Siapa, sih, yang nggak senang kalau semua kemauannya terpenuhi? Sayang, di dunia ini nggak bisa begitu. Ada kalanya, agar nggak menyesal belakangan, kita harus mikir berkali-kali sebelum bertindak.
Dalam situasi tertentu, memang dibutuhkan spontanitas. Tapi jangan keterusan bertindak menuruti emosi tanpa pertimbangan, bisa-bisa rugi sendiri!
Mudah diprovokasi
Tanpa alasan si dia mutusin kita. Bukan cuma kesal dan sedih, kita juga jadi sensitif dan mudah tersinggung. Akibatnya terbawa-bawa sampai ke kantor. Rekan kerja salah sedikit saja, langsung kita omelin sampai puas. Atasan nggak meloloskan permohonan cuti kita, kita langsung nangis heboh. Kenapa, sih, nggak ada orang yang ngerti perasaan kita?
Seseorang yang impulsif ingin kemauannya segera terpenuhi. Dia nggak berpikir panjang saat bertindak, yang penting puas dulu. Ujung-ujungnya baru, deh, menyesal.
Seseorang jadi impulsif didorong sifat temperamental yang dimilikinya. Umumnya si impulsif mudah terpancing emosinya. Mereka juga tidak bisa mengendalikan diri saat menghadapi tekanan.
Ketika dalam tekanan, si impulsif merasa terancam dan menganggap orang lain sebagai musuh, sehingga cenderung melakukan tindakan negatif. Bahkan, mereka bisa memutuskan untuk bunuh diri saja!
Dari sananya, sih
Penyebab seseorang berpribadi impulsif ada dua. Penyebab pertama karena bawaan genetik. Selebihnya, karena pengaruh lingkungan.
Meski nggak sedikit orang yang dilahirkan dengan bibit impulsif, umumnya, sih, proses pembelajaran sejak kecilah yang lebih banyak menjadi penyebabnya.
Jika seseorang terbiasa melihat orang-orang terdekatnya bereaksi emosional terhadap hal-hal yang mengganggunya, dia pun akan meniru sikap tersebut.
Seorang anak akan mempelajari reaksi orangtuanya dalam menghadapi situasi. Jika dia melihat sang ayah membanting piring saat kesal, maka dia akan mencontohnya.
Jika nggak dikontrol, sifat impulsif dalam diri seseorang akan mendarah daging. Sayang, banyak orangtua yang membiarkan anaknya bersikap semaunya dan menuruti dorongan hatinya. Padahal seharusnya mereka memberikan teguran terhadap tindakan impulsif sang anak.
Rugi sendiri
Salah satu kerugian memiliki sifat impulsif adalah terganggunya kehidupan sosial kita. Sifat ini melekat kuat di diri kita sehingga mewarnai semua aspek kehidupan dari karier hingga kehidupan pribadi. Ujung-ujungnya akan bikin susah diri sendiri.
Sifat impulsif dapat menghambat karier kita. Saat atasan memberikan kritik, misalnya, seseorang yang impulsif langsung jadi defensif. Dia nggak mau terima kritik tersebut dan malah balik menyerang atasannya. Tindakan impulsif juga bisa mempermalukan diri kita sendiri.
Contohnya, saking nggak bisa menahan emosir tanpa sadar kita memberi tontonan gratis di tempat-tempat umum, seperti bertengkar dengan pasangan sampai tampar-tamparan di jalanan (* males… *)!
Dikekang Donk …
Sifat impulsif ini tentu saja bukan harga mati untuk seseorang. Asal ada kemauan, kita bisa mengubah sifat ini, kok. Yang penting, nih, kita menyadari dulu kalau kita adalah orang yang impulsif dan emosional.
Selanjutnya kita kudu memiliki kemauan untuk mengontrol diri.
Renungkan, deh, untung-rugi bersikap impulsif. Apakah selama ini kita lebih banyak mendapatkan hal positif atau sebaliknya? Kalau perlu, bikin daftar ‘kerugian’ yang sudah kita peroleh selama ini.
Jangan lupa minta masukan dari orang terdekat juga. Biasanya mereka lebih sering kena getahnya, tuh! Saat merasa tertekan sebaiknya kita menjauhi hal-hal yang bisa membuat kita bertindak impulsif. Mendingan menyendiri sejenak, deh, kalau sepertinya kita akan meledak.
Selalu berpikir positif dengan melihat sisi baik dari setiap masalah, bahkan saat kita menerima kritik. Banyak, kok, kritik yang membangun, asal kita mau berbesar hati.
Biasa melihat keponakan yang masih balita nangis meraung-raung karena nggak dibelikan es krim? Nah, seperti itulah si impulsif. Seperti anak-anak tidak bisa mengendalikan diri dan ngambek jika keinginannya tidak terpenuhi, begitu pula si impulsif. Makanya, kalau sudah mengaku dewasa jangan impulsif lagi dong!
