<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelangi Di Seberang Mentari &#187; kantor</title>
	<atom:link href="http://pelangiku.com/tag/kantor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pelangiku.com</link>
	<description>Untaian warna-warni menghiasi bentangan kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Oct 2010 11:13:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Semangat Pasca Cuti</title>
		<link>http://pelangiku.com/2010/09/semangat-pasca-cuti/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2010/09/semangat-pasca-cuti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 13:04:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[cuti]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Cuti beberapa hari di sela-sela padatnya rutinitas kantor tentunya amat menyenangkan. Nggak cuma pikiran jadi lebih segar, rasa lelah di tubuh juga hilang. Jangan biarkan semangat positif ini lenyap, manfaatkan untuk kembali mencetak prestasi, dong!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_676" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/08/kalau-hobi-jadi-profesi/"><img class="size-full wp-image-676" title="semangat baru" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/09/semangat-baru.jpg" alt="semangat baru" width="230" height="306" /></a><p class="wp-caption-text">semangat baru</p></div>
<p>Cuti beberapa hari di sela-sela padatnya rutinitas kantor tentunya amat menyenangkan. Nggak cuma pikiran jadi lebih segar, rasa lelah di tubuh juga hilang. Jangan biarkan <a title="makanan tepat, tambah semangat" href="http://pelangiku.com/2009/11/makanan-tepat-tambah-semangat/" target="_blank">semangat</a> positif ini lenyap, manfaatkan untuk kembali mencetak prestasi, dong!</p>
<h2>Semangat Baru</h2>
<p>Selama <a title="pastikan liburan kita seru" href="http://pelangiku.com/2009/09/pastikan-liburan-kita-seru/" target="_blank">liburan</a> kita terbiasa bangun <a title="cara agar kebutuhan tidur tercukupi" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-agar-kebutuhan-tidur-tercukupi.html" target="_blank">tidur</a> semau kita dan mengisi kesibukan dengan kegiatan seru dan santai yang nggak terlalu menguras pikiran. Setelah sekian lama bersantai-santai, mestinya, sih, tubuh dan pikiran kita sudah lebih siap dengan ketatnya deadline dan segudang pekerjaan. Baterai kita baru lagi, nih!</p>
<h2>Ilmu Tambahan</h2>
<p>di Saat cuti, kita tentu menerima banyak hal-hal menarik yang bisa kita terapkan dalam lingkungan kantor. Kalau sempat backpacking ke daerah terpencil dengan fasilitas yang serba terbatas, misalnya, kesabaran dan daya juang kita pasti semakin terlatih. Hal-hal kecil seperti ini berperan banget, tuh, untuk meningkatkan karir kita!</p>
<p><span id="more-675"></span></p>
<h2>Target Baru</h2>
<p>Semangat baru cocok banget, nih, buat meningkatkan target kerja kita. Pastikan tujuan kita itu tetap realistis dan terjangkau, ya. Jangan cepat puas hanya dengan menjadi karyawan biasa-biasa saja. Bekerja tanpa memiliki suatu <a title="akibat ambisi dunia" href="http://mimbarjumat.com/archives/155" target="_blank">ambisi</a> bakal membuat karir kita jalan di tempat, tuh!</p>
<h2>Prioritas Tetap Penting</h2>
<div id="attachment_677" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://insectspedia.blogspot.com/2010/04/wolbachia.html"><img class="size-full wp-image-677" title="tentukan prioritas" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/09/tentukan-prioritas.jpg" alt="tentukan prioritas" width="230" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">tentukan prioritas</p></div>
<p>Segera tentukan <a title="cara menyusun prioritas" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-menyusun-prioritas.html" target="_blank">prioritas</a> kerja bila sudah mengetahui target-target baru kita. Jika deadline target tugas A adalah bulan ini, kita kudu lebih fokus mengerjakannya terlebih dahulu dibandingkan target B yang harus selesai bulan depan. Kan, kita sudah terlatih mengatur <a title="jadwal imunisasi pada bayi dan balita" href="http://bayibalita.com/2010/08/jadwal-imunisasi-pada-bayi-balita/" target="_blank">jadwal</a> liburan, he he he&#8230;.</p>
