Gaji naik, punya pekerjaan sampingan, tapi penghasilan kita rasanya masih kurang mencukupi, deh. Boro-boro menabung, pertengahan bulan aja kondisi keuangan sudah di ujung tanduk! Malah nggak jarang kita ngutang ke rekan kerja saat makan siang….
Kalau sudah begini, biasanya kita menyalahkan gaji minim sebagai sumber masalah. Kenyataannya, gaji bukan satu-satunya penyebab ‘kemiskinan’ kita. Gaji hingga delapan digit pun nggak bakal cukup kalau kita nggak bisa mengontrol gaya hidup.
Daripada mengeluh tanpa membuahkan hasil, lakukan usaha supaya kita nggak terus kehabisan uang. Segera, deh, ‘berdiet’ uang. Ssst… hal-hal yang terkesan sepele ternyata justru dapat menyelamatkan keuangan kita, tuh!
Tapal Batas Kartu
Tawaran kartu kredit dari berbagai bank memang menggiurkan. Potongan harga untuk berbelanja di merchant tertentu, gratis satu tiket tiap beli tiket bioskop, hingga bebas biaya tahunan, adalah beberapa contoh fasilitas kartu kredit yang sulit ditolak.
Tapi, bukan berarti kita boleh kalap menerima seluruh tawaran kartu kredit. Sebagai cewek yang baru merintis karier, cukup miliki satu kartu kredit yang fasilitasnya sesuai kebutuhan kita. Pertimbangkan, deh, besarnya bunga yang harus dibayar jika kita terlambat melunasi tagihan. Ogah, kan, menambah pengeluaran sia-sia….
Tendang Utang
Telanjur memiliki beberapa kartu kredit dan pusing melihat tagihannya? Jangan panik – berpikirlah jernih. Kita mungkin nggak bisa membayar langsung seluruh utang, tapi setidaknya, nih, kita mampu membayar jumlah minimum dari masing-masing kartu.
Dahulukanlah membayar kartu kredit dengan bunga terbesar. Dengan begitu, kita terhindar dari membayar bunga – yang jika ditotal bisa digunakan membeli beberapa pasang sepatu baru! Hingga utang kita benar-benar lunas, usahakan nggak berbelanja dulu menggunakan kartu kredit.
Teliti Lagi
Jangan pernah lupa mengecek rekening tagihan kartu kredit. Ada kalanya perusahaan kartu kredit (nggak sengaja) melakukan hal-hal yang dapat membuat jumlah tagihan membengkak. Misalnya, nih, mencetak dua tagihan untul benda yang sama atau menagih bayaran suatu program yang nggak kita ikuti. Nggak cuma itu kelalaian kita seperti lupa bayar tagihan juga bakal merugikan – utang jadi menumpuk gara-gara bunga, deh!
‘Bakar Kalori’
Sama seperti diet makanan, kita kudu memperhatikan jumlah ‘kalori’ yang menghabiskan uang kita. Kumpulin, deh, rekening tagihan barang-barang belanjaan kita tiga bulan terakhir. Bandingkan harga asli belajaan dengan harga yang harus kita bayarkan bila melalui kartu kredit plus bunganya. Perbedaannya pasti cukup besar!
Lebih nyesekin lagi jika baju maupun sepatu yang harganya supermahal itu ternyata jarang kita gunakan. Daripada disia-siakan, mendingan buka garage sale di kantor. Selain bisa balik sebagian modal, lemari pakaian jadi lebih lega….
Hang Out Murmer
Cewek muda seperti kita memang sedang doyan-doyannya ngumpul bareng teman di mall. Hal ini sebenarnya sah-sah aja, asal nggak keseringan. Sadar nggak, sih, kalau kita bisa menghabiskan uang hingga lebih dari Rp 100 ribu sekali hang out? Makan di kafe maupun nonton bioskop, kan, butuh biaya nggak sedikit – belum lagi uang bensinnya.
