap oleh orang yang menderita alergi, bisa menyebabkan mata gatal atau merah, bersin-bersin, hidung mampet, sampai ke sinusitis. Ada juga yang sensitif sekali, dan bisa sampai berpengaruh ke kulit, seperti jadi gatal-gatal. Dan jika berlanjut, alergi ini akan &#8216;meneruskan&#8217; perjalanannya ke tenggorokan sehingga menimbulkan batuk dan sesak napas.</p>
<p>Kalau napas sudah sesak, akhirnya keluarlah bunyi &#8220;ngik.&#8221; Pada asma yang akut, kemungkinan untuk hilang sama sekali sangat kecil. Tetapi pada asma yang tidak berat, masih ada kemungkinan untuk sembuh.</p>
<h2>Bisa diatasi, kok &#8230;</h2>
<p>Alergi merupakan salah satu bentuk penyimpangan yang terjadi di sistem kekebalan kita. Secara umum, alergi menyebabkan gatal-gatal, mata atau hidung berair, bibir atau bagian tubuh bengkak-bengkak. Jika parah, alergi, bukan hanya alergi pernapasan, dapat menyebabkan terganggunya saluran pernapasan sehingga penderita kesulitan bernapas dan menyebabkan kematian!</p>
<p>Ada dua hal yang harus dilakukan untuk mengurangi alergi. Hindari penyebab dari luar dan kuatkan kondisi tubuh kita. Polusi nggak bisa kita hindari, namun kita bisa menyiasatinya agar nggak semua zat buruk kita hirup. Bawa selalu sapu tangan saat menunggu bus di pinggir jalan untuk melindungi hidung kita.</p>
<p>Selain itu, cara memperkuat dari dalam supaya nggak terjadi gejala adalah dengan mengonsumsi obat tertentu. Kalau asma, ada obat semprot yang digunakan sesekali di saat kambuh. Tetapi, alergi debu ada setiap hari. Debu, kan, selalu ada setiap hari, jadi obat itu harus diminum terus-menerus.</p>
<p>Meskipun penderita alergi harus meminum obat secara rutin, hal ini nggak akan menimbulkan ketergantungan karena obat anti alergi bukan jenis obat yang menyebabkan ketergantungan. Kita juga harus memiliki pola hidup yang sehat, seperti menjaga kebugaran tubuh dan menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Gampang, kan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/06/bernapas-tak-bebas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banting Setir Saja!</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/05/banting-setir-saja/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/05/banting-setir-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 00:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Maunya, nih, kita bertahan di perusahaan tempat kita bekerja dalam waktu cukup lama. Kita bakal makin ahli, nama baik kita juga terjaga. Tapi ada kalanya kita sebaiknya 'menyerah' dan banting setir bekerja di bidang yang sama sekali baru]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_237" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://miacantik/dbc"><img class="size-full wp-image-237" title="uturn03" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/05/uturn03.jpg" alt="balik arah" width="230" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">balik arah</p></div>
<p>Maunya, nih, kita bertahan di perusahaan tempat kita bekerja dalam waktu cukup lama. Kita bakal makin ahli, nama baik kita juga terjaga. Tapi ada kalanya kita sebaiknya &#8216;menyerah&#8217; dan banting setir bekerja di bidang yang sama sekali baru, seperti kalau:</p>
<h2>Karier mandek</h2>
<p>Menduduki posisi yang sama setelah tiga atau empat tahun bekerja tentu bukan hal menyenangkan. Apalagi kalau hal ini terjadi bukan karena kita yang nggak kompeten, tapi karena banyaknya senior yang masih &#8216;betah&#8217; menduduki posisi mereka. Kelamaan nungguin &#8216;urut kacang&#8217;? Boleh dilirik, tuh, peluang profesi di bidang lain yang memiliki jenjang karier lebih jelas dan fair!</p>
