<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelangi Di Seberang Mentari &#187; jiwa</title>
	<atom:link href="http://pelangiku.com/category/kesehatan/jiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pelangiku.com</link>
	<description>Untaian warna-warni menghiasi bentangan kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Oct 2010 11:13:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Stres, ko Malah Makan ?</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/11/stres-ko-malah-makan/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/11/stres-ko-malah-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 10:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[diet]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Diputusin pacar? Makan. Tegang ngadepin sidang skripsi? Makan lagi. Bete dimarahi bos? Makan juga. Kok, bisa, sih?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_436" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/969"><img class="size-full wp-image-436" title="ngemil selagi bete" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/popcorn02.jpg" alt="ngemil selagi bete" width="230" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">ngemil selagi bete</p></div>
<p>Diputusin pacar? Makan. Tegang ngadepin sidang skripsi? Makan lagi. Bete dimarahi bos? Makan juga. Kok, bisa, sih?</p>
<p>Makan memang salah satu kebutuhan biologis manusia yang utama. Nggak heran dalam sehari kita membutuhkan setidaknya tiga kali makan besar, plus ngemil-ngemil. Kalau memang kita makan untuk memenuhi kebutuhan gizi (dan perut), sih, nggak apa-apa, Tapi apa jadinya kalau kita makan gara-gara bad mood?</p>
<h2>Cari Nyaman</h2>
<p>Bayangkan saat pekerjaan sedang menumpuk, si dia tiba-tiba telepon untuk membatalkan janji kencan akhir minggu ini. Rencana bersantai berdua yang sudah dibayangkan langsung hancur berantakan dan konsentrasi kerja hilang. Terpaksa, deh, lembur sampai malam. Bete? Jelas. Dan akhirnya, tiga potong gorengan dan <a title="coklat, cinta pada gigitan pertama" href="http://pelangiku.com/2009/03/coklat-cinta-pada-gigitan-pertama/" target="_blank">sebatang coklat</a> jadi &#8216;pelarian&#8217; kita.</p>
<p><a title="macam-macam solusi stress" href="http://pelangiku.com/2009/07/macam-macam-solusi-stress/" target="_blank"><span id="more-435"></span>Saat mengalami stres</a> kita bakal berusaha menekan dampak emosi yang nggak nyaman. Dan jika makan jadi usaha kita menekan stres, jangan-jangan kita termasuk <em>emotional eater</em>!</p>
<p><img title="More..." src="http://localhost/wordpress27/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />Emotional eater adalah perilaku makan yang ditampilkan individu sebagai reaksi atas perasaan negatif dari stres yang dialaminya. Jadi kita makan bukan karena rasa lapar, tapi karena perasaan nggak nyaman akibat mengalami situasi yang tidak diinginkan.</p>
<p>Jadi, banyak makan saat stres bukan sekadar teori. Studi ilmiah menunjukkan, 75% perilaku makan berlebih (overeating) disebabkan oleh alasan emosional.</p>
<h2>Kenali Tandanya</h2>
<div id="attachment_437" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/04/kerja-heboh-perut-kita/"><img class="size-full wp-image-437" title="makan lagi" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/makan03.jpg" alt="makan lagi" width="230" height="179" /></a><p class="wp-caption-text">makan lagi</p></div>
