Putus. Satu kata mengerikan yang bisa bikin hati kita atau si dia hancur berkeping-keping. Mutusin atau diputusin = sama-sama nggak enak! Tidak ada juga cara yang lebih mudah untuk melakukannya. Sekalipun sudah mengarang skenario untuk minta putus, begitu ketemu, ada aja alasan yang bikin kita nggak mampu mengungkapkannya.
Mau coba cara lain? Bisa saja, yaitu dengan mengubah total sikap kita sehingga nyebelin banget di mata si dia. Action speaks louder than words - coba saja!
Bikin ilfeel
Selama pacaran, kebanyakan kita nggak mengeluarkan semua yang jelek-jelek di depan pacar. Kalau ketemu, maunya dandan dulu, minimal bersih, deh…. Makan selesai duluan? Pantang, tuh! Pakai baju asal juga salah satu yang tabu di depan pacar.
Nah, sekarang kita bisa bebas bersikap begitu, bahkan boleh melebih-lebihkannya. Tujuannya cuma satu: bikin si dia ilfeel pada kita! Sekian lama bareng, kita pasti tahu, dong, hal-hal apa saja yang nggak dia sukai dari cewek. Lakukan, deh, satu per satu, lama-lama dia jadi mikir ulang buat ngelanjutin hubungan sama kita, he he he….
Punya PIL
Cowok mana, sih, yang rela kalau ceweknya jalan berdua cowok lain? Bahkan kalau si dia terkenal dengan kesabarannya sekalipun, pasti berang juga kalau kita sering-sering jalan sama cowok lain.
Cara ini ampuh banget untuk memancing pertengkaran. Kalau si dia marah-marah karena cemburu, kita bisa bilang dia terlalu posesif. Nah, kalau dia cuek, kita bisa bilang dia nggak sayang sama kita.
Pokoknya, bisa-bisanya kita saja, deh, mencari alasan biar diputusin. Cuma ada risikonya, nih: si dia bisa mukul si cowok yang kita jadikan ’selingkuhan’ atau mencap kita cewek nggak setia. Hmmm….
Uring-uringan
Bikin si dia ‘terganggu’ dengan rengekan kita. Kalau kita biasanya sangat pengertian, sekarang banyak-banyaklah menuntut. Buat peraturan yang menyulitkan si dia. Contohnya: minta si dia antar-jemput kita setiap hari, dia harus menelepon kita minimal tiga kali sehari. Keluhkan hal-hal sepele dan minta dia memperhatikan kita terus-menerus.
Tempatkan dia pada posisi memilih yang biasanya enggan dia lakukan, seperti memilih main sama teman-temannya atau menemani kita belanja. Biasanya cowok akan mengalami dilema ketika harus memilih antara sahabat atau pacar. Tahu sendiri, kan, sedekat apa dia sama teman-temannya. Lagipula, kalau kita mulai annoying, teman-temannya juga bakal protes dan menuntut dia mutusin kita.
Berat di Ongkos
“Yang, belikan aku jaket terbaru merek A, dong!” “Sekali-sekali kita dinner di hotel berbintang, ya!” “Yang, si Dini dibeliin sepatu merek B sama pacarnya. Kok, kamu nggak, sih?”
Tiba-tiba saja kita jadi sangat perhatian sama brand alias merek. Semua hal kita ukur dari materi. Kalau dia menolak, bilang si dia sudah nggak sayang lagi sama kita.
Kalau kantongnya kuat, sih, nggak masalah. Tapi, kalau keuangannya pas-pasan, dia pasti mikir seribu kali buat terus sama-sama kita.
Bikin Capek
Perlihatkan sikap menentang si dia. Kalau dia lagi bertengkar dengan rekan di kantor, belalah rekan si dia itu. Si dia protes akan cewek yang bercelana pendek ke mall, pakai celana pendek pas jalan bareng si dia. Si dia bete karena capek seharian kerja, bikin lebih bete dengan memaksanya menemani kita ke pesta ultah teman – dengan dress code pula!
Saat asyik makan di resto favorit si dia, rusak suasana dengan mengajak berantem pelayannya dengan alasan pesanan kita nggak sesuai. Pokoknya, pas si dia senang, bikin bete. Si dia lagi bete? Bikin makin bete lagi, dong….
No Call, No SMS
Salah satu cara memberi tanda kalau kita sudah nggak niat melanjutkan hubungan adalah dengan mengabaikan dia. Kurangi intensitas menelepon. Biasanya, dalam sehari kita bisa beberapa kali menelepon, jadi cuma sekali saja. Kalau perlu, jangan pernah menelepon dia duluan. Kalau dia yang menelepon, jangan diangkat sampai beberapa kali missed call.