<h2>Bikin Suasana Baru</h2>
<p>Biasanya, sih, karena habis refreshing, otak lagi segar-segarnya menyerap tugas dan tantangan baru. Agar nggak keburu patah semangat (soalnya bos masih galak, rekan kerja tetap reseh, he he he), atur suasana kerja jadi baru. Anggap saja ini hari pertama kita di kantor, jadi semuanya serba fresh.</p>
<h2>Makin Positif</h2>
<p>Tularkan rasa bahagia kita saat cuti ke dalam lingkungan kantor. Tetaplah pelihara aura dan pikiran <a title="cara memanfaatkan stres untuk hal positif" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-memanfaatkan-stres-untuk-hal.html" target="_blank">positif</a> kita walau terjebak di tengah-tengah pekerjaan yang menumpuk, bos super galak dan klien reseh. Disadari atau nggak, sikap positif ini bisa menular ke rekan kerja lain dan justru akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi tekanan-tekanan selanjutnya. Tetap semangat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2010/09/semangat-pasca-cuti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Impulsif Donk &#8230;</title>
		<link>http://pelangiku.com/2010/03/jangan-impulsif-donk/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2010/03/jangan-impulsif-donk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 00:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[impulsif]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Seperti anak-anak tidak bisa mengendalikan diri dan ngambek jika keinginannya tidak terpenuhi, begitu pula si impulsif. Makanya, kalau sudah mengaku dewasa jangan impulsif lagi dong!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_541" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/daftar-isi/"><img class="size-full wp-image-541" title="impulsif" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/03/impulsif.jpg" alt="impulsif" width="230" height="175" /></a><p class="wp-caption-text">impulsif</p></div>
<p>Siapa, sih, yang nggak senang kalau semua kemauannya terpenuhi? Sayang, di dunia ini nggak bisa begitu. Ada kalanya, agar nggak menyesal belakangan, kita harus mikir berkali-kali sebelum bertindak.</p>
<p>Dalam situasi tertentu, memang dibutuhkan spontanitas. Tapi jangan keterusan bertindak menuruti emosi tanpa pertimbangan, bisa-bisa rugi sendiri!</p>
<h2>Mudah diprovokasi</h2>
<p>Tanpa alasan si dia mutusin kita. Bukan cuma kesal dan sedih, kita juga jadi sensitif dan mudah tersinggung. Akibatnya terbawa-bawa sampai ke kantor. Rekan kerja salah sedikit saja, langsung kita omelin sampai puas. Atasan nggak meloloskan permohonan cuti kita, kita langsung nangis heboh. Kenapa, sih, nggak ada orang yang ngerti perasaan kita?</p>
<p><span id="more-542"></span>Seseorang yang impulsif ingin kemauannya segera terpenuhi. Dia nggak berpikir panjang saat bertindak, yang penting puas dulu. Ujung-ujungnya baru, deh, menyesal.</p>
<p><img title="More..." src="http://localhost/wordpress27/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />Seseorang jadi impulsif didorong sifat temperamental yang dimilikinya. Umumnya si impulsif mudah terpancing emosinya. Mereka juga tidak bisa mengendalikan diri saat menghadapi tekanan.</p>
<p>Ketika dalam tekanan, si impulsif merasa terancam dan menganggap orang lain sebagai musuh, sehingga cenderung melakukan tindakan negatif. Bahkan, mereka bisa memutuskan untuk bunuh diri saja!</p>
<h2>Dari sananya, sih</h2>
<div id="attachment_543" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/panglima-perang-termuda.html"><img class="size-full wp-image-543" title="anak marah" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/03/anakmarah.jpg" alt="anak marah" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">anak marah</p></div>