<p>Selalu menimbun makanan di meja kerja atau kamar? Jangan panik dulu &#8211; belum tentu kita termasuk emotional eater. Mungkin saja kita butuh makan banyak karena aktivitas fisik padat. Coba, deh, jawab dulu pertanyaan-pertanyaan berikut:</p>
<ul>
<li>Apakah kita sering makan makanan berkalori tinggi?</li>
<li>Apakah kita nggak bisa lepas dari makanan ketika mengalami kondisi emosional tidak nyaman?</li>
<li>Apakah kita menganggap makanan berkalori tinggi sebagai &#8216;hadiah&#8217; setelah melalui saat sulit?</li>
<li>Apakah kita merasa stres, marah dan kesal ketika selesai makan?</li>
<li>Apakah kita sering makan tanpa menyadari alasan kita makan? Misalnya baru saja selesai makan siang namun keinginan untuk makan tetap terus ada walaupun sebenarnya kita nggak lapar.</li>
</ul>
<p>Jika kita menjawab &#8220;ya&#8221; pada lima pertanyaan tadi, bisa jadi kita memang makan untuk mendapatkan rasa nyaman. Dan inilah &#8216;cikal&#8217; emotional eater. Makanan berkalori dan <a title="hal baik tentang lemak" href="http://pelangiku.com/2009/02/hal-baik-tentang-lemak/" target="_blank">berlemak</a> tinggi memang memiliki stress reducer lebih tinggi. Nggak heran jenis makanan ini jadi pilihan kita saat butuh rasa nyaman.</p>
<p>Mulai sekarang, coba perhatikan, deh, kebiasaan kita saat stres. Kalau cokelat, es krim, dan cake selalu jadi teman setia saat stres, hati-hati!</p>
<h2>Akibatnya, nih &#8230;</h2>
<div id="attachment_438" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><a href="http://mediasehat.com/tanyajawab3467"><img class="size-full wp-image-438" title="makan gula-gula" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/makan04.jpg" alt="makan gula-gula" width="220" height="228" /></a><p class="wp-caption-text">makan gula-gula</p></div>
<p>Sebenarnya, makan untuk mendapatkan rasa nyaman bukan hal buruk, kok. Soalnya ini salah satu cara tubuh kita menyesuaikan diri ketika mengalami hal nggak menyenangkan. Tapi perilaku ini jika nggak dikontrol bisa berakhir buruk.</p>
<p>Alasan emotional eater makan adalah untuk mendapatkan kepuasan emosional. Pada akhirnya, kita bakal merasa bersalah atas perilaku makan berlebih ini karena bukan kebutuhan perut yang kita penuhi</p>
<p>Jika setiap kali bete kita selalu makan, lama-lama tubuh akan terbiasa, dan bakal menuntut makan saat stres menyerang. Setelah itu, naiknya berat badan nggak bisa dihindari.</p>
<p>Akibatnya, kita tambah stres dan bisa muncul perasaan rendah diri, malu, dan ketidakstabilan emosi. Kalau dibiarkan dalam jangka waktu lama, obesitas pun bisa menyerang. Kalau sudah begini, masalah bisa tambah runyam karena berbagai penyakit mengintai kita!</p>
<h2>Segera Atasi</h2>
<p>Langkah pertama untuk mengatasi masalah emotional eater adalah mengenali emosi yang kita alami. Buat daftar hal-hal favorit dan yang bukan, sehingga kita bisa tahu reaksi yang kita keluarkan saat mengalami hal-hal itu.</p>
<p>Misalnya, saat stres akibat pekerjaan, kita cenderung melarikan diri ke pantry untuk melahap sepotong cake. Atau jika sedang berantem dengan si dia, setengah lusin donat selalu ada di daftar belanja kita.</p>
<p>Setelah itu, kenali kapan waktu kita merasa lapar. Jika kita sudah memiliki jadwal tetap untuk sarapan, makan siang, dan makan malam, disiplin, deh, dengan jadwal itu. Lalu perhatikan juga aktivitas kita di antara waktu makan. Jika di sela-sela waktu makan aktivitas kita adalah ngemil, segera temukan alternatif kegiatan.</p>