<h2>Tak ada gairah</h2>
<p>Nggak sedikit yang berpendapat kalau menjalankan suatu pekerjaan, tuh, mirip pacaran. Saat percikan-percikan cinta sudah nggak terasa lagi, kita mungkin kudu mengambil keputusan berat yaitu putus. Begitu juga dalam hal karier. Setelah sukses melewati masa dua tahun yang (dulu) penuh tantangan, sudah saatnya bagi kita untuk menjajal bidang lain yang lebih menantang.<br />
<span id="more-235"></span></p>
<h2>Beda banget</h2>
<p>Berkeluh kesah tiap hari mengenai masalah pskerjaan merupakan salah satu tanda kalau kita nggak cocok dengan pekerjaan tersebut. Nggak usah memaksakan diri untuk terus bekerja sebagai staf administrasi kalau kita pecicilan alias nggak bisa diam. Mendingan asah &#8216;bakat&#8217; kita di bidang pekerjaan lain yang lebih dinamis, seperti jurnalistik, presenter atau copy writer</p>
<h2>Penghasilan minim</h2>
<p>Harus diakui kalau gaji adalah motivator kuat saat kita bekerja. Nggak asyik kan, kalau kita mengerjakan tugas kantor asal-asalan karena gaji terlalu minim? Jika kita merasa mampu dan memiliki modal (kemampuan) untuk mengerjakan ienis pekerjaan lain yang bergaji lebih besar, kenapa nggak dicoba?</p>
<h2>Memberi pengaruh negatif</h2>
<p>Pekerjaan yang lebih banyak memberikan pengaruh negatif pada diri kita nggak patut dipertahankan. Nggak usah ragu-ragu, deh, untuk banting setir jika orang-orang dari bidang pekerjaan kita hobi mengonsumsi narkoba atau memiliki atasan yang galaknya udah engga banget.</p>
<p>Bagaimanapun nyawa dan keselamatan merupakan prioritas utama, tuh&#8230;. Buat apa penghasilan besar kalau hati kita selalu merasa nggak nyaman dan tenang?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/05/banting-setir-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ko Engga Dikenalin ?</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/04/ko-engga-dikenalin/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/04/ko-engga-dikenalin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 14:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cewe]]></category>
		<category><![CDATA[cowo]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Proses pdkt berhasil kita lalui dengan mulus. Tapi setelah kita cukup lama jadi pacar, sampai sekarang kita hanya jalan berdua si dia terus. Jangankan dikenalin ke keluarganya, teman-temannya saja kita nggak kenal. Sebenarnya, sih, ada banyak kemungkinan yang bikin si dia belum mengenalkan kita pada orang-orang terdekatnya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_181" class="wp-caption alignleft" style="width: 221px"><a href="http://miacantik.com/dbc"><img class="size-full wp-image-181" title="pasangan" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/04/couple06.jpg" alt="pasangan" width="211" height="316" /></a><p class="wp-caption-text">pasangan</p></div>
<p>Proses pdkt berhasil kita lalui dengan mulus. Tapi setelah kita cukup lama jadi pacar, sampai sekarang kita hanya jalan berdua si dia terus. Jangankan dikenalin ke keluarganya, teman-temannya saja kita nggak kenal. Sebenarnya, sih, ada banyak kemungkinan yang bikin si dia belum mengenalkan kita pada orang-orang terdekatnya, seperti di bawah ini:</p>
<h2>Belum Mau Komitmen</h2>
<p>Kalau cowok kita enggan mengenalkan kita kepada teman dan keluarga, bisa diartikan bahwa si dia belum siap atau yakin mau berkomitmen. Mungkin masih ingin menjajaki hubungannya dengan kita atau ada sesuatu yang masih belum sreg dihatinya.</p>
<p>Makanya dia lebih &#8216;menyembunyikan&#8217; kita dulu sementara sampai dia benar-benar yakin &#8211; daripada telanjur dekat dengan orang-orang disekelilingnya tapi nanti malah bubar.</p>
