Maunya, nih, kita bertahan di perusahaan tempat kita bekerja dalam waktu cukup lama. Kita bakal makin ahli, nama baik kita juga terjaga. Tapi ada kalanya kita sebaiknya ‘menyerah’ dan banting setir bekerja di bidang yang sama sekali baru, seperti kalau:
Karier mandek
Menduduki posisi yang sama setelah tiga atau empat tahun bekerja tentu bukan hal menyenangkan. Apalagi kalau hal ini terjadi bukan karena kita yang nggak kompeten, tapi karena banyaknya senior yang masih ‘betah’ menduduki posisi mereka. Kelamaan nungguin ‘urut kacang’? Boleh dilirik, tuh, peluang profesi di bidang lain yang memiliki jenjang karier lebih jelas dan fair!
Tak ada gairah
Nggak sedikit yang berpendapat kalau menjalankan suatu pekerjaan, tuh, mirip pacaran. Saat percikan-percikan cinta sudah nggak terasa lagi, kita mungkin kudu mengambil keputusan berat yaitu putus. Begitu juga dalam hal karier. Setelah sukses melewati masa dua tahun yang (dulu) penuh tantangan, sudah saatnya bagi kita untuk menjajal bidang lain yang lebih menantang.
Beda banget
Berkeluh kesah tiap hari mengenai masalah pskerjaan merupakan salah satu tanda kalau kita nggak cocok dengan pekerjaan tersebut. Nggak usah memaksakan diri untuk terus bekerja sebagai staf administrasi kalau kita pecicilan alias nggak bisa diam. Mendingan asah ‘bakat’ kita di bidang pekerjaan lain yang lebih dinamis, seperti jurnalistik, presenter atau copy writer
Penghasilan minim
Harus diakui kalau gaji adalah motivator kuat saat kita bekerja. Nggak asyik kan, kalau kita mengerjakan tugas kantor asal-asalan karena gaji terlalu minim? Jika kita merasa mampu dan memiliki modal (kemampuan) untuk mengerjakan ienis pekerjaan lain yang bergaji lebih besar, kenapa nggak dicoba?
Memberi pengaruh negatif
Pekerjaan yang lebih banyak memberikan pengaruh negatif pada diri kita nggak patut dipertahankan. Nggak usah ragu-ragu, deh, untuk banting setir jika orang-orang dari bidang pekerjaan kita hobi mengonsumsi narkoba atau memiliki atasan yang galaknya udah engga banget.
Bagaimanapun nyawa dan keselamatan merupakan prioritas utama, tuh…. Buat apa penghasilan besar kalau hati kita selalu merasa nggak nyaman dan tenang?



hm,,, berarti sudah saatnya saya ‘putus’ ya?! hehehehehe *curcol dikit*
mau berusaha alias membuka kran penghasilan lainnya kenapa tidak…
banyak kran lebih bagus tapi ingat kondisi badan dan kesehatan, maksudnya sesuai kemampuan ajah.
salam superhangat
Emang susah kalo di posisi kyk gitu. Skr kyknya Ruku juga dah mulai masuk area situ tuh, hanya saja ada kegiatan lain selain kerjaan utama yang masih enjoy… jadi belum ampe ubun2 hehe..
Ada tambahan :
> kantor jauh dari rumah
> suasana yang tidak kondusif (lagi)
> kemampuan tidak berkembang
> ada tawaran yang lebih menggiurkan
> putus sama pacar sekantor
sebagai PeeNeS saya agak susah nanggepinnya nih
@deeedeee & ruku: engga ada salahnya kalo mulai aktif lirik-lirik kantor tetangga
@omiyan: ini tindakan yang bisa memupuk jiwa interpreneurship
@cenya95: setuju, perlu perencanaan supaya tidak merusak kesehatan
@bang Dje: putus sama teman sekantor, wakakak … sampe segitunya
@mas stein: sudah enak jadi aparatur negara, wajar kalo udah engga ada rencana kabur
santai ajah nanggepinya yah….
salam kenal…. mba….
kenapa ga banting stir jd enterpreneur aja….
oy salam kenal…
bodo ah…being parno gk ada salahnya mnurut gw…
Wah bener itu mbak, saya juga penginnya banting stir dengan alasan #1 di atas. Tapi ya karena belum ada tempat lain yang mau nampung, dibetah-betahin aja
@jamalsmile: amiiiinn, doain suatu saat nanti kelly bisa jadi juragan
@sigid: musti berjuang lagi untuk mencari tempat kerja yang lebih baik
jangan terlalu keras ngebantingnya, ntar masuk lobang tambah berabe..pelan-pelan aja duluuuu
banting setir memang mantep kok… tapi hati2, saat resesi ini banyak yang salah banting setir. Maklum di saat susahm, rumput tetangga selalu tampak lebih hijau
setuju sama bang jie itu yang diatas..saya dulu banting setir gara gara putus ma temen sekantor hehe sekarang alhamdulillah penghasilan 15 x lipet ,putus membawa berkah juga ternyata :rol:
Rrtikel yang menarik. saya pernah mengalami masa agak suram.Jabatan standard,saingan berat termasuk saingan dari yunior.Saya tinggal di Jkt dan keluarga di Sby.Ini berarti dapur 2, blm ongkos Jkt-Sby pp, paling nggak 2 minggu sekali.
Sy hampir memutuskan utk pindah ke Sby.Sbg muslim sy sholat istkharah dulu utk minta petunjuk Tuhan.
Tuhan menyuruh saya tetap di Jkt.Akhirnya sy naik pangkat di Jkt.Wah kalo aku nekat pindah pasti bintang satu nggak akan bertengger dipundakku.
Yuk,ati2 dlm mbanting stir..
wah keren ni artikelnya. ada yg bilang cintai perusahaanmu tempat bekerja tapi jangan pernah jatuh cinta kepadanya. he…he…
Wah, tampaknya ini mirip dengan yang saya alami nih…
berjiwa mengenali dunia yang luas adalah alasan pribadi ‘nggak bisa diam’.
seperti burung rajawali…..langit dan awan adalah batasnya untuk raih impian.