<p>Buat, deh, daftar aktivitas lain yang kita sukai selain makan. Dan yang nggak kalah penting, olahraga teratur! Selain melatih pola pikir positif, olah-raga bisa menjauhkan kita dari stres sehingga kita bisa lebih kuat menghadapi perasaan negatif yang kita alami.</p>
<p>Yang terakhir adalah istirahat cukup. Penelitian ilmiah menunjukkan kelelahan mental dapat menimbulkan penurunan kemampuan individu untuk menghadapi stres. Makanya istirahat, deh, setelah mengalami hari melelahkan.</p>
<div id="attachment_439" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://pelangiku.com/2009/05/sarapan-dulu-dong/"><img class="size-full wp-image-439" title="makan buah" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/11/eatfruit03.jpg" alt="makan buah" width="200" height="293" /></a><p class="wp-caption-text">makan buah</p></div>
<p>Makan mungkin bisa memberikan kenyamanan sementara saat kita sedang bete. Tapi ingat, deh, kalau badan sudah melar dan berbagai penyakit muncul, stres bukannya hilang malah bisa tambah bertumpuk. Jadi, siap-siap memesan pizza saat bete karena dimarahi bos? Pikir-pikir dulu&#8230;.</p>
<h2>Sediakan Camilan</h2>
<p>Mungkin terkesan kontradiktif, tapi sebenarnya menyediakan camilan bisa membuat kita mengontrol perilaku makan. Adanya camilan membuat kita tidak lari ke toko pastry untuk membeli berbagai makanan yang berkalori tinggi. Asal ingat untuk memilih camilan sehat seperti buah-buahan, ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/11/stres-ko-malah-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pastikan Liburan Kita Seru</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/09/pastikan-liburan-kita-seru/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/09/pastikan-liburan-kita-seru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 14:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Asyiknya ... liburan lagi! Siapa teman seperjalanan kita kali ini? Atau mungkin kita lebih senang menikmati libur sendirian? Kemana pun perginya, tentunya menginginkan liburan sukses dan berkesan. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_367" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><a href="http://mediasehat.com/konten11no35"><img class="size-full wp-image-367" title="my gank" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/09/mygank.jpg" alt="my gank" width="220" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">my gank</p></div>
<p>Bukan hanya lokasi dan budget yang perlu kita pikirkan agar liburan benar-benar bermakna, siapa pun partner kita.</p>
<p>Asyiknya &#8230; liburan lagi! Siapa teman seperjalanan kita kali ini? Atau mungkin kita lebih senang menikmati libur sendirian? Kemana pun perginya, tentunya menginginkan liburan sukses dan berkesan. Memang, insiden kecil-kecil seringkali muncul tiba-tiba, sulit dicegah. Tetapi, itu tidak akan ada artinya dibandingkan kenangan manis yang kita peroleh.</p>
<p>Jadi, ingin berlibur sendirian, bersama pasangan atau dengan teman se-gank. Baca di sini panduannya:</p>
<h2>Jalan bareng se-gank, nggak ada matinya</h2>
<p>Ada pendapat yang mengatakan, sifat asli seseorang &#8211; baik atau buruk &#8211; baru akan kelihatan, kalau kita berlibur selama beberapa hari bersamanya. Anggap saja itu sebagai tantangan yang makin mengakrabkan persahabatan se-gank. Lebih baik fokus pada tujuan bersama, yaitu bersenang-senang <a title="macam-macam solusi stress" href="http://pelangiku.com/2009/07/macam-macam-solusi-stress/" target="_blank">melepas stress</a>.</p>