Bentuk Lain
Orang yang impulsif memang emosional, tapi emosional nggak selalu identik dengan marah-marah. Ngasal mengambil keputusan juga merupakan contob bentuk emosional. Misalnya, nih, secara spontan seseorang membelanjakan uang yang ada di dompetnya untuk keperluan yang tidak terlalu mendesak.
Seseorang yang langsung memutuskan untuk menikah meski baru saling mengenal selama beberapa minggu, bahkan hari, juga merupakan contoh tindakan impulsif. Karena merasa sudah benar-benar cinta, mereka nekat menikah dan nggak sedikit yang akhirnya bercerai walau pemikahannya baru seumur jagung!









Assalaamu’alaikum
Sangat bagus sekali paparan tulisan Kelly ini, saya amat tertarik membacanya. Saya setuju persekitaran banyak mempengaruhi emosi kita baik secara lahiriah mahupun batiniah. Tanpa kesabaran dan kewarasan, keadaan semakin bertambah buruk dan menjadikan kita bakal menghadapi stress akibat perbuatan tersebut.
Oleh itu, bertenang dan ingat Tuhan dengan bersabar sekurang-kurangnya dapat mengurangi sifat sedemikian. hendaknya kita bersyukur kerana masih dikurniakan perasaan dan hati. maka harus dibendung agar kehidupan kita ceria dan bahagia.
Salam bahagia sang pelangi manisku. Salam manis dan mesra selalu dari saya di Sarikei, Sarawak, MALAYSIA.
setuju bu guru, sabar dan syukur memang bisa mengendalikan emosi
waduh kliatanya saya ada sifat kayak gitu
dikekang donk …
semua orang punya nggak yah sifat implusif???
punya, tapi kita bisa mengendalikannya ko
tergantung kitanya ajah …
hanya berucap astaqfirllah aja ketika sifat buruk ini muncul pada diri saya
salam adem ayem
hmm… impulsif is fun! :p
yeah…, sometime
mengekang karna dia sayang dan takut kehilangan wajar aja sih
salam
jd ingat klu pernah …..

kayak gini….
salam kenal….
nostalgia mba …
Salam super-
Salam hangat dari pulau Bali-
wow,,, kunjungan pertama neeh,,,
langsung saya bookmark,,,
saya bisa banyak belajar dari blog ini…
semangat ya……..
wah merasa terdindir neh hehehehehe
ne mbak aku dah mampir ya
Ada bagian dari diri kita yang bisa diubah menjadi lebih baik, ada yang tetap menyebalkan. Tapi bercermin sendiri, yah…, seperti itulah diri kita
bercermin lalu berusaha memperbaiki diri
semoga dapat menjadi diri sendiri yang lebih baik
pengendalianj diri itu sangat penting
betul pak!
setuju
impulsif….
susah juga mengatasinya.
Salam Kenal
Keep Share
sepertinya saya sudah pernah mampir ke sini
cuma lupa lagi jejak saya di mana ya?
yang jelas saya kembali untuk merajut tali silaturrahim yang pernah terlupakan
semoga kita tetap bisa berbagi ilmu dan pengalaman
blognya keren abiz, orgnya juga cakep
salam
aku belum begitu paham dengan sifat impulsif ini kell
coba di baca ulang …
orang impulsif itu biasanya sangat asing dengan kesabaran. sabar itu disayang tetangga loh ha ha ha
yups, betul sekali.
mirip seperti tanggapannya ibu Siti Fatimah
memang perlu sabar dan syukur dalam menjalani hidup
mohon cek email anda.
matur nuwun
sama sama
reaktif sekali. pasti dia kebanyakan unsur radioaktif dalam tubuhnya. perlu bertapa dulu di dalam air agar adem…
Masih blum mengerti sepenuhnya. Blum bisa membedakan antara yang emosional dengan yang impulsif. Soalnya kalau saya baca dari tulisan anda, yang emosional blum tentu impulsif, tapi yang impulsif sudah pasti emosional. Nah, kok jadi muter-muter. Hehe..
Koreksi saya kalau salah.
impulsif?? aku iya ga ya?? haha.. semoga aja ga, kasian orang disekeliling aku..
oh engga ko, engga …
hehe mba kelly bisa aja..
impulsif sama ga dengan posesif??
masih saudaraan
Impulsif itu apa sih kak?
sejenis jajanan pasar
kok masih bingung ya..
klo misal tiba tiba makan banyak itu impulsif juga??
saya punya sifat impulsif, ( impulsif = salah satu sifat aries ), saya berhoroskop aries…
sejak SMA saya sadar saya agak impulsif, tp saya sadar kalo sifat impulsif itu tidak baik buat hubungan saya dgn orglain …
setiap kali saya kacau, saya tau ada org yg tersakiti oleh saya….
dan di saat saya sedang senang, saya baru sadar bahwa sikap2 saya ternyata membuat orglain menderita,, saya menyesal ..
dari situ saya bisa belajar pelan2 untuk tidak menjadi impulsif dan buktinya saya bisa keluar dari sifat impulsif tsb…