<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelangi Di Seberang Mentari &#187; cemas</title>
	<atom:link href="http://pelangiku.com/tag/cemas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pelangiku.com</link>
	<description>Untaian warna-warni menghiasi bentangan kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Oct 2010 11:13:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cemas Melulu, Sih &#8230;</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/11/cemas-melulu-sih/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/11/cemas-melulu-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 16:47:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[cemas]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Insecure merupakan rasa nggak aman dengan alasan logis, meski kita belum pernah mengalaminya. Misalnya kita diajak ke pesta sama teman baru, kita sudah takut duluan nggak bakal diajak ngobrol orang lain]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_462" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/04/tanda-tanda-cowok-lagi-bokek/"><img class="size-full wp-image-462" title="berasa cemas" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/insecure08.jpg" alt="berasa cemas" width="230" height="283" /></a><p class="wp-caption-text">berasa cemas</p></div>
<p>Melihat ramainya kejahatan yang terjadi belakangan ini, rasanya wajar saja kalau kita kadang-kadang merasa nggak aman. Nggak memakai perhiasan berlebihan, nggak menelepon saat berada di kendaraan umum, sampai meninggalkan kartu kredit di rumah dan membawa uang ngepas ke kantor atau kuliah.</p>
<p>Anehnya, nih, perasaan nggak aman ini nggak hanya kita rasakan saat di tempat umum. Pas divisi kita kedatangan anak baru lulusan luar negeri, kita juga merasa &#8216;terancam&#8217;. Jangan-jangan dia bakal merebut posisi kita, nih! Waktu kenalan dengan teman cewek si dia, kita jadi jatuh pede. Ah, cewek ini bisa banget mengambil pacar kita!</p>
<h2>Panik, Panik, Panik!</h2>
<p>Sering mengalami hal-hal seperti di atas? Perasaan tidak aman yang biasa kita alami ini biasanya disebut <em>insecure</em>, berbeda dengan paranoid.</p>
<p><em><img title="More..." src="http://localhost/wordpress27/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-461"></span>Insecure</em> merupakan rasa nggak aman dengan alasan logis, meski kita belum pernah mengalaminya. Misalnya kita diajak ke pesta sama teman baru, kita sudah takut duluan nggak bakal diajak ngobrol orang lain. Kalau paranoid biasanya nggak ada alasannya, asal takut saja.</p>
<p>Biasanya penyebab <em>insecure</em> ini karena kita nggak pede dan ragu-ragu sehingga akhirnya jadi nggak nyaman dengan diri sendiri. Hal ini bakal semakin buruk jika kita pernah melihat atau mendengar pengalaman orang lain yang kurang menyenangkan. Kita pun jadi membayangkan akan mengalami hal sama.</p>
<p>Misalnya, kita diceritakan rekan kerja kalau posisinya di kantor pernah disalip anak baru. Begitu kita berkenalan dengan rekan kerja baru, bukannya membimbing, kita malah panik sendiri dengan keberadaannya. Padahal kalau kita pede, mungkin semuanya baik-baik saja.</p>
<h2>Tambah Stress</h2>
<div id="attachment_463" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/310"><img class="size-full wp-image-463" title="makin stress" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/insecure10.jpg" alt="makin stress" width="230" height="197" /></a><p class="wp-caption-text">makin stress</p></div>
<p>Terbiasa &#8216;memanjakan&#8217; perasaan nggak aman ini, sudah pasti kita rugi: jadi tertekan dan murung. Contohnya saat bekerja di kantor, gara-gara selalu takut dimarahi atasan karena melanggar tenggat waktu, kita memilih mengerjakan semua serba cepat. lya, sih, tenggat waktu terpenuhi, tetapi banyak kesalahan juga karena kita asal selesai!</p>
<p>Pikirkan orang lain setiap kali kita merasa nggak aman. Hasil kerja tim kerja kita di kantor kacau karena sikap kita yang terburu-buru dan ketakutan terus. Orang lain jadi terpengaruh, kan? Mereka bisa ikut-ikutan nggak pede karena kita. Kalau sikap lebih tenang, kerja juga lebih fokus.</p>
<p>Efek buruk lain yang mungkin terjadi ketika kita terus-terusan merasa tidak aman adalah stres berat dan tidak tahu cara mengendalikannya. Akibatnya, daya tahan tubuh bisa menurun dan kita cenderung mengulangi kebiasaan buruk karena dianggap sebagai jalan pintas.</p>
<p>Begitu <a title="macam-macam solusi stress" href="http://pelangiku.com/2009/07/macam-macam-solusi-stress/" target="_blank">stres</a>, kita jadi nggak bisa nahan nafsu makan. Tubuh pun makin gendut dan mudah sakit. Atau kita yang tadinya berhenti <a title="merokok, sengsara dibalik nikmat" href="http://mediasehat.com/serba04.php" target="_blank">merokok</a> jadi merokok lagi &#8211; merusak tubuh, deh.</p>