Jadi kurangi, deh, intensitas kita bersantai di mall. Jika tadinya tiap minggu kita ngumpul, mendingan kurangi jadi dua minggu atau sebulan sekali. Kalau tetap pengen ngumpul tiap minggu, jadikan rumah kita atau sahabat sebagai tempat pertemuan. Nonton DVD atau olahraga bareng nggak kalah seru, kok!
Berburu Diskon
Salah satu godaan terbesar dalam hidup kita adalah belan-ja. Ngaku, deh, kita pasti ingin menjadikan baju dan aksesori di mall sebagai koleksi. Kalau nggak berpikir menggunakan logika, sih, kita bakal menuruti nafsu tanpa mempersoalkan risiko kehabisan uang di pertengahan bulan.
Tapi nggak mau, dong, mengalami masa suram seperti itu…. Coba, deh, mengerem kebiasaan belanja dan menundanya hingga butik favorit mengadakan potongan harga besar-besaran. Nggak ada salahnya juga, tuh, membeli baju di garage sale. Walaupun bekas, biasanya kualitas baju yang dijual masih bagus dan tentunya harganya miring.
Ojek Kenangan
Tinggalkan sifat manja dan pemalas dalam kehidupan sehari-hari. Kalau biasanya pergi dari tempat kos ke kantor memanfaatkan ojek, mulai sekarang kita kudu rajin menggunakan kedua kaki alias berjalan kaki. Jadikan jumlah uang transport yang kita hemat sebagai motivator!
Hal ini juga berlaku dalam makanan. Supaya irit, manfaatkan menu makanan gratis di kantin kantor. Boleh juga, tuh, kita membawa bekal dari rumah – bisa tetap makan siang bersama rekan lain tanpa perlu keluar uang, hi hi hi….
Berani Investasi
Masih sulit juga menjalankan diet uang walau sudah berusaha mati-matian? Artinya kita kudu berinvestasi! Saat ini jenis investasi yang ditawarkan beragam, baik oleh bank maupun oleh perusahaan asuransi. Yang penting, nih, kita kudu rela menyingkirkan setidaknya 10% dari penghasilan kita untuk investasi.
Rajin-rajin cari informasi ke bank, perusahaan asuransi, maupun teman yang berpengalaman untuk menentukan jenis investasi yang cocok untuk kita. Hasilnya memang belum bisa kita rasakan sekarang, tapi beberapa tahun mendatang kita bakal menikmatinya, tuh!





Hehe.. memang kita kudu pinter2 diet dalam segala hal ya…. hehe
hanya memberi semangat dulu bos………
lama g kesini ngabsen dulu y bos……
btw bos mo promosi KONTES SEO kecil2an d tempatq nih y sapa tau tertarik
mbah gendeng bikin kontes ?
bisa kasih bocoran cara menangnya engga mbah ?
tipsnya bagus banget, pas punya duit kita emang sering lupa diri, hehe
makasih udah dipuji-puji
datang lagi nih……… wah mantep mbah juga bisa belajar nih……
bukan kita yang nggak bisa ngatur uang mbak, tapi uang memang sering nggak mau diatur
kalo saya ndak punya kartu kredit. saya ngaturnya dari awal bulan, bikin semacam Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah Tangga (halah!). trus biaya yang pokok-pokok macem biaya sekolah anak, cicilan KPR, dan tabungan disetor di awal. mengantisipasi kalo-kalo ndak tahan godaan
hmmm…blognya keren nih… submit dong blognya di:
http://blogginggratis.org
Hmm..kagak ada aturan haram kartu kredit aja
kayaknya gw udah ngeblacklist kagak pernah pake kartu kredit *mungkin*
salam kenal…
oh bener bgt tuh, emang harus dikendalikan pengeluarannya kalo ga baru gajian lsg abizz.. kan jadi masalah baru.. hehehe..
btw mba berkenan utk tukeran link??
belanja emang perlu tapi kalau berlebih bisa buat masalah baru sementara masalah yang sudah ada belum juga teratasi
btw salam kenal dan thanks sudah menaut saya di google friend conect
hehehe….
Ngirit-ngirit biar nanti gak keceprit…
gw kesini lagi…
sapa tahu ada tulisan anget….
jangan sampai kita yang diatur uang deh..
hehehe