<p>Penyebab seseorang berpribadi impulsif ada dua. Penyebab pertama karena bawaan genetik. Selebihnya, karena pengaruh lingkungan.</p>
<p>Meski nggak sedikit orang yang dilahirkan dengan bibit impulsif, umumnya, sih, proses pembelajaran sejak kecilah yang lebih banyak menjadi penyebabnya.</p>
<p>Jika seseorang terbiasa melihat orang-orang terdekatnya bereaksi emosional terhadap hal-hal yang mengganggunya, dia pun akan meniru sikap tersebut.</p>
<p>Seorang anak akan mempelajari reaksi orangtuanya dalam menghadapi situasi. Jika dia melihat sang ayah membanting piring saat kesal, maka dia akan mencontohnya.</p>
<p>Jika nggak dikontrol, sifat impulsif dalam diri seseorang akan mendarah daging. Sayang, banyak orangtua yang membiarkan anaknya bersikap semaunya dan menuruti dorongan hatinya. Padahal seharusnya mereka memberikan teguran terhadap tindakan impulsif sang anak.</p>
<h2>Rugi sendiri</h2>
<p>Salah satu kerugian memiliki sifat impulsif adalah terganggunya kehidupan sosial kita. Sifat ini melekat kuat di diri kita sehingga mewarnai semua aspek kehidupan dari karier hingga kehidupan pribadi. Ujung-ujungnya akan bikin susah diri sendiri.</p>
<p>Sifat impulsif dapat menghambat karier kita. Saat atasan memberikan kritik, misalnya, seseorang yang impulsif langsung jadi defensif. Dia nggak mau terima kritik tersebut dan malah balik menyerang atasannya. Tindakan impulsif juga bisa mempermalukan diri kita sendiri.</p>
<p>Contohnya, saking nggak bisa menahan emosir tanpa sadar kita memberi tontonan gratis di tempat-tempat umum, seperti bertengkar dengan pasangan sampai tampar-tamparan di jalanan (* males&#8230; *)!</p>
<h2>Dikekang Donk &#8230;</h2>
<p>Sifat impulsif ini tentu saja bukan harga mati untuk seseorang. Asal ada kemauan, kita bisa mengubah sifat ini, kok. Yang penting, nih, kita menyadari dulu kalau kita adalah orang yang impulsif dan emosional.</p>
<p>Selanjutnya kita kudu memiliki kemauan untuk mengontrol diri.<br />
Renungkan, deh, untung-rugi bersikap impulsif. Apakah selama ini kita lebih banyak mendapatkan hal positif atau sebaliknya? Kalau perlu, bikin daftar &#8216;kerugian&#8217; yang sudah kita peroleh selama ini.</p>
<p>Jangan lupa minta masukan dari orang terdekat juga. Biasanya mereka lebih sering kena getahnya, tuh! Saat merasa tertekan sebaiknya kita menjauhi hal-hal yang bisa membuat kita bertindak impulsif. Mendingan menyendiri sejenak, deh, kalau sepertinya kita akan meledak.</p>
<p>Selalu berpikir positif dengan melihat sisi baik dari setiap masalah, bahkan saat kita menerima kritik. Banyak, kok, kritik yang membangun, asal kita mau berbesar hati.</p>
<p>Biasa melihat keponakan yang masih balita nangis meraung-raung karena nggak dibelikan es krim? Nah, seperti itulah si impulsif. Seperti anak-anak tidak bisa mengendalikan diri dan ngambek jika keinginannya tidak terpenuhi, begitu pula si impulsif. Makanya, kalau sudah mengaku dewasa jangan impulsif lagi dong!</p>
<h2>Bentuk Lain</h2>
<div id="attachment_544" class="wp-caption alignleft" style="width: 220px"><a href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/02/pertanyaan-pertanyaan-refleksi-diri.html"><img class="size-full wp-image-544" title="pasangan impulsif" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2010/03/pasangan20.jpg" alt="pasangan impulsif" width="210" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">pasangan impulsif</p></div>
<p>Orang yang impulsif memang emosional, tapi emosional nggak selalu identik dengan marah-marah. Ngasal mengambil keputusan juga merupakan contob bentuk emosional. Misalnya, nih, secara spontan seseorang membelanjakan uang yang ada di dompetnya untuk keperluan yang tidak terlalu mendesak.</p>
