Udara bersih boleh dibilang ‘langka’ di lingkungan kita saat ini. Gimana nggak, setiap hari kita menghirup udara yang bercampur karbon dan zat-zat berbahaya lainnya. Belum lagi adanya kuman, bakteri, atau virus yang nggak sekadar numpang lewat, tapi malah ‘nongkrong’ di saluran napas dan paru-paru kita. Uh… nggak sehat banget!
Udara yang terpolusi ini nantinya bisa memicu kita terkena alergi, khususnya pada pernapasan. Kenali lebih jauh soal alergi plus cara mengatasinya, yuk!
Hal Penentu
Alergi adalah reaksi yang nggak normal terhadap zat-zat yang nggak menimbulkan gangguan pada kebanyakan orang. Kalau kita nggak masalah saat berdekatan dengan anjing dan kucing, teman kita langsung bersin-bersin. Kalau kita jadi pilek ketika udara semakin dingin, teman kita malah santai saja.
Mengatakan seseorang menderita alergi harus memiliki dua faktor. Pertama, bakat yang diturunkan dan adanya pemicu dari lingkungan. Berhubung ini terjadi karena faktor keturunan, alergi tidak dapat disembuhkan atau dihilangkan. Tetapi alergi bisa dihindari dengan menghindari pemicu atau alergennya.
Jika kita alergi pada bulu kucing, maka jangan memelihara kucing. Kalau alergi debu, bersihkan rumah secara rutin, dapur jangan sampai jadi sarang kecoa, seprai dicuci secara rutin, dan seterusnya.
Ada banyak hal yang bisa menjadi alergen ini. Selain makanan, obat-obatan, bulu binatang dan debu, udara yang kotor atau tercemar termasuk pencetus alergi. Karena yang diturunkan adalah ‘bakat’-nya, maka bisa saja, nih, bokap alergi udang, tapi kita alergi debu. Sebisa mungkin kenali, deh, riwayat kesehatan keluarga kita agar lebih mudah menghindari pencetusnya.
Lakukan Sekarang!
Reaksi Alergi yang timbul memang engga bisa disembuhkan dan diterapi. Tetapi alergi dapat dicegah dengan :
- Menjaga kebersihan, dan selalu mengusahakan nggak terkena debu, kotoran, atau polusi.
- Hindari hewan peliharaan, karpet dan benda-benda lain yang dapat menyimpan debu.
- Kurangi minuman dingin (untuk alergi pernapasan) dan hindari makanan pencetus alergi.
Sesak Banget!
Kita kudu lebih waspada, nih, jika napas kita berbunyi saat alergi menyerang. Itu artinya organ pernapasan kita bermasalah, tuh. Alergi pernapasan ujung-ujungnya bsia jadi pemicu penyakit asma. Orang yang asma belum tentu alergi, tetapi orang yang alergi bisa menderita asma.
Alergen di udara, seperti debu, kotoran, polusi, yang terisap oleh orang yang menderita alergi, bisa menyebabkan mata gatal atau merah, bersin-bersin, hidung mampet, sampai ke sinusitis. Ada juga yang sensitif sekali, dan bisa sampai berpengaruh ke kulit, seperti jadi gatal-gatal. Dan jika berlanjut, alergi ini akan ‘meneruskan’ perjalanannya ke tenggorokan sehingga menimbulkan batuk dan sesak napas.
Kalau napas sudah sesak, akhirnya keluarlah bunyi “ngik.” Pada asma yang akut, kemungkinan untuk hilang sama sekali sangat kecil. Tetapi pada asma yang tidak berat, masih ada kemungkinan untuk sembuh.
Bisa diatasi, kok …
Alergi merupakan salah satu bentuk penyimpangan yang terjadi di sistem kekebalan kita. Secara umum, alergi menyebabkan gatal-gatal, mata atau hidung berair, bibir atau bagian tubuh bengkak-bengkak. Jika parah, alergi, bukan hanya alergi pernapasan, dapat menyebabkan terganggunya saluran pernapasan sehingga penderita kesulitan bernapas dan menyebabkan kematian!
Ada dua hal yang harus dilakukan untuk mengurangi alergi. Hindari penyebab dari luar dan kuatkan kondisi tubuh kita. Polusi nggak bisa kita hindari, namun kita bisa menyiasatinya agar nggak semua zat buruk kita hirup. Bawa selalu sapu tangan saat menunggu bus di pinggir jalan untuk melindungi hidung kita.
Selain itu, cara memperkuat dari dalam supaya nggak terjadi gejala adalah dengan mengonsumsi obat tertentu. Kalau asma, ada obat semprot yang digunakan sesekali di saat kambuh. Tetapi, alergi debu ada setiap hari. Debu, kan, selalu ada setiap hari, jadi obat itu harus diminum terus-menerus.
Meskipun penderita alergi harus meminum obat secara rutin, hal ini nggak akan menimbulkan ketergantungan karena obat anti alergi bukan jenis obat yang menyebabkan ketergantungan. Kita juga harus memiliki pola hidup yang sehat, seperti menjaga kebugaran tubuh dan menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Gampang, kan?



Manteb ni infonya, makasih banget boss
Alergi… Jangan dech…
Lam kenal yach…
Tips yang sangat bermanfaat nih..
istri dan anak saya juga punya alergi tapi untungnya bukan di nafas, mereka suka gatel-gatel kalo hawa dingin
salam dari blogger karawng
Klo ngomongin ngak bebas nafas ini diriku punya pengalaman dengan penyakit asma.
Klo diriku biasanya palingan kelelahan, tekanan mental dan alergi debu dan dingin
@Cak Win: Makasih juga pak, sudah berkunjung
@vincensius: salam balik kang!
@mas stein: musti sedia kompor tuh di kamar, biar engga dingin
@Novri: salam kenal juga
Untung aja aku jarang minum es yach… ternyata bisa jadi pencetus alergi yach…
wah infonya menarik banget thanks ya mas
Link sudah saya add mbak, mohon di linkback blog saya. Salam blogger, terimakasih.
[...] Saja!Stres, ko Malah Makan ?Cantik Bukan Cuma FisikKalau Hobi Jadi ProfesiMacam-macam Solusi StressBernapas (tak) BebasKo Engga Dikenalin ?Bumi Makin Panas, Badan Tetap Sehat ← Asyiknya Minum [...]
i have been suffering from sinusitis for so many years and i can only relieve the stuffiness of the nose by means of decongestants.’”"
there are also some alternative medicines that you can try for sinusitis. i have tried some herbal stuffs and it is good for relieving sinusitis too. `
i suffer from sinusitis and there is no permanent cure for this disease.-’