Nasib, deh, aktivitas lagi banyak-banyaknya: tugas kampus menumpuk, tes naik tingkat les Bahasa Inggris sudah di depan mata, ambil kuliah malam sambil kerja…. Wah, rasanya kita perlu mengonsumsi vitamin dengan dosis tinggi, nih! Jangan sampai semua aktivitas kita terbengkalai karena tubuh meriang akibat kecapekan.
Rasanya yang enak – sekarang, kan, vitamin ada yang berbentuk tablet isap, minuman, sampai multivitamin – mudah pula mendapatkannya (warung depan kantor juga ada!) Kita biasa menyimpan persediaan vitamin dalam tas dan memakannya kapan dan di mana saja kita ingat dan sempat. Saat sarapan, kita konsumsi satu, makan siang satu, sebelum tidur satu lagi….
Eh, pernah nggak terpikir, jangan-jangan asupan vitamin kita sudah melebihi kebutuhan kita? Hmm….
Kemana perginya ?
Biarpun vitamin dibutuhkan oleh tubuh, setiap kali kita membutuhkannya dalam kadar tertentu. Seperti makanan, deh, kalau kebanyakan lemak, gula atau karbo, akibatnya tubuh kita, kan, jadi gemuk dan nggak enak dilihat.
Bedanya, nih, kelebihan vitamin tidak disimpan menjadi lapisan lemak, melainkan di dalam lemak. Itu untuk vitamin yang jenisnya larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E dan K. Sementara itu, vitamin B dan C larut dalam air. Artinya, jika berlebih, vitamin ini akan dikeluarkan lewat air seni.
Jarang sih …
Selama ini, kasus kelebihan vitamin memang jarang terjadi. Seseorang bisa sampai keracunan vitamin kalau dia sudah mengonsumsi vitamin dalam dosis yang tingginya berpuluh bahkan beratus kali lipat dari kebutuhan vitamin seharusnya.
Kasus seperti ini bisa terjadi bila kita mengonsumsi vitamin dosis tinggi terus-menerus selama bertahun-tahun. Kebutuhan vitamin setiap orang nggak sama. Biasanya ditentukan oleh berat badan, jenis kelamin dan usia.
Kebutuhan vitamin C misalnya, rata-rata pada orang dewasa sebanyak 100 mg. Jadi, seandainya kita mengonsumsi vitamin C 1000 mg setiap hari, sebenarnya, sih, kebanyakan, tuh! Jika kita mempertahankan kebiasaan ini, dalam kurun waktu yang panjang, bisa menimbulkan keluhan kesehatan. Mual, kram perut, gangguan tidur, atau diare, bisa menyerang mereka yang kelebihan vitamin C.
Jangan Salah!
Tidak ada hubungannya, tuh, antara berat badan dengan vitamin, kecuali bahwa jumlah vitamin yang dikonsumsi disesuaikan berat badan kita. Kelebihan vitamin nggak bakal membuat kita gemuk, sebaliknya, orang gemuk bukan berarti dia kelebihan vitamin. Malah, bisa jadi orang gemuk ternyata kekurangan vitamin. Misalnya, nih, mereka yang makanannya junk food melulu, kurang makan sayur, sehingga kekurangan vitamin A.
Vitamin adalah zat gizi mikro yang berarti kebutuhan tubuh kita terhadapnya kecil. Nah, orang gemuk itu tidak kelebihan zat ini, melainkan zat gizi makro, yaitu lemak atau karbohidrat yang ada dalam makanan sehari-hari.
Jangan Kurang Juga
Beberapa vitamin stabil dalam suhu tinggi, tapi beberapa vitamin ada yang hilang hanya dengan aliran air. Pepaya banyak mengandung vitamin C, sehingga lebih baik kita mencucinya terlebih dulu sebelum mengupasnya. Setelah dikupas, sih, nggak perlu dicuci – potong dan langsung saja dimakan. Dengan begitu vitamin C dalam pepaya nggak hilang terbawa air cucian.
Nggak jauh beda, deh, dengan vitamin B yang ada di dalam beras. Beras kita – yang warnanya putih – sudah melalui proses yang mengikis sebagian kandungan vitamin B-nya. Jika masih kita cuci berkali-kali, ditambah lagi dengan meremas-remasnya makin banyak, deh, vitamin B yang terbuang.
Vitamin engga aman
Dalam jumlah cukup, makan sayur-sayuran yang kaya vitamin A bisa mempercantik kulit kita. Kulit jadi segar, mulus dan awet muda. Tapi jangan salah, kebanyakan vitamin A justru menimbulkan gejala sebaliknya. Kulit kita jadi kering, bersisik rambut pun jadi kasar dan rontok.
Vitamin B, yang terbagi atas beberapa jenis, ada juga yang tergolong ‘nggak aman’. Vitamin B3 misalnya, bisa menyebabkan sakit kepala, rasa terbakar pada ulu hati, sakit tenggorokan dan kesulitan fokus mata jika dikonsumsi berlebihan.
Meski jarang, dalam dosis sangat tinggi, vitamin B6 bisa menimbulkan penurunan fungsi saraf. Akibatnya kita tidak mampu mengkoordinasi gerak tubuh dengan otak. Mau mengambil piring, eh, malah mengambil sendok.
Akhir-akhir ini kurang nafsu makan, haus atau ingin buang air melulu? Bisa jadi kita kelebihan vitamin D, tuh!
Vitamin D juga bisa menyebabkan diare. Tapi yang lebih harus diwaspadai adalah vitamin D membantu penyerapan kalsium dalam tubuh kita. Nah, jika vitamin D (terlalu) banyak, maka kalsium tulang yang terserap dalam darah meningkat jumlahnya. Ini bisa membahayakan paru-paru, pembuluh darah dan jantung. Pembuangan di ginjal juga bisa terhambat. Akibat terburuknya adalah kematian.