<h2>Bisa Jadi Positif</h2>
<p>Sebenarnya, nih, jika kita mampu menyikapinya dengan benar, rasa <em>insecure</em> ini bisa berdampak positif. Kita jadi lebih waspada dan mampu meningkatkan kemampuan diri kita.</p>
<p>Bila selama ini kita takut disaingi anak baru, kerja kita seharusnya bisa lebih cermat dan memuaskan. <em>Insecure</em> juga menyiapkan kita menghadapi keadaan kurang baik.</p>
<p>Jika kita takut dimarahi atasan karena merasa kerjaan kita salah, tentu kita bakal menyiapkan alasannya. Nggak shocked lagi, deh, jika atasan benar-benar marah.</p>
<p>Pacu diri kita dengan <em>insecure</em> yang kita rasakan. Kalau dulu kita malas bertemu orang baru karena takut penampilan kita buruk, sekarang tambah pengetahuan kita agar orang lain nggak hanya menilai kita lewat penampilan tapi juga kecerdasan. Nggak perlu malu karena kita dianggap beda oleh orang lain.</p>
<div id="attachment_464" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://miacantik.com/2009/10/29/iga-penyet-atau-iga-bakar-bumbu-rujak/"><img class="size-full wp-image-464" title="berusaha biar makin menarik" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/insecure05.jpg" alt="berusaha biar makin menarik" width="230" height="175" /></a><p class="wp-caption-text">berusaha biar makin menarik</p></div>
<p>Takut si dia diambil cewek lain? Coba, deh, lihat tipe cewek yang disukai si dia. Mungkin saja selama ini si dia nggak betah dekat kita karena kita yang judes dan nggak mau tahu perasaannya. Kalau kita mau menerimanya menjadi pacar kita, harusnya kita pun mempercayainya. Tempatkan diri kita di posisinya. Nggak nyaman, kan, kalau dicurigai terus?</p>
<p>Coba lihat orang-orang di sekitar kita yang pede dengan dirinya sendiri. Kalau mereka bisa kita pasti bisa, kok. <em>Insecure</em> boleh tapi jangan sampai menutup kesempatan kita untuk lebih baik.</p>
<h2>Curhat Aja Lagi</h2>
<p>Jika kita sulit banget menghilangkan rasa insecure berlebihan dalam diri kita, banyak-banyak, deh, konsultasi dengan orang yang kita percaya seperti pacar atau sahabat. Sikap terbuka dan mau mendengarkan orang lain akan menimbulkan rasa aman dalam diri kita. Paling nggak, saran dan masukan mereka akan menenangkan kita.</p>
<p>Selain itu, penting banget menanamkan rasa percaya pada orang lain agar kita nggak cepat cemas. Dijamin, deh, hidup akan lebih nyaman.</p>
<p><em>Insecure</em> hanya bisa dihilangkan jika ada kemauan berubah dari kita. Salah satu caranya dengan curhat. Mungkin saja teman curhat kita punya pengalaman menarik yang bisa jadi pelajaran. Makanya jangan ragu untuk punya banyak teman. Makin banyak teman tentu kita bakal makin merasa aman, karena memiliki orang-orang yang memperhatikan kita.</p>
<p>Sebaliknya, bila teman kita yang susah banget menghilangkan rasa <em>insecure</em>-nya, kita kudu mengingatkannya. Sebaiknya, sih, ingatkan dengan baik dan jangan judge langsung. Soalnya, nih, kritik yang disampaikan secara kasar justru nggak bakal didengar. Nggak mau, kan, teman kita balik marah dan memusuhi kita&#8230;.</p>
<p>Jika ingin mengubah sikap seseorang, beri contoh kelakuan yang sudah dilakukannya, jelaskan kronologisnya, jangan langsung memarahi. Perlakuan yang baik tentu akan menghasilkan perubahan yang baik juga.</p>
<h2>Senang = Tenang</h2>
<div id="attachment_465" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/06/bernapas-tak-bebas/"><img class="size-full wp-image-465" title="kita memang oke" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/memangoke.jpg" alt="kita memang oke" width="230" height="231" /></a><p class="wp-caption-text">kita memang oke</p></div>
<p>Banyak cara yang bisa kita lakukan biar makin pede:</p>
<p><strong>Kita memang oke!<br />
</strong>Pacar punya sejumlah teman cewek keren abis? Nggak usah takut, buktinya si dia tetap menggandeng kita erat-erat saat ketemu mereka dan memperkenalkan kita sebagai pacar tersayangnya.</p>
<p><strong>Terus kembangkan potensi diri<br />
</strong>Stop iri pada rekan kerja yang kita curigai bakal menggantikan posisi kita. Kalau dia jago Bahasa Inggris, ya kita juga harus mau upgrade kemampuan Bahasa Inggris kita juga, dong!</p>
<p><strong>Utamakan positif<br />
</strong>Apalagi saat berada di tempat yang baru. Jika kita sudah keburu merasa nggak aman dan menutup diri, secara nggak langsung orang lain akan merasakan &#8216;penolakan&#8217; kita. Kemungkinan untuk memperluas jejaring jadi buntu, deh&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/11/cemas-melulu-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