<p>Seseorang yang langsung memutuskan untuk menikah meski baru saling mengenal selama beberapa minggu, bahkan hari,  juga merupakan contoh tindakan impulsif. Karena merasa sudah benar-benar cinta, mereka nekat menikah dan nggak sedikit yang akhirnya bercerai walau pemikahannya baru seumur jagung!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2010/03/jangan-impulsif-donk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Dosa Wanita Kantoran</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/09/5-dosa-wanita-kantoran/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/09/5-dosa-wanita-kantoran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 05:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[cewe]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[masih ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang seringkali terlewat tapi berpotensi besar merusak penampilan saat kerja. Lihat masalahnya dan temukan solusinya berikut ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_377" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://mediasehat.com/konten1no65"><img class="size-full wp-image-377" title="wanita kantor" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/09/officelady09.jpg" alt="wanita kantor" width="230" height="173" /></a><p class="wp-caption-text">wanita kantor</p></div>
<p>Setiap hari kita mungkin tak pernah meleset melakukan ritual kecantikan di rumah, menggunakan pelembab yang dilengkapi SPF di pagi hari dan membersihkan wajah plus mengaplikasikan krim malam ketika hendak tidur.</p>
<p>Juga tak pernah lupa berolahraga agar fisik selalu bugar. Dengan begitu, kita tampil prima saat bekerja. Semua itu sudah oke. Masalahnya, masih ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang seringkali terlewat tapi berpotensi besar merusak penampilan saat kerja. Lihat masalahnya dan temukan solusinya berikut ini.</p>
<h2>1. Terlalu Lama Terpapar AC</h2>
<p>Rasanya, kini hampir tak mungkin gedung perkantoran tidak menggunakan AC. Artinya, area kerja kita hampir bisa dijamin full AC. Umumnya, gedung perkantoran menggunakan jenis AC sentral alias pengaturan suhunya terpusat. Dengan demikian, sulit bagi kita untuk mengendalikan temperatur atau kadar kelembabannya. Padahal, terlalu lama terpapar AC berpotensi membuat kulit kering. Meminta AC dimatikan? Wah bisa-bisa, didemo karyawan lain.</p>
<p>Penggunaan AC membuat kadar kelembaban di dalam ruangan rendah. Kadar kelembaban yang rendah ini mengakibatkan kulit kehilangan air dan minyak. Akibat selanjutnya mudah ditebak, yaitu kulit menjadi kering. Kulit yang kering memiliki kadar kelenjar minyak yang rendah dan membuatnya menjadi lebih sensitif, sehingga mudah mengelupas dan merekah.</p>
<h2>Solusi</h2>
<p>Paling mudah dan cepat adalah sering-sering <a title="MERAWAT KECANTIKAN ALAMI - Artikel utama - Mediasehat" href="http://mediasehat.com/konten1no101" target="_blank">mengaplikasikan pelembab badan</a>. Langkah ini bermanfaat mencegah kadar air yang hilang dan membuat kulit lembut kembali. Ada beberapa jenis pelembab, yaitu krim dan lotion. Tingkat perlindungan krim memang lebih tinggi daripada lotion. Kita perlu rajin-rajin mengoleskan lotion untuk mengurangi kekeringan di kulit.</p>
<p><span id="more-374"></span>Jangan lupakan perlindungan dari dalam. Sudah tahu kulit bakalan menjadi kering karena AC, ya banyak-banyaklah <a title="sibening yang menyehatkan" href="http://pelangiku.com/2009/04/si-bening-menyehatkan/" target="_blank">mengonsumsi air putih</a>. Ini membantu agar kulit tetap terjaga kelembabannya.</p>
<p>Di sisi lain, sebaiknya <a title="engga ngopi dulu ah ..." href="http://pelangiku.com/2009/05/nggak-ngopi-dulu-ahhh/" target="_blank">hindari konsumsi minuman berkafein</a>. Kandungan ini memiliki efek diuretik (ingin buang air kecil), sehingga membuat tubuh dan sel-sel kulit kehilangan cairan dan mineral penting. <a title="nutrisi yang bikin kamu cantik" href="http://pelangiku.com/2009/02/nutrisi-yang-bikin-kamu-cantik/" target="_blank">Perhatikan pula pola makan Anda</a>. Perbanyak porsi sayuran dan buah serta seimbangkan asupan protein dan lemak takjenuh, untuk melindungi kulit Anda.</p>
