Pelangi Di Seberang Mentari Rotating Header Image

Perut (Tidak) Bebas Masalah

makan di warung

makan di warung

Siang nanti makan dimanaa, ya? Nasi bebek goreng plus sambal dan lalapan, mie ayam, atau ikan bakar dengan sambal dabu-dabu? semua makanan lezat itu tersedia di pinggir jalan dekat kantor atau kampus kita – tinggal pilih!

Sayangnya, nih, harga terjangkau dan mengenyangkan bikin kita agak lupa kalau makanan tersebut belum tentu bersih. Selama ini, sih, kita masih merasa santai-santai saja karena belum pernah sakit perut atau diare.

Tapi mesti hati-hati, pola hidup dan kebiasaan sehari-hari kita berperan banget pada kesehatan saluran pencernaan. Sst… keseringan makan yang ‘nggak bener’ bisa bikin saluran pencernaan kita infeksi dan akhirnya menganggu aktivitas kita keseluruhan, deh….

Dari Makanan

Semua gangguan yang terjadi pada organ-organ pencernaan seperti usus, pankreas, kantong empedu maupun liver mampu menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Malah, nih, infeksi ini juga dapat terjadi di lubang anus yang akhirnya menyebabkan penyakit ambeien atau wasir – yaiks!

Meski organ-organ pencernaan di tubuh kita cukup banyak, ternyata infeksi saluran pencernaan paling sering menimpa bagian usus. Infeksi ini terjadi karena adanya serangan kuman pada organ pencernaan kita. Pada prinsipnya, infeksi ini berkaitan dengan makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Jika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang kualitasnya nggak bagus alias sudah terkontaminasi kuman dan bakteri, risiko terkena infeksi saluran pencernaan pun makin besar. Kondisi tubuh yang tidak fit juga memicu risiko itu datang lebih cepat pada tubuh kita.

Gejalanya Nih …

sakit perut

sakit perut

Berhubung yang terkena infeksi adalah saluran pencernaan, tanda paling gampang mengenalinya adalah kita mengalami diare.

Selain itu, umumnya penderita akan mengalami mual, muntah, dan kadang disertai demam.

Gejala awal infeksi saluran pencernaan memang serupa, sehingga kita mesti memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu jenis infeksi yang kita derita.

Kalau pasien menderita amubasis misalnya, melalui proses peneropongan (*kaya mama Laurent ajah! *), dokter akan menemukan sejenis stimulus seperti sariawan di dinding usus besar pasien.

Masih ada gejala-gejala menonjol lainnya yang menunjukkan ciri infeksi saluran pencernaan tertentu. Untuk penderita cacingan misalnya, berat badan pasien akan terus menurun dan terkadang anusnya menonjol keluar (membayangkannya sudah ngeri!). Keluhan sakit perut dan kembung juga dirasakan penderita.

Kalau kita mengalami gejala-gejala seperti perut mulas, demam, plus diare yang disertai darah dan lendir, maka kemungkinan besar kita menderita disentri amuba. Yang jelas, nih, kita nggak boleh panik saat merasakan tanda-tanda tersebut dan segera memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam!

Cegah Segera!

Selama ini perut kita tergolong ‘bandel’ biarpun sudah dimasukkan berbagai macam jajanan pinggir jalan? Beruntunglah, he he he. Tapi bagaimanapun kita harus tetap waspada biar nggak kena. Semua tahu, kan, lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Hal pertama yang harus kita perhatikan tentulah makanan dan minuman yang dikonsumsi. Banyak di antara kita yang hobi jajan di sembarang tempat. Padahal nggak ada yang bisa menjamin kalau makanan tersebut bebas dari kuman.

Selain kualitas, kita harus memperhatikan kuantitas makanan. Mengonsumsi makanan berlebihan dapat memberikan dampak kurang baik untuk tubuh, menjaga daya tahan tubuh.

Kondisi tubuh yang lemah tentu mempermudah kita terkena berbagai kuman dan penyakit, termasuk infeksi saluran pencernaan. Jika rajin berolahraga – plus mengonsumsi makanan sehat dan bersih, tentunya – tubuh kita bakal lebih kuat menangkal serangan.

Perhatikan juga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar. Rajin mencuci tangan, deh, setelah melakukan kegiatan, supaya tidak mencemarkan kuman pada makanan. Ciptakan juga kondisi MCK (mandi, cuci, kakus) yang ideal. Jangan sampai sumber air minum yang kita miliki gampang terkontaminasi kotoran.

