Pelangi Di Seberang Mentari Rotating Header Image

Kerja Tim

kerja tim

kerja tim

Saat berhalangan masuk, ada rekan yang back up pekerjaan kita. Berbagai cara kita coba, tapi klien nggak juga takluk, rekan kitalah yang membantu mengambil alih.

Budaya kerja tim dalam perusahaan memang sudah nggak asing lagi. Tapi agar kerja tim – bukan memanfaatkan rekan kerja – bisa berjalan lancar, kudu pakai aturan, dong!

Kudu Kompak

Hampir semua pekerjaan butuh kerja tim. Sebut saja dalam bidang jurnalistik. Seandainya kita harus menentukan ide, menulis, mengedit sampai lay out satu artikel sendirian, hasilnya pasti nggak maksimal dan butuh waktu lama, deh! Tapi dengan kerja tim, artikel bisa cepat selesai dan kemungkinan salahnya pun bisa diminimalkan.

Nah, keberhasilan kerja tim sangat ditentukan kekompakan anggotanya. Tim bisa kompak kalau semua anggota paham tujuan yang ingin dicapai bersama. Misalnya, nih, perusahaan baru meluncurkan satu produk. Tim pemasaran diberi target penjualan. Berarti tim pemasaran harus bahu-membahu mencapai tujuan tersebut. Nggak masalah seandainya pun terjadi persaingan banyak-banyakan menjual. Tujuannya, kan, tetap menjual….

Berat Sebelah = Gawat!

Perlakuan tidak adil adalah cikal-bakal perpecahan dalam kelompok. Makanya dalam tim harus diterapkan peraturan, pembagian dan mekanisme kerja yang jelas. Jangan sampai ada yang merasa beban kerjanya lebih berat dari yang lain.

Karena itu idealnya anggota tim berjumlah sekitar lima orang. Jumlah anggota tim tergantung pada apa yang dikerjakan. Jika pekerjaannya banyak, tim dapat dipecah-pecah menjadi beberapa tim kecil supaya mudah dikoordinasi.

Jangan lupa mengadakan evaluasi hasil kerja secara periodik, selain untuk dapat memantau sejauh mana pencapaian tim, berguna juga untuk memompa semangat kerja mencapai tujuan berikutnya.

It’s Complicated

complicated

complicated

Biasanya banyak kepala banyak konflik, hal ini terjadi juga dalam kerja tim. Namanya juga menyatukan aneka ragam karakter dan talenta, pasti ada saja bentroknya. Namun ibarat bhinneka tunggal ika, berbeda-beda tapi tetap satu, dong… he he he! Lagipula, ternyata, nih, keberagaman membuat kita lebih kreatif.

Kita dilatih untuk lebih fleksibel dengan segala hal. Juga makin terpacu untuk lebih kreatif dan inovatif. Pekerjaan juga jadi lebih mudah dan cepat selesai karena dibagikan kepada masing-masing anggota sesuai kemampuannya. Jadi, kalau lagi gondok berat dengan rekan kerja, ingat saja sisi baiknya – dia membantu pekerjaan kita juga.

Atasi Konflik

Sejak awal, konflik dalam kerja tim seharusnya bisa diminimalkan dengan pembagian tanggung jawab yang jelas. Bedakan porsi tanggung jawab berdasarkan kompetensi masing-masing anggota. Tapi kalau memang tingkatan atau bobot tanggung jawab dalam tim sama, boleh saja membagi rata tanggung jawab tersebut

Sekali lagi, hal tersebut adalah tanggung pimpinan tim. Pemimpin jugalah yang harus piawai menyatukan semua pribadi dalam tim agar tetap kompak. Namun, memang karena perbedaan budaya dan cara kerja masing-masing orang, semuanya membutuhkan waktu dan keterampilan pengorganisasian yang baik.

Kenali Penjahatnya

Rekan setim ingin tampil melulu? Jangan dibiarkan. Sikapnya itu bisa merugikan kita dan rekan lain dalam tim. Memang bakal selalu ada orang yang ingin memonopoli.

Nggak semua orang bisa dengan mudah patuh dan menghargai kesepakatan yang sudah ditetapkan, baik itu mengenai tugas maupun wewenang kerja. Untuk menghindarinya, pemimpin tim harus selalu memantau dinamika kerja anggotanya. Juga kita harus tegas dengan aturan-aturan yang sudah disepakati di awal.