<h2>2. Salah Postur Tubuh</h2>
<div id="attachment_378" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://pelangiku.com/2009/03/bodyguard-tulang/"><img class="size-full wp-image-378" title="santai dulu" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/09/officelady11.jpg" alt="santai dulu" width="200" height="244" /></a><p class="wp-caption-text">santai dulu</p></div>
<p>Meski Anda pekerja kantoran yang bekerja di belakang meja, tidak berarti 100% terbebas dari risiko pekerjaan fisik lho. Nyeri punggung dan sakit pinggang juga mengancam pekerja kantoran.</p>
<p>Duduk atau berdiri dalam waktu lama dapat menyebabkan nyeri punggung dan pinggang. Hal ini sering dialami oleh pekerja kantoran yang harus duduk dari pagi hingga sore untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Bila gangguan ini berat maka dapat menyebabkan nyeri hebat akibat penjepitan pada syaraf yang ada di tulang belakang.</p>
<h2>Solusi</h2>
<p>Sebelum nyeri keburu datang atau bertambah parah, ayo kita cegah. Posisi duduk terbaik saat di meja kerja adalah posisi punggung dan leher sebisanya berada pada satu garis lurus, tidak membungkuk, dan tidak berlendot malas.</p>
<p>Gunakan kursi dengan penyangga punggung yang pas. Saat mengangkat barang, jangan dilakukan sambil membungkuk. Lebih baik berjongkok atau rendahkan posisi tubuh hingga kurang lebih sejajar dengan barang tersebut, baru diangkat.</p>
<p>Kalau harus berdiri atau duduk dalam waktu lama, usahakan posisi tubuh kita tegap. Hal ini membantu berat badan terdistribusi secara merata sehingga tidak akan memberi tekanan berlebihan pada salah satu bagian tubuh.</p>
<h2>3. Stress Berkepanjangan</h2>
<div id="attachment_379" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://pelangiku.com/2009/02/jangan-benci-bahan-pengawet/"><img class="size-full wp-image-379" title="stress bekerja" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/09/stress02.jpg" alt="stress bekerja" width="200" height="267" /></a><p class="wp-caption-text">stress bekerja</p></div>
<p><a title="macam-macam solusi stress" href="http://pelangiku.com/2009/07/macam-macam-solusi-stress/" target="_blank">Stres</a> membuat kulit mudah bermasalah. Saat sedang stres, kadar homon kortisol (yang sering disebut hormon stres) meningkat. Hal ini membuat produksi minyak dalam kulit ikut meningkat, lebih tinggi dari biasanya. Akibatnya, kulit menjadi lebih berminyak dan mudah timbul masalah kulit. Nah, ketika pembuangan minyak berjalan tidak sempurna dan menyumbat pori-pori, saat itulah jerawat muncul.</p>
<p>Stres juga dapat berdampak ke rambut. Dalam kondisi stres, rambut masuk ke dalam fase kerontokan yang disebut telogen. Telogen effluvium, adalah masalah kerontokan rambut yang muncul tiga bulan setelah seseorang mengalami stres berat, entah fisik atau emosional. Masalah ini sebenarnya sangat umum terjadi. Biasanya, rambut akan tumbuh dengan sendirinya dalam waktu enam hingga sembilan bulan.</p>
<h2>Solusi</h2>
<p>Jangan tambah stres saat mendapati wajah kita tiba-tiba penuh kilap atau <a title="Jerawat Batu dan Flek Bekas Jerawat - Konsultasi kesehatan" href="http://mediasehat.com/tanyajawab327" target="_blank">jerawat</a> bermunculan. Manusia kan tak bisa terhindar dari stres. Kalau ingin kulit dan rambut tetap terlihat sehat dan cantik dalam situasi kerja seperti apa pun, kita harus mampu mengendalikan stres. Berolahragalah.</p>
<p>Olahraga membantu melepaskan hormon endorphin yang dapat mengurangi stres. Bisa juga dengan meditasi, latihan pernapasan, dan jangan kurangtidur. Prakteknya mungkin sulit. Apalagi bila sedang banyak proyek yang membuat kita harus lembur berhari-hari. Tapi coba usahakan.</p>
<p>Tidur cukup dapat menyeimbangkan kadar hormon kortisol. Bila jerawat keburu keluar, cari produk yang dapat membantu mengatasinya. Ada jerawat artinya ada peradangan.  Disarankan untuk memilih produk yang mengandung asam salisilat, timun, chamomile, atau zat besi yang berfungsi sebagai anti-peradangan.</p>