Mau tahu cara paling oke menjaga kesehatan saluran pencernaan kita? Bawa bekal dari rumah saja! Nggak usah malu – selain lebih higienis, pastinya lebih ekonomis, dong. Pas banget sama keadaan sekarang yang serba mahal, he he he….

Bersih… Bersih…

Kesannya sepele, tapi sebaiknya kita melakukan hal-hal ini supaya kebersihan dan kesehatan tetap terjaga!

  • Sebaiknya cuci sayuran yang akan kita masak maupun makan (khusus lalapan) dengan air hangat yang mengalir. Dengan begitu tidak akan ada kuman yang akan masuk ke dalam organ pencernaan kita.
  • Kalau terpaksa harus makan di pinggir jalan, lakukan tindakan ‘pembersihan’ semaksimal mungkin. Setidaknya bersihkan piring atau sendok yang akan kita gunakan dengan tisu.

Makan Dulu Dong!

Selain olahraga, daya tahan tubuh tergantung pada asupan makanan.
Tubuh kita sangat membutuhkan zat gizi seperti protein, lemak dan vitamin. Apalagi setelah sakit, kita bisa mengembalikan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan tersebut.

Protein bisa kita dapat dari produk hewani dan nabati. Sama bagusnya, kok! Manfaatkan protein hewani seperti daging, susu dan telur sebagai pengganti sel-sel tubuh yang rusak akibat penyakit. Jangan lupakan lemak juga, karena penting untuk pembentukan hormon dan enzim!

Vitamin dan mineral juga wajib kita konsumsi jika kondisi tubuh kurang fit. Keduanya adalah pengatur metabolisme tubuh dan dapat mencegah dehidrasi ketika seseorang sedang mengalami demam. Banyak konsumsi buah-buahan karena mengandung vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan kadar trombosit di darah, dan berpotensi untuk memperkuat kekebalan tubuh.

Pertolongan Pertama

resep oralit

resep oralit

Jika mengalami gejala-gejala awal dari infeksi saluran percernaan seperti diare, boleh saja mengonsumsi obat-obat anti diare yang beredar bebas di pasaran sebelum berobat ke dokter – asal tidak disertai demam dan dehidrasi yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan terlalu banyak.

Oralit bisa kita konsumsi untuk mengobati diare. Tapi jika dalam dua hari keadaan tidak juga membaik, segera periksakan ke dokter. Hindari minum sembarang antibiotik tanpa petunjuk dokter karena dikhawatirkan tidak sesuai dengan penyakit yang kita derita.

Asupan makanan dan minuman juga perlu kita perhatikan saat diare. Konsumsi makanan lembut seperti bubur maupun telur rebus. Teh manis atau tawar juga efektif untuk mengganti cairan tubuh yang berkurang akibat diare. Yang nggak kalah penting adalah kita harus mengistirahatkan tubuh – nggak hanya fisik, tapi pikiran juga, tuh!

Related Posts with Thumbnails

Related Articles



29 Comments

  1. zee says:

    Kita memang sering main hajar makan sana sini karena merasa perut pasti kuat. Tapi seringnya malah memicu muncunya banyak penyakit ya. Kalau saya, perut saya gampang diare kalau makan terlalu pedas atau terlalu berbumbu. Makanya terbiasa makan yang standard saja…

    1. kelly says:

      ternyata ada hikmahnya juga kalo gampang diare,
      jadi lebih berhati-hati dengan konsumsi makanan!

  2. indratie says:

    wah mbak, klo saya tipe orang yang seneng makan di empire -baca pinggiran jalan, gak tau kenapa suka aja. iya sih kadang klo dipikir2 emang kurang bersih agak kurang higienis dan bla.bla.bla lainnya. tapi klo saya selalu diusahakan mencuci tangan meskipun gak selalu pake antis gitu, dan yang penting jangan lupa baca doa, hehehe

    selamat makaann ;)

    salam satu jiwa

    1. kelly says:

      setidaknya, usahakan supaya badan kita selalu dalam keadaan yang fit supaya tidak mudah sakit.

  3. Ahmad Fauzi says:

    kadang kalau mau pilih2 malas banget, seadanya ke makan deh, he he

  4. Aldy says:

    Enak juga kalau diare, sekalian cuci perut :lol:

    Seharusnya pemilik perut menyadari, jika perut ada kalanya dipantang untuk makanan-makanan tertentu.

    1. kelly says:

      betul pak Aldy, jaga diri dari penyakit akibat kurang memperhatikan makanan atau minuman kita konsumsi.