Normalnya …
Kebutuhan vitamin kita seperti ini (biasanya tertera di kemasan suplemen, kok).
- Vitamin A cewek usia >19 tahun 700 micro g/hari
- Vitamin C cewek dewasa 75-100mg/hari
- Vitamin K cewek dewasa 90 [micro g/hari]
Aman Nih …
Diantara jenis vitamin, ada, nih yang memang aman alias nggak menimbulkan efek samping pada orang sehat sekalipun dikonsumsi berlebihan. Mereka adalah Vitamin E, B2 dan vitamin K. Kelebihan vitamin E akan dibuang lewat kotoran kita.
Namun jika kita sedang dalam pengobatan yang membutuhkan vitamin K, sebaiknya stop dulu mengonsumsi vitamin E. Demikian juga jika kita baru saja operasi. Soalnya, vitamin E dapat mengganggu proses penggumpalan darah. Dengan kata lain, darah kita jadi sulit membeku.
Parno? Jangan!
Kita nggak perlu khawatir bahwa asupan vitamin kita sudah kelewat batas – sampai-sampai mengurangi makan buah-buahan atau sayuran. Sekali lagi, kasus ini jarang terjadi. Yang penting, perhatikan dengan seksama dosis vitamin jika mengonsumsinya dalam bentuk suplemen atau disuntikkan langsung di tubuh kita.
Patuhi dosis sesuai anjuran, deh! Jangan karena ingin hasil instan, kita lantas menambah asupan dosis vitamin sesuka hati.
Selama ini kita merasa bahwa asupan vitamin C kita berlebihan? Jangan panik dulu. Hentikan saja dulu kebiasaan tersebut. Vitamin C, kan, disimpan tubuh di dalam lemak. Sewaktu-waktu tubuh membutuhkannya, cadangan vitamin C akan diambil dari sana!






Salut, aktivitas seabreg begitu banyak masih sempat posting. Dua jempol buat kamu. Salam kenal.
salam kenal juga
boleh saya share ke teman2 yach lain artikel ini? mohon ijin
yang namanya vitamin selalu aku kunsumsi dalam bentuk multy vitamin. pokonya setiap hri satu kapsul. kalau gak minum rasanya aa yang ilang
jaga supaya dosisnya selalu sesuai anjuran ya pak
bukannya kadar vitamin c untuk orang dewasa per hari itu 500 mg ya? jadi you-c 1000 itu diminumnya setengah aja?
untuk asupan vitamin C perhari cukup 100 mg bisa didapat dari sayur dan buah. Untuk kondisi konsumsi sayur dan buah yang kurang sehari-harinya, bisa dibantu dengan suplemen vitamin C 500 mg.
Untuk kondisi sakit, engga ada salahnya meminum suplemen vitamin C 1000 mg.
(* tapi sebaiknya jangan menjadi kebiasaan *)
nah, kadar diatas 1000 mg vitamin C perhari dapat mengakibatkan diare.
penggunaan suplemen vitamin C dosis tinggi (baik 500 mg maupun 1000 mg) sebaiknya jangan dilakukan setiap hari apalagi dalam jangka waktu yang lama.
yg sedang-sedang saja!
yup!
betul sekali
bagaimana aku bisa kebanyakan vitamin..??
kekurangan mah iya….Poollll
kasiaaaaaaaaaaannnn deh lu …
sssiiip.. thanks infonya, moga-moga aja vitamin di tubuhku udah pas..
amiiiiiinnnn
Seringnya saya juga kurang asupan vitamin
jarang makan buah dan sayur
*ngejus buah yukk*
berarti, kesimpulan nya apapun yang berlebihan tidak baik ya..
bagitulah kira-kira
wah aku gak pernah bisa minum vitamin kecuali jus yang asli
yang lebih alami memang lebih baik
memang sesuatu yang berlebihan itu tidak baik semua!
kecuali blogwalking dan ibadah!
ekkrkrkrkrkrkr
yang penting mah makan secukupnya dan gizi terpenuhi, minum air putih sesering mungkin, ngga ngerokok, dan istirahat yang teratur serta cukup…hehehe!
betul sekali teh, memang kesehatan perlu diperhatiin
jarang makan vitamin nih, makanya sering kena sariawan dankebiasaan yang gak bagus sangat menduknglah terjadinya kawah di biibir hehehe
ternyata vitamin yang lebih manjur ada dibagian terakhirnya hehee
keracunan vitamin
klo dipikir kata2 ini lucu juga ya
ohhhhhh jadi gitu ya teh
iya, begitu!
Saya sih lebih suka vitamin yang alami. Sayur dan buah.
[...] Apabila berlebihan, justru akan merusak keseimbangan dan esensi hidup itu sendiri. Sementara itu, Al-Ghazali menyebutnya sebagai obat bagi hati yang jenuh serta pikiran yang letih. Setiap obat harus dipakai sesuai dosisnya. Kalau over, bisa-bisa malah membahayakan si pengguna. [...]
klo soal gizi udah pasti q kurang gizi
supaya kulit tetatp seger n mulus pake vit yg mana yeah bu ?
saya hanya ingin mengkoreksi sedikit pada kaalimat terakhir tertulis “Vitamin C, kan, disimpan tubuh di dalam lemak”. bukannya vitamin C adalah vitamin larut air? masa disimpan dalam lemak yang jelas2 vitamin C ga bakal larut didalemnya. coba dikoreksi lagi ya sis..