<p>Kalau sudah tahu alasannya, tinggal pintar-pintar kita membawa diri. Pelan-pelan yakinkan pacar bahwa kita cewek yang (cukup) sempurna buat si dia. Dan kalau dia masih nggak yakin juga, mendingan cari cowok lain yang lebih siap berkomitmen, ah.</p>
<h2>Kedua, Ketiga, &#8230;</h2>
<p>Sepertinya, sih, hubungan kita baik-baik saja. Tetapi dia nggak kunjung mengajak kita bertemu keluarga atau temannya. Kalau ingat-ingat lagi, si dia selalu malas untuk pergi makan atau nonton di tempat ramai. Lama-lama bosan juga kalau setiap pacaran hanya nongkrong di teras ramah saja.</p>
<p><span id="more-180"></span>Kalau dia sering menolak ajakan pergi, kita boleh curiga, dong. Bukan nggak mungkin kalau kita ternyata cewek &#8216;lain&#8217; yang disembunyikannya. Biar nggak ketahuan, makanya dia memilih berkeliaran di kompleks dekat rumah kita saja. Kalau memang begini, jelas saja kita nggak bakal dikenalin ke keluarga dan orang-orang terdekatnya.</p>
<p>Saatnya, deh, kita cari tahu ala-san sebenarnya langsung dari si dia. Kalau perlu, ajak geng cewek untuk membuntuti si dia daripada curiga terus-menerus dan bikin kita nggak bisa tidur. Begitu terbukti kita hanya &#8216;ban serep&#8217;, saatnya putus!</p>
<h2>Status: Taken</h2>
<p>Coba kita telusuri lagi gaya pacarannya. Biasanya si dia memang menetapkan waktu khusus buat ketemu kita. Dengan alasan sibuk, kita dilarang &#8216;mengganggu&#8217; di luar waktu yang sudah dia tetapkan. Bahkan ponselnya juga dimatikan sehingga bikin kita panik. Begitu ketemu lagi, si dia siap dengan segala rayuan dan hadiah yang bikin kita nggak bisa marah karena sebelumnya dia sempat menghilang.</p>
<p>Sadar atau tidak, semua gelagat di atas menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mungkin menyembunyikan sesuatu dari kita. Biasanya, nih, cowok dengan waktu-waktu tertentu yang nggak bisa dihubungi statusnya suami orang. Bisa jadi setiap dia tidak bisa dihubungi karena takut ketahuan dan menganggu waktu privasinya bersama istri.</p>
<p>Perasaan memang nggak bisa dibohongi, kok. Begitu ada sesua-tu yang nggak benar, kita pasti bisa merasakannya. Tetap buka mata dan telinga supaya kita tahu siapa sebenarnya si dia. Kalau memang statusnya beristri, tinggalin aja&#8230;.</p>
<h2>Beda Keyakinan</h2>
<p>Di awal nembak, mungkin pacar belum kepikiran bagaimana jangka panjangnya atau memang nggak niat serius. Setelah dijalani, ternyata si dia menemukan banyak kecocokan meskipun berbeda keyakinan. Sebenarnya dia pengen banget mengenalkan kita, tapi tahu bahwa &#8216;masalah&#8217; itu bakal ditentang keras keluarganya.</p>
<p>Perbedaan itu mungkin (masih) belum jadi masalah bagi kita berdua. Tapi untuk ke depannya, siapa yang mau menjamin? Kalau dia sendiri masih takut menghadapi penolakan dari keluarganya, mana bisa memperjuangkan kita, tuh.</p>
<p>Bila hubungan sudah berjalan lebih dari dua tahun, nggak ada salahnya bertanya kepada si dia mau dibawa ke mana hubungan ini. Kalau jawabannya serius, berarti kita berdua harus mencari solusi dari perbedaan keyakinan tadi. Pastikan kita nggak digantung &#8211; pahit banget!</p>
<h2>Unfinished Business</h2>
<p>Alasan lain si dia nggak mau ngenalin kita sama orang-orang terdekatnya adalah memang &#8216;urusan&#8217; dia dengan mantannya belum selesai. Kemungkinan pertama, bisa jadi teman-teman dan keluarga si dia nggak bisa terima kenyataan. Jadi, dia pikir lebih baik ngumpetin kita untuk sementara waktu. Si dia nggak mau kalau kita sampai dijutekin orang-orang yang pro mantannya.</p>