Selain tipe pemonopoli atau dominan, ada individu yang nggak bisa beradaptasi dengan budaya kerja tim. Ciri-cirinya: maunya kerja sendiri melulu, nggak mau terima masukan dan kritik, atau sulit masuk dengan rekan setim lainnya (dengan berbagai alasan). Tipe rekan seperti ini juga menghambat kerja tim.

Supaya pekerjaan nggak terhambat, pastikan bahwa orang itu punya tujuan yang sama dengan anggota tim lain. Namun jangan menjauhinya. Soalnya, bisa jadi orang tersebut memang kurang mengerti dengan porsi tugasnya. Untuk mengatasinya, perlu diberi pelatihan atau konseling. Kalau tidak berubah juga, terapkan hukuman yang tegas sesuai aturan tim secara bertahap.

Nggak mempan juga? Pertimbangkan, deh, apakah keberadaan orang tersebut dalam tim masih relevan atau tidak.

Usir Rasa Malas

Saat lagi ‘perang ide’, kita diam seribu bahasa. Giliran kerja juga lambaaat banget. Boro-boro mengambil inisiatif buat bantuin rekan yang lain, pekerjaan sendiri saja nggak kelar-kelar.

Sifat malas dan egois bisa membuat anggota tim yang lain segan bekerja sama dengan kita. Apalagi jika kita nggak mau tunduk pada peraturan, kesannya seperti nggak menghargai kerja keras rekan yang lain. Makanya kita harus terus memacu diri dan merasa bertanggung jawab pada hasil kerja tim.

Sadari juga kelemahan kita. Misalnya, nih, kita tipe yang blak-blakan kalau ngomong. Lihat-lihat dulu, deh, apakah rekan setim bisa menerima sifat kita tersebut. Kalau ternyata menyinggung rekan kerja yang lain, ada baiknya kita yang mengambil inisiatif untuk berubah. Atau, cari pendekatan berbeda. Itu baru namanya kerja tim!

Related Posts with Thumbnails

Related Articles



13 Comments

  1. mas stein says:

    kenali penjahatnya, ini memang kadang yang bikin kesel, pengen ngeplak aja :twisted:

    1. kelly says:

      wah…, sabar mas … sabar …
      entar malah jadi team adu jotos kalo engga sabar

  2. noto says:

    Kalau udah dikenali penjahatnya harus diberi pengertian. Jangan sampai dia menjadi duri dalam daging.

    1. kelly says:

      betul mas noto, musti dipermak secara halus

  3. Allien 99 says:

    nice posting.. team work emang sulit tapi kao udah jadi. mantap banged. daftar follow disini ah. follow balik yah dan mampir2 ke blog saya.. salam kenal juga :)

    1. kelly says:

      siap follow pak!

  4. ” Lagipula, ternyata, nih, keberagaman membuat kita lebih kreatif “, saya tertarik dengan statement ini..

    postingnya oke jeng..

    Salam

    1. kelly says:

      makasih pujiannya pak :)

  5. Den Hanafi says:

    Yang penting tetap kompak aja. dan jangan jadikan perbedaan sebagai biang dari perpecahan. :roll:

  6. bagyojose says:

    yang penting happy…hindari konflik dalam tim. jangan ada dusta di antara tim, jadikan tim sesolid mungkin. tulisan yang bagus…salam kenal.

  7. kerja tim itu mmg sangat dibutuhkan,….

  8. ngelanturboy says:

    bahkan seorang pemimpin yang top sekalipun, tak akan ada apaapanya jika tanpa kerja tim yang baik..

    salam hangat ^_^

  9. Alfredo says:

    Tulisan inilah yang menjadi tantangan bagi wirausaha melewati masa-masa kurva menurun:
    “Giliran kerja juga lambaaat banget. Boro-boro mengambil inisiatif buat bantuin rekan yang lain, pekerjaan sendiri saja nggak kelar-kelar.”

    Semangattt…..Kaizen!!

    Silahkan mampir di my website ya:
    http://www.healthinbiz.com

    Thanks a lot for your article….. :-bd

Leave a Reply

  • Artikel Terbaru

  • Kategori

  • Archives