<h2>4. Sering Bersepatu Hak Tinggi</h2>
<div id="attachment_380" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://pelangiku.com/2009/02/nutrisi-yang-bikin-kamu-cantik/"><img class="size-full wp-image-380" title="bersepatu hak tinggi" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/09/officelady05.jpg" alt="bersepatu hak tinggi" width="200" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">bersepatu hak tinggi</p></div>
<p>Apakah kita sudah seperti Carrie Bradshaw di Sex and The City yang menganggap &#8216;high heels is my passion?&#8217; Memang sih, <a title="melangkah anggun dengan high heels" href="http://pelangiku.com/2009/04/melangkah-anggun-dengan-high-heels/" target="_blank">sepatu hak tinggi</a> bisa seketika menyulap penampilan kita menjadi keren atau terkesan profesional. Namun di sisi lain, sepatu hak tinggi adalah faktor terbesar penyebab masalah kaki pada wanita.</p>
<p>Kaki yang dipaksa muat pada bagian depan sepatu hak tinggi yang biasanya sempit (atau runcing), membuatnya menjadi tertekuk dalam posisi yang tidak alami. Ini yang disebut hammertoe yaitu jari kaki menekuk dan menekan bagian dalam sepatu. Sakit? Pastinya.</p>
<p>Memakai sepatu hak tinggi terus menerus berarti mengurangi waktu pertemuan antara tulang tumit dan tanah. Hal ini membuat tendon Achilles (penghubung antara otot betis dan tulang tumit) tidak dapat meregang dengan baik, sampai pada titik saat kita tak lagi nyaman mengenakan sepatu hak datar.</p>
<p>Sepatu hak tinggi juga membuat distribusi berat badan tidak merata karena tumpuan dibebankan ke bagian depan kaki. Timbul tekanan dan nyeri. Kondisi macam ini 10 kali lebih umum terjadi pada wanita daripada pria. Nah lho!</p>
<p>Sepatu hak tinggi yang lebar memang lebih nyaman daripada stiletto (hak runcing). Sehingga rasanya oke saja dipakai sepanjang hari. Padahal, sepatu jenis ini lebih besar berpotensi meningkatkan risiko osteoarthritis di lutut. Ini karena, apapun jenis hak tinggi kita, semuanya memberikan tekanan yang tidak normal pada lutut.</p>
<h2>Solusi</h2>
<p>Lalu, haruskah stiletto tercinta dibiarkan teronggok saja di rak? Tidak juga. Secara mengejutkan, sepatu hak datar juga tidak terlalu ideal untuk kesehatan kaki. Menurut studi tersebut, paling baik adalah sepatu hak rendah sekitar 2-4 cm dengan bagian depan persegi atau minimal tidak runcing.</p>
<p>Disarankan untuk mengenakan sepatu hak tinggi hanya pada acara khusus. Misalnya saat hendak presentasi atau pesta di malam hari. Di acara keluarga, cukup kenakan sepatu hak rendah.</p>
<p>Kalaupun kita dituntut untuk mengenakannya sepanjang hari, coba curi-curi waktu sejenak untuk mengistirahatkan kaki, seperti ketika kita berada di belakang meja dan kaki tersembunyi dari pandangan orang lain. Sepatu hak tinggi memang mampu mempercantik penampilan. Tapi kalau akibatnya membuat kaki merana dan memperburuk kesehatan, ya tak mau kan?</p>
<h2>5. Gara-gara Komputer</h2>
<div id="attachment_381" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://pelangiku.com/2009/03/coklat-cinta-pada-gigitan-pertama/"><img class="size-full wp-image-381" title="menggunakan laptop" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/09/officelady04.jpg" alt="menggunakan laptop" width="200" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">menggunakan laptop</p></div>
<p>Hari gini, siapa sih karyawan kantor yang tidak <a title="bahaya dibalik laptop" href="http://pelangiku.com/2009/03/bahaya-di-balik-laptop/" target="_blank">bekerja pakai komputer</a>? Penggunaan komputer atau mouse secara rutin ternyata memicu carpal tunnel syndrome (CTS). CTS adalah kondisi yang disebabkan adanya tekanan pada suatu jenis saraf di pergelangan tangan.</p>