<p><strong>Sebelum pergi :</strong></p>
<ul>
<li>Ajak semua teman yang akan pergi bersama untuk membuat perencanaan. Bicarakan semuanya: budget, makan di mana, menginap di hotel berbintang atau guest house, dan sebagainya. Ini untuk menghindarkan terjadinya konflik.</li>
<li>Tunjuk seorang anggota rombongan untuk menjadi bendahara yang mengurus biaya akomodasi dan transportasi. Jadi, untuk hal-hal tersebut pengeluaran rombongan hanya berasal dari satu sumber. Lebih praktis.</li>
<li>Bawa buku atau MP3 player yang bisa menemani saat menunggu teman.</li>
<li>Bawa selalu makanan kecil di dalam tas. Jangan sampai rasa lapar membuat kita gelisah dan mengomel terus. Bisa-bisa ini merusak acara rombongan kita.</li>
</ul>
<p><span id="more-365"></span><strong>Hari-hari H :</strong></p>
<ul>
<li> Jadwal perjalanan memang dibuat untuk dipatuhi bersama. Tetapi, Anda tetap bisa fleksibel. Kalau ada hal-hal yang menarik bagi kita, sementara teman-teman tidak sependapat, boleh saja kita menyempal dari rombongan. Namun, jangan lupa komunikasikan dengan jelas tujuan kita.</li>
<li>Secara bergantian setiap hari, masing-masing bertindak memimpin rombongan. Dengan begitu, semua orang merasakan bagaimana repotnya menjadi kepala rombongan.</li>
</ul>
<p><strong>Aktivitas Asyik :</strong></p>
<ul>
<li><strong>Menginap di resort</strong>.<br />
Pilihlah villa/bungalow yang bisa kita pakai beramai-ramai. Ini bisa menghemat biaya, lho.</li>
<li><strong>Camping</strong>.<br />
Bersama-sama mandi di sungai, memasak, atau bernyanyi di depan api unggun, sungguh pengalaman yang tak terlupakan.</li>
<li><strong>Mengunjungi pasar tradisional.</strong><br />
Ini akan selalu mengasyikkan. Hanya dalam waktu singkat kita sudah bisa mengetahui adat masyarakat setempat. Selain memperoleh barang-barang menarik tentunya.</li>
<li><strong>Bermain-main di amusement park atau ocean world.<br />
</strong>Kembali menjadi anak-anak, tak ada salahnya. Tanpa kita sadari, kegiatan ini bisa menghalau stres.</li>
<li><strong>Coba aktivitas yang memacu adrenalin.<br />
</strong>Arung jeram, atau selancar. Seru dilakukan beramai-ramai.</li>
</ul>
<h2>Sendirian Juga Seru</h2>
<div id="attachment_368" class="wp-caption alignright" style="width: 230px"><a href="http://mediasehat.com/konten4no49"><img class="size-full wp-image-368" title="backpacker" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/09/backpacker.jpg" alt="backpacker" width="220" height="165" /></a><p class="wp-caption-text">backpacker</p></div>
<p>Coba, deh, sekali waktu pergi sendirian. Dijamin kita akan menemukan pengalaman baru yang seru. Asyik, kan? Kalau punya nyali, ini tipnya:</p>
<p><strong>Sebelum pergi :</strong></p>
<ul>
<li>Buat rencana matang Cari informasi selengkapnya tentang tempat tersebut: kebudayaan, kebiasaan, tempat menginap, hal-hal yang harus hindari, dan lain-lain. Perlu diperhatikan, ada beberapa tempat/ negara yang sebaiknya tidak dikunjungi sendirian oleh wanita.</li>
<li>Buat reservasi hotel jauh hari sebelum keberangkatan. Selain yang tarifnya sesuai dompet, cari hotel yang letaknya di daerah ramai, dekat dengan restoran, sarana transportasi, dan tempat-tempat yang menarik. Untuk ini, kita bisa menanyakannya ke travel agent yang reputasinya naik.</li>
<li>Buat jadwal perjalanan. Berikan daftar ini pada tiga orang yang sangat anda percaya. Berikan juga salinan paspor serta informasi penerbangan dan tiket kita.</li>