  5. Mas Joe says:

    kalau saya sih jujur kadang kalau sama makanan memang agak pilih2 dari tempat warung, dan sampai kalau pun itu makanan enak bisa jadi gak enak kalau ada lalernya. mencegah lebih baik dari pada mengobati maklum anak rantauan kalau sakit susah sendirikan

    1. kelly says:

      begini nih harusnya jadi orang!
      selalu memperhatikan kebersihan makanan yang mau di konsumsi :)

  6. Ifan Jayadi says:

    Habis mau bagaimana lagi. Di t4 kerja saya, cuma tersedia beberapa warung makan saja. Pengen keluar, rasanya malas aja karena jauh. Tapi saya tetap yakin, kalau kebersihan di warung makan t4 saya bekerja itu terjamin. Yang penting yang perlu diamalkan adalah cuci tangan sebelum makan :)

    1. kelly says:

      baguslah kalau kebersihan warung makan ditempat kerja mas terjamin
      kita jadi engga was-was mo makannya

  7. cempaka says:

    iya mba.. ternyata pikiran juga sangat berpengaruh… >_<

    1. kelly says:

      Pastinya memang begitu, kelelahan pikiran berakibat sama buruknya (bahkan kadang lebih buruk) seperti pada kelelahan fisik

  8. delia says:

    Oralit mengingatkanku pada sebuah iklan masa kecil.. heheheh…

    makasih mbak postingannya,…kebersihan itu emang harus

    1. kelly says:

      Kadang yang sudah tergolong jadul juga bisa berguna :)

  9. Arif R. says:

    agar lebih berhati-hati jajan di pingir jalan, sejauh ini sih fine2 aja, paling sedikit mules karena kebanyakan sambal.. :D

    1. kelly says:

      selama kita pandai memilih-milih tempat jajanan, resiko terkena infeksi saluran pencernaan bisa kita perkecil.

  10. Assalaamu’alaikum Sang Pelangiku, Kelly

    Sebagai seorang yang suka makan apatah lagi jika berwisata, makanan setempat menjadi pilihan untuk dinikmati bagi merasai keenakannya. Namun begitu, harus juga dinilai pada erti kesihatan agar tidak mendatangkan kepayahan buat kita dalam berpemergian. Satu hal yang menyusahkan kalau perut menjadi sakit.

    Artikel kesihatann yang amat bermanfaat. Thanks Kelly. Salam manis dari saya di Sarawak, Malaysia.

    1. kelly says:

      Betul sekali apa yang Ibu Siti katakan, selalu perhatikan kebersihan makanan yang hendak kita konsumsi supaya terhidar dari kepayahan dan kesusahan karena menderita infeksi saluran pencernaan.

  11. Didien® says:

    informasi yg bermanfaat sekali..
    terimakasih sudah mengingatkan dan berbagi ilmu…
    maaf telat berkunjung balik…

    salam, ^_^

  12. kampret says:

    saya pernah kena radang usus gara2 makan nasi padang ga kira-kira pake sambelnya. udah pake sambel ijo banyak2, ikan balado, plus tempe dgn nasi yang sedikit jadi sambel lauk nasi. akhirnya kena radang usus huhuu… *curcol*

    makasih informasinya, pasti bermanfaat (^^,)

    salam,

  13. suwung says:

    weh bisa gitu yak?

  14. ok says:

    smoga perut saya masih mau bersahabat :D soalnya makannya suka yg pedes2 dan jorok ga sesuai gizi hehehehe…

  15. D3pd says:

    Pernah mengalami sakit kram pada perut dan rasanya alhamdulillah sangat tidak menyenangkan. Untungnya ada oralit, :-D

  16. Assalaamu’alaikum Kelly, Sang Pelangiku

    Hadir bertanya khabar Kelly di sana. apa masih sibuk ya. Belum ada artikel baru lagi. Semoga ceria dihujung minggu ini dan sihat sentiasa. Senyum seindah suria Kelly. Salam mesra dari saya di Sarawak.

  17. Steve says:

    informasi yg bermanfaat sekali..
    terimakasih sudah mengingatkan dan berbagi ilmu…
    maaf telat berkunjung balik…

    salam, ^_^

  18. eta says:

    oralit memang masih mujarab…hihi

  19. zakki says:

    kesehatan itu nikmat yang paling harus disukuri

  20. andipandora says:

    iya..betul mba, kebersihan makanan yang utama, salam kenal aja.

Leave a Reply

  • Artikel Terbaru

  • Kategori

  • Archives