<p>Kemungkinan kedua, justru si dia memang belum rela pisah dari mantannya. Makanya dia memilih menyembunyikan kita supaya bisa tetap usaha dengan sang mantan. Huu&#8230;.</p>
<p>Kalau boleh memilih, pastinya kita ingin si dia memprioritaskan hubungan kita dengannya. Bila memang masih ada &#8216;utang&#8217; di masa lalu, biarkan dia menyelesaikannya sendiri.Yang paling adil buat kita berdua, sih, break dulu. Sst&#8230; jangan salahkan kita juga bila kita bertemu gebetan baru kalau vakumnya terlalu lama!</p>
<h2>(Masih) Punya Gebetan</h2>
<p>Namanya juga cowok, gebetannya bisa di mana saja. Kita saja (kadang) juga punya gebetan meski sudah punya pacar. Selama gebetan dan pacar nggak tahu, sih, kita masih merasa aman-aman saja. Ayo&#8230; ngaku, kan?</p>
<p>Nah, kebayang nggak kalau di lingkungan pertemanannya si dia juga punya gebetan? Jika teman-temannya tahu dia bukan high quality jomblo lagi, bisa merusak pasaran, dong. Nggak heran kalau selama ini kita diumpetin jauh-jauh dari gengnya.</p>
<p>Kita pasti setuju kalau alasan ini sangat kekanak-kanakan. Sebaiknya kita mulai ngobrol serius soal persepsi pacaran menurut si dia, Bikin batasan yang sama-sama enak untuk kita dan si dia, plus patuhi. Masa sih, kita diumpetin melulu seperti penyakit? Tapi kalau nggak klop juga, mungkin memang sudah waktunya&#8230; pindah ke lain hati!</p>
<h2>Takut Engga Klop</h2>
<p>Bukan cuma kita yang deg-degan pas berkenalan dengan ortunya. Dia juga menyimpan kekhawatiran yang sama. Apalagi jika sebelumnya mantan si dia juga nggak kompak dengan ortunya. Akibatnya, dia jadi malas ngenalin kita ke keluarganya karena masih trauma terhadap pengalaman itu.</p>
<p>Beri si dia waktu secukupnya agar dia merasa tenang menjalani hubungannya dengan kita. Kalau belum bisa bertemu langsung, boleh, kok, tawar-menawar supaya boleh berkenalan melalui telepon &#8211; apalagi bila ortunya berada di luar kota.</p>
<h2>Bukan Cuma Kita</h2>
<p>Setelah mengecek sikap dan alasannya, ternyata kita nggak menemukan sesuatu yang salah. Kita pun nggak punya masalah yang bikin pacar malu. Tapi kok, tetap nggak bisa masuk ke lingkungannya.</p>
<p>Masalahnya bukan lagi pada kita atau si dia, tapi justru pada keadaan keluarga si dia. Misalnya ortunya sudah bercerai, saudara kandungnya ada yang sakit atau masuk penjara, dan lain-lain. Gara-gara itu dia jadi minder dan butuh waktu sebelum mempertemukan kita.</p>
<p>Sebagai cewek yang baik, kita harus bisa meyakinkan dia kalau kita tulus menerima dia apa adanya. Siapa tahu &#8216;kekurangan&#8217; tadi justru jadi alasan bagi si dia untuk mensyukuri kehadiran kita. Sip, deh!</p>
<h2>Biar Dikenalin</h2>
<p>Jangan hanya berpikir bahwa &#8216;masalah&#8217; ada di pihak si dia. Mungkin selama ini pacar belum mengenalkan kita pada orang-orang terdekatnya gara-gara ada yang nggak beres pada diri kita. Sebelum kesal karena kelamaan menunggu, coba juga proaktif dan introspeksi.</p>
<p><em>Attitude, attitude</em></p>
<p>Sikap kita yang manis dan menyenangkan bakal menjadi nilai plus. Dijamin dia pasti bangga dan nggak sabar mengenalkan kita sebagai pacar.</p>
<p><em>The Look</em></p>
<p>Rambut sering kusut, malas nyisir, atau baju asal-asalan? Si dia, sih, mungkin nggak keberatan karena sudah tahu &#8216;dalamnya&#8217;. Tapi buat dikenalin ke ortunya bukan jaminan &#8211; kecuali ortunya juga seasyik dia! Kalau kita dandan berarti kita menghargai diri sendiri dan orang lain. Tapi jangan over juga, kesannya malah &#8216;palsu&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/04/ko-engga-dikenalin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