Demikian juga halnya dengan SMS. Berhentilah memberi perhatian lewat SMS. Kalau dia kirim SMS, jawab dengan SMS singkat. Dia pasti akan bertanya-tanya dan sadar sendiri kalau kita sudah malas (SMS-an) dengan dia.
Ogah Jalan
Biasanya, sih, kita rajin banget ngajak si dia jalan tiap weekend. Giliran dia nggak bisa, kita jadi kecewa dan ngambek berat. Sekarang, tunjukkan kalau kita justru semakin malas diajak jalan sama dia.
Buat alasan mulai dari yang masuk sampai nggak masuk di akal. Terlalu sering raenolak diajak jalan, lama-lama dia juga sadar, kok, kalau kita mulai bosan atau kenapa-kenapa sama dia. Pengennya, sih, dia kesal, marahan, dan langsung minta putus. Tapi kalau dia bertanya dan ngajak kita ngobrol, bicarakan saja baik-baik….
Si Dia Cinta Mati
Segala cara sudah dicoba, si dia nggak nyerah juga. Daripada capek ‘main sinetron’ melulu, mendingan ngomong jujur, deh! Kadang-kadang, cowok memang harus dihadapkan dengan kenyataan. Kalau nggak mau dia sakit hati, ada caranya, nih….
Katakan Saja
Setelah beberapa bulan pacaran, Dita tiba-tiba ‘menghilang’ dari kehidupan Dion. Dia nggak pernah mengangkat telepon dari Dion, tidak pernah membalas SMS, dan menghindar ketemu Dion. Tidak ada penjelasan, tidak ada peringatan, tidak ada kata putus.
Hal tersebut jelas-jelas tidak bisa diterima begitu saja oleh Dion. Meskipun cenderung cuek, cowok tetap nggak akan bisa terima kita pergi tanpa penjelasan. Mereka akan merasa dipermalukan dan egonya tercoreng.
Bisa-bisa mereka malah berbalik maksa dan kasar terhadap kita. Bicara jujur dan terus terang tentang perasaan kita akan lebih mudah mereka terima dibandingkan kita menghilang tanpa pesan.
Keep it Personal
Sejujurnya, sih, sikap si dia banyak yang nggak menyenangkan, bahkan terkadang memalukan. Walaupun itu salah satu hal yang menjadi alasan kita buat mutusin dia, bukan berarti hal tersebut harus diumbar.
Jujur atas sikap dia yang bikin kita ilfeel, sih, boleh aja, tapi perhatikan perasaan dia, dong. Putus bukan berarti kita bisa menjelek-jelekan si dia, apalagi kita, kan, pernah sayang sama dia. Bilang saja kalau kita benar-benar menikmati waktu bersama-sama, tapi kita tidak melihat adanya peluang untuk melanjutkan hubungan ini lagi.
Jangan Beri Harapan
Kalau kita memang nggak mau balik, jangan pernah menga-takan kalimat menggantung yang memberi dia peluang untuk berharap, seperti, “Mungkin nanti, kalau sudah tenang”, “Saya butuh sendiri dulu” dan sejenisnya. Kalimat-kalimat seperti ini malah bikin dia berharap dan melakukan segala cara untuk kembali pada kita.
Setelah akhirnya sadar bahwa kita nggak akan meneri-manya kembali, dia akan merasa dibodohi dan lebih marah. Makanya, bilang saja terus terang kalau hubungan kita me-mang harus berakhir sampai di sini.
No More Cliches
“Kita berteman saja.” “Bukan salah kamu, ini salah aku.” Itu beberapa kalimat klise yang biasa kita gunakan. Kita juga cenderung bicara berputar-putar dan berusaha me-nyalahkan diri sendiri, justru untuk menghindari rasa ber-salah. Jujur saja kalau memang perasaan kita sudah nggak sama dengan dulu.
Bilang padanya, kita memang nggak tahu bagaimana te-patnya bisa begini, yang pasti perasaan kita sudah berubah dan kita harus mengakhiri hubungan ini. Memang kedengar-annya menyakitkan, tetapi dengan bicara jujur, itu tandanya kita masih menghargai dia sebagai cowok.
Sebelum Putus …
Nggak akan mudah mengakhiri suatu hubungan, apapun bentuknya. Kalau kita nggak mau menyesal di kemudian hari, pikir-pikir dulu sebelum bertindak. Cari tahu alasan sebenarnya kenapa ingin putus. Kalau memang masih bisa dibicarakan baik-baik, nggak perlu bertingkah macam-macam. Bicarakan apa yang kita rasakan – siapa tahu si dia mau berubah dan hubungan kita masih bisa diselamatkan.









he.he.. betul niiih..! gw lagi minta putus!!!
semoga sukses
Triunt lagi minta jadian..
tapi sama siapa?
titik…..!!!
Tembaaaaak….
sama yang baru diputusin ?
Kelly baru pitih kah?