<li>Bawa barang-barang yang paling dibutuhkan secukupnya. Kita pergi sendirian, lho. Semakin ringkas bawaan semakin baik. Tinggalkan barang-barang berharga (perhiasan, kartu kredit yang tidak diperlukan) di rumah.</li>
<li>Upayakan tiba di tempat tujuan pada siang hari, sehingga bisa menemukan tempat menginap dengan mudah dan sempat memperhatikan sekeliling.</li>
</ul>
<p><strong>Hari-hari -H:</strong></p>
<ul>
<li>Selalu lakukan aktivitas pada pagi hingga sore hari. Usahakan tiba di hotel sebelum malam.</li>
<li>Jangan lupa untuk secara berkala menghubungi orang-orang terdekat kita, sehingga mereka selalu mengetahui keberadaan kita.</li>
<li>Kalau ingin makan, carilah restoran atau kafe yang berada di tempat ramai, seperti di mal atau pasar.</li>
<li>Percayailah selalu insting. Kalau kita merasa ngeri atau tidak yakin pada sesuatu, seseorang, atau suatu tempat, jauhi saja.</li>
<li>Jangan tunjukkan kebingungan. Bersikaplah seolah-olah kita sudah mengenal daerah tersebut.</li>
<li>Jangan membaca peta di tempat umum. Pelajarilah rute yang akan  ditempuh sebelum pergi. Atau belilah peta seukuran dompet.</li>
<li>Kalau tersesat, jangan ragu untuk minta pertolongan. Orang yang paling aman untuk ditanya adalah sebuah keluarga atau wanita yang memiliki anak.</li>
</ul>
<p><strong>Aktivitas Asyik:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Ke musium atau pasar tradisional.<br />
</strong>Kita bisa lebih fokus memperhatikan barang-barang unik yang ada di musium/pasar tersebut.</li>
<li><strong>Backpacking.<br />
</strong>Kalau kita seorang petualang sejati, aktivitas yang satu ini pasti akan sangat mengasyikkan</li>
<li><strong>Bersepeda.<br />
</strong>Di beberapa tempat, seperti Jogja, Vietnam, Belanda, Prancis, Cina, bersepeda merupakan alat transportasi pilihan. Bahkan, di Cina, Prancis, dan Belanda ada jalur khusus untuk itu. Seru dan menyehatkan pastinya.</li>
<li><strong>Relaksasi di spa.<br />
</strong>Betapa nikmatnya menjalani treatment hampir seharian di spa. Kita bisa benar-benar relaks.</li>
<li><strong>Yoga retreat.<br />
</strong>Kita bisa mengikutinya seperti yang banyak dilakukan di Bali atau di India. Beryoga, mengonsumsi makanan vegetarian, melakukan berbagai akitivitas spiritual akan membuat kita lebih mengenal diri sendiri.</li>
</ul>
<h2>Saatnya Bulan Madu Kedua</h2>
<div id="attachment_369" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><a href="http://www.dbc-network.com/index.php?id=kadekanie&amp;page=2"><img class="size-full wp-image-369" title="berdua" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/09/berdua.jpg" alt="berdua" width="220" height="155" /></a><p class="wp-caption-text">berdua</p></div>
<p>Mungkin ini saatnya berlibur berdua. Suasana relaks, jauh dari hiruk-pikuk membuat pasangan berdua bisa lebih memperhatikan satu sama lain, bisa mengekspresikan cinta yang masih dimiliki. Jadikan acara liburan berdua menjadi unforgettable moment yang manis.</p>
<p><strong>Sebelum pergi:</strong></p>
<ul>
<li>Rencanakan bersama acara liburan kita. Jangan sampai salah seorang merasa terpaksa.</li>
<li>Rencanakan juga tujuan/aktivitas yang ingin kita dan pasangan kita lakukan bersama. Siapkan rencana ekstra. Usahakan segala rencana nantinya bisa benar-benar dinikmati berdua.</li>
<li>Jangan lupa membawa cemilan. Mungkin saja kita dan pasangan kita punya jam lapar yang berbeda. Daripada bingung mencari makanan di perjalanan, lebih baik menyiapkannya sebelum berangkatkan?</li>