<p>Gejala yang dialami dapat meningkat secara bertahap. Pertama dimulai dengan adanya rasa nyeri, lemah, atau mati rasa. Bisa di jari, telapak, pergelangan tangan, dan lengan. Setelah itu, dapat meningkat dengan berkurangnya daya genggam. Hal ini mengakibatkan Anda mengalami kesulitan melakuan aktivitas tangan yang sebetulnya sederhana, dari mengepal hingga memegang obyek kecil.</p>
<p>Bila menimpa ibu jari, yang terkena terutama ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Katanya, gejala akan lebih terasa pada malam hari atau saat berada di ruang ber-AC. Mereka yang sering menggunakan tangan dalam jangka waktu panjang, terutama dengan gerakan yang mengulang, berisiko terkena keluhan ini. Pada pekerja kantoran, ini bisa terjadi bila terlalu lama menggunakan keyboard atau mouse dengan posisi yang salah.</p>
<h2>Solusi</h2>
<p>Tak perlu khawatir, keluhan ini dapat sembuh total asal cepat ditangani. Bila masih ringan, bisa ditangani dengan obat pereda sakit atau fisioterapi. Namun, yang paling penting, kita mesti memperbaiki posisi saat menggunakan komputer atau mouse.</p>
<p>Tangan, misalnya, harus diletakkan di bagian tengah keyboard. Siku membentuk posisi 90 derajat, demikian pula lutut. Siku dan lutut harus sejajar dengan lantai. Paling baik, cari kursi yang memiliki penyangga tangan.</p>
<p>Kalau merasa sudah terlalu lama bekerja dengan komputer atau mouse, istirahatlah sembari lakukan peregangan. Ini membantu otot pergelangan tangan tetap relaks.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/09/5-dosa-wanita-kantoran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsen donk &#8230;</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/06/konsen-donk/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/06/konsen-donk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 13:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Fisik kita, sih, berada di depan komputer di kantor. Tapi pikiran kita melayang dan bercabang ke segala arah: mulai dari uang kos yang belum dibayar, sampai janjian pergi dengan pacar di akhir minggu.
Sulit berkonsentrasi adalah masalah yang paling sering dihadapi karyawan. Nggak jarang, tuh, pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dalam beberapa jam jadi molor karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_306" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img class="size-full wp-image-306" title="konsentrasi" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/06/konsentrasi01.jpg" alt="konsentrasi" width="220" height="146" /><p class="wp-caption-text">konsentrasi</p></div>
<p>Fisik kita, sih, berada di depan komputer di kantor. Tapi pikiran kita melayang dan bercabang ke segala arah: mulai dari uang kos yang belum dibayar, sampai janjian pergi dengan pacar di akhir minggu.</p>
<p>Sulit berkonsentrasi adalah masalah yang paling sering dihadapi karyawan. Nggak jarang, tuh, pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dalam beberapa jam jadi molor karena kita nggak bisa konsentrasi.</p>
<h2>Nggak terlatih</h2>
<p>Dari rumah kita sudah bertekad menyelesaikan beberapa tugas dalam satu hari. Prakteknya, hanya satu dari sekian target yang bisa selesai. Hal ini terjadi karena kita kurang terlatih memilah dan memilih hal-hal yang kudu kita perhatikan dalam jangka waktu tertentu.</p>
<p>Konsentrasi adalah pemusatan kesadaran terhadap suatu hal dalam situasi tertentu. Karena nggak membiasakan diri fokus ke satu hal, kita jadi sulit berkonsentrasi. Penyebab buyarnya konsentrasi bermacam-macam, baik dari diri sendiri maupun faktor luar.</p>
<p>Tingkat konsentrasi yang dibutuhkan seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan beragam, tergantung jenis tugasnya. Tapi kita bisa, kok, meningkatkan daya konsentrasi saat bekerja. Yang penting, nih, kita punya tekad kuat dan mau berusaha!</p>
<p><span id="more-303"></span>Perhatian yang terpusat tentu memberikan hasil yang lebih baik dari segi kualitas dan kecepatan kerja kita. Efeknya, jumlah pekerjaan yang dihasilkan pun lebih banyak.</p>
<h2>Siapkan dulu &#8230;</h2>