Ya udah Yuuk maree jadian…
Jiaaa, otak sama jari nggak connect
bukan pitih tapi Putus maksudnya.
salah ketik kok ndak nyambung blasss…
jangan deh kell, nyarinya aj susah kok diputusin. tapi kreatif juga, pengalaman pribadi yah.. tapi jurus ini dah teruji belum jiakakakak ntar buat jaga. Oke semangat menulis.
nice artikel…tapi jangan gampang mutusin orang dong, ngedapetinnya aja susah, ntar kalau udah nikah malah bilang “ceraiin ak dong”…waaaa gawat
“Salam Kenal”
lhah khan ini biar entar kalo udah merried engga gampang cerai karena nyesel!
mampir…
salam kenal…
btw habis putus cinta yakk…
engga juga
loh kok minta putus
salam kenal ^.^
pingin ganti pak
wah, begitu toh kalo cewek mau minta putus, hehe, kerasa sih, mantan rata2 jadi beda sikap kalo minta putus…
yach…, begitulah
semoga informasinya berguna
wkwkwk.. ada” ja
BS low – ratioanltiy high! Really good answer!
uP7Lqk syvytbwpsbxo
S7q8zA kgrvrkqayszr
jujur, dari lahir sampai sekarang belum pernah pacaran.. 1 tahun ini alhamdulillah punya, semoga yang pertama dan terakhir..
amiiiiiiiiiiiinnn
wew, sapa yg mau diputusin, tapi kl sikapnya kaya gt, ya mau gmn lagi… hehe… btw, tukeran link sis… link sudah dipasang di blogrollku…, bener2 hebat.
sudah kutautkan juga
waks, baru kali ini gw nemu artikel beginian
bravo sis …, toop banget!
tips-nya manttaaaaap!!
yooooiiiii ….
thanks ya sis, pujiannya
sering-sering mampir
Siip informasinya…….
semoga bermanfaat
hemmm… kalo soal putus, bisa dilihat sih pas proses jadiannya. :p
bisa diramalkan dari awal ya pak ?
Bagus…bagus….
terima kasih …, terima kasih …
makanya pacaran kontrak ajah…
Wah ada trick bagus nih buat mutusin si ijah
tapi eman2 ah dia kan stia dan rajin hehe
..

wew..
sepertinya berpengalaman banget soal percintaan..
hi..hi..
tapi kadang teori nggak sama dengan kenyataan..
..
Ada lagiii :
Pake alesan ‘Mau fokus kuliah’ atau ‘Gak dikasih ijin Mama’ juga berhasil lo
Btw, mo numpang promo bagi-bagi buku
http://sariajah.com/2009/12/kado-ulang-tahun-2/
Hahahaha semua trik itu udh pernah dilakukan
dulu waktu kuliah 
apalagi kalo udh gak pernah angkat tlp ato sms lagi, udh jelas banget tuh keliatan kalo udh males
and majur banget
aduh kenapa harus mutusin sih?
Assalaamu’alaikum
SELAMAT HARI IBU ini ku tujukan buat:
1. SAHABATKU ….SEORANG IBU
2. IBU KALIAN
3. ISTERI KALIAN
SAHABAT,
MENGERTILAH BAHAWA…..
Hati IBU bagaikan jurang yang didasarnya selalu ada maaf
Di sisi IBU adalah tempat yang paling aman
Cinta IBU tidak pernah lapuk
Cinta IBU adalah yang laing baik daripada segalanya.
# KEPADA SAHABAT DAN PEMBACA YANG BERADA DI LAMAN SAHABATKU INI… Semua anda dijemput ke LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI untuk menerima HADIAH AWARD –AWARD ISTIMEWA dari saya sempena menyambut SELAMAT HARI IBU di Indonesia.
Dengan segala hormatnya saya mempersilakan anda sekelian menerimanya sebagai tanda ketulusan hati SEORANG SAHABAT yang mencintai kalian.
Selamat Tahu Baru Hijriyyah 1431 dan Selamat Tahun Baru 2010
Salam mesra dari BANGI, MALAYSIA.
-SITI FATIMAH AHMAD –
22 Disember 2009/RABU
wahhh repot ini sii kalu kasus nya seperti ini
eit jangansalah juga pil kan bisa perempuan idaman lain
Putus bukan berarti kita bisa menjelek-jelekan si dia, apalagi kita, kan, pernah sayang sama dia
Saya sependapat dengan kalimat ini. Jika kita menjelekan mantan, sama saja dengan menjelekan diri kita sendiri. Salam Kelly.
Salam Kenal Tante…
buat yos udah bukan waktunya lagi, jadian putus jadian putus…
dah ngga pantes… dah tua sih,, hehe..
idenya bisa banyak gitu
hehe…pengalaman ya mbak?
waduh bisa bahaya nih……. masa cara biar putusnya begini?…….