<li>Jangan seorang saja yang selalu membuat keputusan. Lebih baik bergantian. Saat berada di tempat atau kota baru atau melakukan perjalanan seharian, biarkan suami yang memimpin.</li>
<li>Rasa humor harus selalu menyertai liburan berdua. Sedikit kendala tak perlu dihadapi dengan tegang. Bisa mengacaukan kehangatan acara.</li>
</ul>
<p><strong>Aktivitas Asyik:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Coba sesuatu yang jarang dilakukan.</strong><br />
Tak harus ke luar kota atau luar negeri berhari-hari. Makan malam berdua di restoran romantis, dancing di klub, relaksasi di spa, juga oke, kok.</li>
<li><strong>Camping.</strong><br />
Berduaan di alam terbuka akan menimbulkan kedekatan di antara kita dan pasangan.</li>
<li><strong>Hiking asyik juga, lho.</strong><br />
Apalagi kalau kita dan pasangan kita punya hobi petualangan yang sama.</li>
<li><strong>Berlibur dengan kapal pesiar.<br />
</strong>Itu kalau kita punya dana lebih, lho. Menatap laut lepas sambil menikmati minuman dingin di atas dek&#8230; cihuy&#8230;!</li>
</ul>
<h2>Liburan Keluarga Selalu Dinanti</h2>
<p>Kumpul bersama keluarga adalah saat-saat yang indah. Tetapi, jujur saja, kesempatan tersebut semakin sulit diperoleh. Capek kerja seharian, sampai di rumah ingin rasanya segera merebahkan badan di tempat tidur. Waktu bersantai bersama anak-anak dan suami pun jadi berkurang. Sebelum berlarut-larut menjadi kejenuhan, coba susun rencana untuk berlibur bersama.</p>
<p><strong>Sebelum pergi:</strong></p>
<ul>
<li>Libatkan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak, untuk menentukan tempat yang akan dituju dan aktivitas yang akan dilakukan. Inikan, acara keluarga.</li>
<li>Perjalanan panjang seringkali membuat anak-anak merasa bosan dan rewel. Karena itu, bawakan mainan atau buku yang mengasyikkan. Siapkan saja backpack kecil untuk mereka dan isilah dengan krayon, buku mewarnai, atau mainan-mainan yang ringan dan tidak mahal. Minta mereka untuk memanggul sendiri backpack tersebut untuk memberikan tanggung jawab pada mereka.</li>
<li>Jangan lupa siapkan tanda pengenal untuk seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.</li>
<li>Kalau kita bepergian bersama anak-anak kecil, bagilah jadwal perjalanan menjadi beberapa jarak pendek. Artinya, kita sekeluarga selalu punya waktu untuk break. Ini agar anak-anak tidak rewel.</li>
</ul>
<p><strong>Hari-hari &#8211; H:</strong></p>
<ul>
<li>Selalu bawa dan simpan dengan baik tanda pengenal seluruh anggota keluarga.</li>
<li>Jangan pernah berada jauh dari anak-anak.</li>
<li>Sisipkan waktu untuk bercanda dan bermain dengan seluruh anggota keluarga, terutama bila Anda membawa anak-anak kecil. Misalnya, relaks di taman kota atau bermain di pantai, Jadi, jangan hanya berjalan terus.</li>
</ul>
<p><strong>Aktivitas Asyik:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Menginap di resort</strong>.<br />
Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di resort, seperti lari-lari di rumput atau berenang.</li>
<li><strong>Ke pantai</strong>.<br />
Bermain-main di pantai sepanjang hari sangat mengasyikkan bagi anak-anak. Berlari-larian, bermain frisbee, naik banana boat, berenang. Sederhana tetapi merelakskan.</li>
<li><strong>Camping selalu mengasyikkan bagi keluarga</strong>.<br />
Di Indonesia sudah banyak perusahaan wisata yang menawarkan camping modern yang fasilitasnya cukup lengkap, aman dan memadai.</li>
<li><strong>Ke kebun binatang, taman hiburan anak</strong>.<br />
