Kriiingg… ponsel tiba-tiba berbunyi saat kita lagi di atas motor. Dengan sigap kita merogoh kantong, menekan tombol yes dan mulai ngobrol sambil berkendara.
Bertelepon atau mendengar musik di jalan mungkin biasa kita lakukan. Padahal sebenarnya tindakan kita itu sama bahayanya dengan nyetir dalam keadaan mabuk. Menurut data, penyebab terbesar kecelakaan adalah pengemudi yang lengah dan kurang antisipasi. Tahu sendiri keadaan lalu lintas – berubah dalam hitungan detik!
Masih mau menikmati liburan, kan…. Makanya hati-hati!
Cek Dulu
Kita bisa mencegah kecelakaan dari rumah. Caranya? Cek kondisi kendaraan kita, karena kendaraan yang nggak sehat bisa berakibat fatal. Sebut saja ban pecah, rem blong, atau lampu kendaraan mati.
Jujur, deh, hal-hal tadi sering kita cuekin…. Boro-boro ngecek kendaraan setiap mau pergi, untuk servis ke bengkel setiap tiga bulan saja kita malas. Seharusnya kita sadar, kemacetan menyebabkan kendaraan kita mudah sakit. Sementara di tengah kemacetan, kendaraan justru harus lebih responsif.
Nanti Saja
Setelah absen dua hari, akhirnya hari ini gebetan menelepon? Kalau kita sedang nyetir motor, biar dalam hati ingin segera menjawabnya, tahan keinginan kita itu. Yakin, deh, nggak ada yang lebih penting dari keselamatan kita dan orang lain yang berkendara dengan kita saat itu.
Pasti ada, kok, waktu yang lebih tepat untuk menjawab telepon tersebut. Lagipula, siapa pun yang menelepon bisa kita cek nanti. Kita juga bisa menelepon balik ke orang tersebut. Pakai hands-free? Nggak mengurangi bahaya yang mengancam, tuh! Kita tetap bisa larut dalam obrolan dan kehilangan konsentrasi.
Kalaupun telepon tersebut benar-benar penting, sebaiknya kita menepi dulu, matikan mesin, baru menjawabnya. Hal yang sama berlaku juga untuk menjawab SMS.
Lapar Beraaat!
Zaman serba instan gini, apa-apa kudu cepat dan kalau bisa multi-tasking. Ngopi sambil baca koran, nyetir sambil makan atau bawa banyak barang. Nah, yang terakhir, nih, menambah risiko kecelakaan. Saat makan, minum, menenteng barang, kita nggak bisa meletakkan kedua tangan di atas kemudi.
Akibatnya, refleks kita berkurang untuk mengantisipasi keadaan buruk di jalan raya, seperti taksi di depan kita tiba-tiba ngerem. Biar aman, kurangi muatan atau tahan lapar dulu sampai ketemu lampu merah atau tiba di tempat tujuan.
Konsentrasi!
Perkirakan waktu tempuh, termasuk kemungkinan macet untuk tiba sampai tujuan. Jika kita terburu-buru, pasti jadi lebih ngebut. Konsentrasi juga terganggu karena sibuk mikirin sanksi akibat terlambat. Dimarahi atasan, telat wawancara kerja dan masih banyak lagi.
Usai musim hujan gini, jalanan banyak yang bolong. Jika kita ngebut dan masuk lubang, akibatnya bisa fatal. Biasanya pas ngebut kita juga suka nggak nyadar, tuh, kalau ada separator busway di jalan. Sekali kendaraan kita menghajar separator, bisa terbalik, bahkan terbakar habis! Belum lagi kalau ada yang tiba-tiba menyeberang….
Cek Jeroan
Lupa ganti oli? Sama juga dengan merusak kendaraan sendiri. Disiplin, dong, ganti oli dan pilih yang berkualitas. Kalau lari kendaraan enak, kan, kita juga yang untung!
Jangan cuek juga dengan ketersediaan bensin. Seringnya, nih, karena tahu ada cadangan, meski jarum sudah di E, tetap aja nekat melaju. Tahu nggak kalau kurang bensin, kotoran dalam kendaraan bakal naik dan mengotori onderdil di dalam….
La.. la.. la..
Dengar iPod sambil jalan memang asyik. Tapi risikonya kita nggak mendengar macam-macam peringatan di jalan raya. Contoh, nih, klakson mobil atau motor yang ingin mendahului kita. Bisa juga peringatan orang yang bilang ban kita kempes atau teman yang kita bonceng roknya nyangkut di ban.
Keasyikan ngobrol di jalan juga kurang baik karena konsentrasi terpecah. Kemungkinan meleng juga lebih besar. Kalau teman kita tiba-tiba menunjuk cowok ganteng di pinggir jalan, otomatis kita melihat. Nggak merhatiin jalan lagi, deh….
Tanpa Spion = Keren?

pingin punya mobil keren kayak ginian
Nggak, lagi! Tanpa spion, tuh, bahaya. Nggak bisa melihat kendaraan di belakang dan kalau harus menoleh ke belakang tiap kali perlu, berarti kita kehilangan kontrol pada jalan di depan kita.
Bukan Karena Denda
Seharusnya, sih, nggak perlu di-takut-takuti bayar denda untuk memaksa kita pakai helm atau memakai safety belt saat di mobil.
Dua alat ini untuk keselamatan kita juga, bukan karena kita takut didenda. Dan pastikan dua alat ini juga memenuhi standar keselamatan, bukan asal saja!





Waw..tipsnya boleh juga nih.
Berponsel ria saat berkendara memang adalah hal yang membahayakan.
Ada baiknya, menepi aja sejenak, baru deh angkat telponnya…
Kalo soal Spion, nyerah deh.
Spion saya ada, tapi jarang dipake.
Kalo mau belok atau apapun, jarang liat spion, hihihi…
Wah, cewe2nya boleh juga neh… Eh, salah, maksudnya isi artikelnya… Eheheheh ^^
mengenai tips diatas, bicara disiplin cuma dinegara kira disiplin dalam berkendara masih kurang…^_^…terutama sepeda motor….
wah sip juga nih..tips yg cantik…