Sehari-hari kita akrab dengan istilah darah rendah, kurang darah atau darah kotor. Kita juga rasanya nggak asing dengan donor darah, golongan darah dan suplemen penambah darah. Tapi… memang ada darah yang kotor?
Kaya Serat, Darah Sehat
“Penyakit datang dari makanan yang kita makan” bukanlah kalimat isapan jempol. Kesehatan darah pun salah satu yang sangat dipengaruhi makanan kita. Makanan yang kaya lemak, karbohidrat dan kurang serat, ternyata menyebabkan bertambahnya zat berbahaya yang menyebabkan pembuluh darah kita menyempit.
Makanan yang mengandung kolesterol dan asam urat tinggi bisa menimbulkan penyakit pembuluh darah. Keduanya menyebabkan sumbatan dan kerusakan dinding pembuluh darah. Jika dinding pembuluh darah menebal dan lama-lama menyempit, akibatnya: stroke!
Saat ini, kita hidup (agak) bergaya kebarat-baratan. Makanan yang kita santap adalah junk food yang miskin serat. Bandingkan dengan orang di kampung yang banyak mengonsumsi sayuran, mereka lebih sehat. Serat yang terkandung dalam sayuran akan mengurangi peresapan karbohidrat dan lemak. Jadi usahakan, deh, setiap kita makan nggak lupa menyertakan sayur dan buah.
Cuma Mitos Nih!
“Kamu jerawatan gara-gara darah kotor, tuh!” ujar seorang teman. Sebagian kita mungkin juga percaya dengan pendapat ini. Mulai, deh, kita sibuk minum jamu-jamuan untuk membersihkan darah….
Kenyataannya, darah kotor tidak dikenal dalam dunia medis. Mungkin dimaksud darah kotor oleh orang awam adalah kondisi darah yang tidak normal, misalnya gula darah tinggi atau tekanan darah tinggi. Sedangkan hubungan darah kotor dan jerawat? Sama sekali nggak ada!
Jerawat disebabkan tersumbatnya saluran tempat keluarnya kelenjar lemak dari kulit. Hal ini bisa disebabkan oleh makanan, kotoran atau hormon.
Ada juga persepsi yang salah, tentang makanan penambah darah. Pernah, kan, mendengar bahwa kita bisa menambah darah dengan makan kambing? Sesungguhnya, nih, kambing adalah makanan kaya lemak, sehingga (justru) bisa menyebabkan kolesterol kita tinggi – bukannya menambah darah. Makanan yang baik untuk menambah darah adalah hati dan sayuran hijau karena kaya akan zat besi.
Donor ? Takut Ah!
Ngaku, deh, di antara kita pasti masih banyak yang enggan mendonorkan darah karena takut. Takut gemuklah, khawatir jadi kurang darah, sampai takut jarum. Kalau alasan ketiga, sih, masih bisa ditolerir, tapi bahwa donor bisa menyebabkan kita gemuk… belum terbukti, tuh!
Memang, sih, donor darah hanya menguntungkan penerima darah, pendonor sendiri tidak untung apapun (termasuk membuat kulit bersih secara medis belum terbukti kebenarannya).
Namun pendonor juga nggak perlu khawatir kekurangan darah setelahnya. Jumlah darah yang diambil sudah ditentukan, sehingga pendonor tidak akan kurang darah. Tapi kalau kita memang sudah darah rendah, ya jangan nekat jadi pendonor….
Positif Atau Negatif ?
Masih bingung soaf rhesus? Rhesus adalah sistem golongan darah. Seperti orang ada yang golongan darahnya A, B atau O, rhesus ada yang positif dan negatif. Orang Indonesia kebanyakan Rh positif.
Rhesus bisa jadi pertimbangan saat akan menikah. Cowok yang Rh+ dominan jika menikah dengan cewek Rh-, besar kemungkinan anaknya Rh+ yang bertentangan dengan rhesus ibunya, sehingga akan terjadi pengentalan darah yang menyebabkan anak tersebut meninggal. Meski sudah ada solusi untuk masalah ini, cowok Rh+ dominan masih tidak dianjurkan menikah dengan cewek Rh. Jadi ada baiknya cek darah sebelum menikah.
Darah Rendah vs Kurang Darah
Apa, sih, yang dimaksud dengan darah rendah?
Darah rendah adalah jika tekanan darah seseorang di bawah 100. Hal ini berhubungan dengan pompa jantung. Kondisi ini berbeda dengan kurang darah – yang menyatakan kurangnya kekentalan hemoglobin atau sel darah merah.
Biasanya, nih, kurang darah ditandai gejala pucat atau lemas. Tapi nggak berarti setiap lemas atau pucat kita lantas buru-buru menenggak suplemen penambah darah. Kondisi kita harus dibuktikan dulu, dong, secara medis, yaitu lewat cek darah. Jika terbukti kita kurang darah, baru, deh, boleh minum suplemen penambah darah.
Kurang darah bisa kita alami kalau haid kita jumlahnya banyak banget, bisa juga karena penyakit lain yang menyebabkan darah keluar dari tubuh di luar kondisi normal, misalnya cacingan atau ambeien. Jadi untuk mengobati kurang darah, harus dicari dulu penyebabnya, nggak bisa asal minum suplemen.
Nah, untuk menjaga darah tetap stabil, lagi-lagi, deh, kita harus mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga.Yuk, mulai hari ini!





yuk hidup sehat
hayuuuukkkk …
iya yuk jaga kesehatan, banyak makan makanan berserat..
tulisan-tulisan mba kelly informatif sekali, seneng deh main-main kesini.. ^o^
makasih udah dipuji-puji
kata dokter, tekanan darah saya cukup tinggi, mudah2an masih normal
amiiiiiiiiinnn …
Sehat dari ktia sakit dari kita juga, ya mumpung muda jangan lupa olah raga deh selain menjaga makanan biar dihari tua ga sakit sakitan…
catatn buat saya..sampai sekarang ga berani donor darah
salam
wahhhh,…. dah lama ga donor darah nihh…
kmrn mau donor e e e e e pas puasa jadi HB nya kurang…
salam…
Hmm…, kalau darah tinggi mungkin kebanyakan darah ya
[...] dan terawat. Rutin melakukan pijatan ringan (2-5 menit setiap hari) membantu melancarkan aliran darah ke [...]
[...] meregang, terutama di bagian lipatan-lipatan tubuh, seperti siku bagian dalam. Saat tubuh lurus, darah akan lebih mudah mengalirkan oksigen hingga ke bagian-bagian terpencil. Itu yang membuat tubuh [...]
[...] tembaga dalam darah lebih tinggi daripada wanita melahirkan pada [...]