Ada berbagai aktivitas yang bisa dilakukan. Dari naik delman, main bom bom car, hingga flying fox. Dijamin anak-anak tidak akan merasa bosan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/09/pastikan-liburan-kita-seru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Cinta Membuat Kita &#8220;Gila&#8221; ?</title>
		<link>http://pelangiku.com/2009/02/mengapa-cinta-membuat-kita-gila/</link>
		<comments>http://pelangiku.com/2009/02/mengapa-cinta-membuat-kita-gila/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 16:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hormon]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[intim]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangiku.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[euforia cinta terkadang bisa membuat Anda "gila"! Berikut cara untuk merasakan cinta tanpa harus jadi "gila"!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://miacantik.com"><img class="size-full wp-image-11" title="cinta" src="http://pelangiku.com/wp-content/uploads/2009/02/cinta1.jpg" alt="cinta" width="200" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">cinta</p></div>
<p>Tak ada yang bisa menyangkal, euforia cinta terkadang bisa membuat Anda &#8220;gila&#8221;! Pernah teringat saat Anda pertama kali pacaran dan mengirimkan makan siang hampir setiap hari ke kantor si dia? Atau, Anda mendadak jadi rajin bekerja setengah mati saat sedang naksir rekan kerja satu divisi? Masih ada yang lebih gila lagi. Anda tersenyum-senyum sendiri di depan komputer sambil memandangi koleksi foto si dia di desktop!</p>
<p>Perasaan selalu gembira saat jatuh cinta bisa jadi hal yang positif. Tapi, tak jarang hal ini juga bisa membuat Anda jatuh ke jurang nista. Tak ingin hal tersebut jatuh menimpa Anda? Berikut cara untuk merasakan cinta tanpa harus jadi &#8220;gila&#8221;!</p>
<p><strong>Masa-masa Indah<br />
</strong></p>
<p>Pacar baru saja menelepon dan bilang sayang. Mendadak, omelan bos galak terasa terdengar merdu di telinga! Betul, saat Anda sedang jatuh cinta, bagian otak yang kaya dengan <em>dopamin</em> jadi aktif. Anda pun akan terus menerus merasa senang. <em>Dopamin</em> juga menaikkan produksi <em>testosteron</em>, hormon yang bisa menaikkan libido Anda. Tak heran, gairah sering tak tertahankan dan Anda bahkan punya stamina seksual bak Wonder Woman!</p>
<p><span id="more-10"></span>Anda juga kemungkinan besar memproduksi <em>norepinephrine</em>, sebuah substansi kimia dalam tubuh yang menstimulasi gairah seksual dan kerap diasosiasikan dengan peningkatan kemampuan Anda dalam mengingat suatu hal. Jadi kini Anda tahu, bukan, kenapa Anda tiba-tiba punya kemampuan super untuk mengingat semua detail, bahkan yang paling kecilpun, tentang si dia? Pokoknya, semua yang indah tentang si dia jadi Anda ingat terus!</p>
<p><strong>Masa-masa Sulit</strong></p>
<p>Ada kabar buruk tentang cinta untuk Anda, perasaan bahagia terkadang bisa jadi racun. Pasalnya, jatuh cinta bisa menyebabkan penurunan aktivitas pada <em>amygdala</em> atau bagian otak yang membuat Anda memiliki perasaan takut. Itulah sebabnya Anda kerap punya kecenderungan bersikap nekad saat sedang jatuh cinta.</p>
<p><em>Norepinephrine</em> ternyata juga turut pegang peranan. Memang, substansi tersebut akan membuat ingatan Anda fokus pada hal-hal secara mendetail, tapi ingatan tersebut hanya berlaku bila berkaitan dengan si dia. Selebihnya Anda mendadak jadi pelupa pada hal-hal lain. Begitu kuatnya kekuatan otak untuk memperhatikan pasangan kita sampai-sampai orang lain atau pekerjaan hanya akan mendapatkan sisa dari perhatian Anda.</p>