<p>Sebelum mengerjakan satu tugas, lakukan sejumlah persiapan ini biar konsentrasi kerja kita makin maksimal!</p>
<ol>
<li>Susun dan tentukan deadline semua tugas.</li>
<li>Bikin daftar itu berdasarkan prioritas, baik dari segi kepentingannya hingga batas waktu penyelesaiannya.</li>
<li>Kenali kebiasaan kita dalam bekerja. Jika kita lebih semangat bekerja di pagi hari, sebaiknya datang ke kantor sepagi mungkin sehingga bisa bekerja lebih awal. Merasa lebih efektif bekerja setelah makan siang? Siap-siap menanggung risiko pulang lebih sore, tuh!</li>
<li>Kondisi fisik tetap harus diperhatikan. Pastikan kita sarapan sebelum berangkat bekerja.</li>
<li>Atur tempat kerja kita. Rapikan kertas-kertas menumpuk sehingga meja terlihat rapi. Dijamin, deh, meja rapi akan bikin kita makin semangat mengerjakan tugas.</li>
<li>Bereskan &#8216;tugas-tugas&#8217; luar kantor (seperti membayar kartu kredit atau membeli hadiah untuk keponakan) di luar jam kantor.</li>
</ol>
<h2>Fokus, yuk!</h2>
<p>Jika sudah melakukan persiapan, kita tinggal mengerjakan tugas yang sudah kita tetapkan. Intip cara-cara mengatasinya.</p>
<ul>
<li>
<h2>Bla &#8230; bla &#8230; bla &#8230;</h2>
<p>Di kantor pasti ada suara-suara yang bisa membuyarkan konsentrasi kita, seperti atasan yang berteriak menagih hasil laporan hingga rekan kerja yang bergosip.<br />
<strong>Tip : </strong>wajar kalau ada gangguan suara di kantor. Jika suara-suara sangat mengganggu konsentrasi, siasati dengan memasang musik (tentunya gunakan earphone, dong!). Putar musik yang bisa membangkitkan semangat kerja kita. Lebih asyik, sih, musik yang upbeat</li>
<li>
<h2>Brrr &#8230; brrr &#8230;</h2>
<p>Hampir semua kantor sudah menggunakan fasilitas pendingin ruangan.  Sebalnya, nih, suhu ruangan kantor kita dingin ba-nget sehingga malah bikin kita meringis kedinginan dan nggak bekerja.<br />
<strong>Tip :</strong> cukup banyak orang yang nggak bisa berkonsentrasi karena suhu yang terlalu dingin atau panas. Aturlah suhu ruangan sehingga nggak bikin kita kedinginan atau kepanasan. Jika tidak memung-kinkan, gunakan pakaian yang sesuai suhu ruangan.</li>
<li>
<h2>Kring &#8230; kring &#8230;</h2>
<p>Hampir 10 menit sekali ponsel kita berbunyi. Masalahnya orang yang menelepon kita nggak ada hubungannya dengan kantor, melainkan teman-teman kita. Hasilnya kita lebih banyak curhat daripada bekerja, bagaimana bisa konsentrasi kerja?<br />
<strong>Tip :</strong> nyalakan fitur &#8216;Silent&#8217; di ponsel saat bekerja. Heningkan ponsel saat sedang menyusun draft pertama laporan. Saat draft kasar sudah jadi dan kita tinggal merapikannya, aktifkan kembali, nada dering ponsel kita. Yang penting, kita sudah melewati tahap pembuatan konsep awal yang perlu daya konsetrasi tinggi.</li>
<li>
<h2>Kriuk !</h2>
<p>Sudah sarapan tapi perut masih berteriak kelaparan menjelang siang. Bukannya memikirkan hasil laporan, di otak kita malah terbayang makanan-makanan enak. Aduh, lapaaar&#8230;.<br />
<strong>Tip</strong> : kalau harus konsentrasi bekerja, bukan berarti kita nggak boleh istirahat sejenak. Kalau perut sudah benar-benar harus menerima asupanan makanan, rehat lima menit, deh, untuk ngemil pengganjal hingga makan siang. Kalau sudah kenyang, kita akan lebih mudah fokus lagi ke pekerjaan.</li>
<li>
<h2>Bosaaaaaaan &#8230; !</h2>
<p>Tiba-tiba kita merasa bosan setengah mati — sepertinya tiap hari melakukan pekerjaan yang sama. Kita jadi malas dan nggak fokus mengerjakannya&#8230;.<br />
<strong>Tip : </strong>salah satu cara menumbuhkan semangat bekerja kembali adalah dengan menemukan motivasi kita. Ingat-ingat, deh, target kita tahun ini, seperti berjalan-jalan ke luar negeri (* mungkin gak ya ? *). Demi mendapatkan uang (syukur-syukur plus promosi) buat bersenang-senang merupakan motivasi ampuh biar kita lebih mudah konsentrasi bekerja!</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/06/konsen-donk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