<p><strong>Masa-masa Paling Sulit</strong></p>
<p>Ingin tahu yang lebih buruk lagi? Tahukah Anda bahwa perasaan cinta bisa memberi efek ketagihan bagai drugs? Saat bersama si dia, Anda akan serasa terbang di awang-awang. Namun ketika ia sulit dihubungi, Anda bisa langsung jatuh tersungkur. Semakin dekat hubungan Anda dengan si dia, semakin tinggi pula tingkat kecanduannya, dan Anda akan semakin depresi bila tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. Persis seperti narkoba!</p>
<p>Perasaan jatuh cinta juga dianggap menurunkan tingkat <em>serotonin</em>, substansi kimia di otak yang membuat Anda merasa tenang dan damai. Jika serotonin turun sampai pada level yang rendah, maka Anda kemungkinan dapat mengidap<em> obsessive-compulsive disorder</em>. Alhasil, Anda tak keberatan mengunjungi ramahnya berpuluh-puluh kali dalarn seminggu atau menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menganalisa maksud di balik kata-katanya yang sebenarnya sederhana saja.</p>
<p>Selain itu, rasa ketertarikan dapat meningkatkan <em>oxytocin</em>, substansi kimia yang muncul dalam tubuh saat kita sedang berpelukan, sehingga menyebabkan perasaan senang terhadap pasangan Anda. Secara alami hal tersebut akan membuat Anda terikat dengan pria, tak peduli apakah ia pantas mendapatkannya atau tidak. Intinya, Anda bisa dibutakan oleh cinta.</p>
<p>Tak mau, kan, bila Anda disangka tidak waras saat mengalami masa-masa jatuh cinta? Coba jawab tiga pertanyaan berikut ini dengan jujur:</p>
<ol>
<li>Apakah Anda membuat lebih dari satu keputusan yang kemudian Anda sesali?</li>
<li>Apakah Anda sudah meninggalkan teman-teman dekat ataupun keluarga Anda?</li>
<li>Apakah Anda mengorbankan suatu hal yang amat penting dalam hidup demi mendapatkan waktu lebih banyak untuk bersama si dia?</li>
</ol>
<p>Jika Anda menjawab &#8220;ya&#8221; untuk setidaknya dua pertanyaan saja, maka rasanya Anda perlu berhati-hati.</p>
<p>Tahan diri untuk tidak menghabiskan seluruh waktu Anda bersama pasangan. Sebagai gantinya, luangkan sedikit waktu Anda untuk para sahabat dan keluarga. Biar bagaimanapun, Anda tetap membutuh mereka untuk menjaga agar Anda jadi tidak lepas kontrol. Selain itu, begitu &#8220;masa-masa girang&#8221; itu sudah usai, Anda pasti menginginkan kehidupan Anda yang lama kembali seperti sediakala.</p>
<p>Anda bisa mengatur perubahan mood selama masa-masa jatuh cinta dengan berolahraga. Penelitian terbaru menunjukkan, bila Anda berlatih kardio secara rutin, akan dapat meningkatkan efek <em>dopamin</em> sekaligus menambah <em>endorfin</em> yang akan membuat Anda tetap waras. <em>Endorfin</em> ini adalah sebuah penghilang stres yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Jadi berolah-ragalah secara rutin setidaknya selama 30 menit, tiga kali dalam seminggu. Maka kepala Anda akan selalu bisa berpikir jernih.</p>
<p>Dan jika perasaan Anda sedikit berlebihan, jangan khawatir. Perasaan itu hanya bersifat sementara saja. Para peneliti berspekulasi bahwa fase romantis ini hanya akan bertahan antara 12 sampai 18 bulan saja. Makanya, nikmati masa-masa indah Anda dengan dirinya selagi bisa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangiku.com/2009/02/mengapa-cinta-membuat-kita-gila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

