Wanita seolah tidak bisa dipisahkan dari high heels. Sudah sejak berabad-abad lalu high heels menjadi must-have items wanita yang ingin terlihat stylish. Memang, high heels bisa membuat kaki kita tampak jenjang, bokong seksi, kita pun terlihat lebih tinggi. Mengenakannya bersama busana yang tepat akan membuat seseorang jadi lebih sedap dipandang.
Namun, para ahli tulang belakang (orthopedist dan chiropractor) serta ahli kaki (podiatrist) punya pendapat lain. Menurut mereka, kalau dipakai dalam waktu lama, high heels bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, dari cedera pergelangan kaki, kelainan bentuk kaki, hingga masalah-masalah pada punggung dan leher. Tidak OK, kan? Tetapi dengan mematuhi beberapa rambu, kita tetap bisa tampil memukau, kok, dengan sepatu Manolo Blahnik atau Jimmy Choo (* gubrak *).
Karena Tidak Bisa Jalan dengan Benar
Mengapa high heels begitu bersalah di mata para ahli kaki dan tulang? Berikut berbagai alasannya. Mekanisme jalan yang benar adalah pertama-tama tumit menjejak lantai, lalu kaki mendatar, setelah itu barulah jari mendorong tubuh untuk maju. Nah, kalau pakai high heels, kaki cenderung jin-jit, ujung jari menjejak lantai duluan. Itu, kan, nggak sesuai dengan mekanisme jalan yang benar. Ada yang dipaksakan. Otot jadi bekerja ekstra, tendon jadi kaku.
Akibatnya, timbullah beberapa masalah pada kaki. Dan karena tubuh merupakan satu kesatuan, kalau satu bagian menderita, bagian lainnya bisa terkena imbasnya. Itu sebabnya, masalah pada kaki bisa menyebar ke punggung dan leher.
High heels juga akan memaksa tubuh kita terdorong ke depan, mengakibatkan kita sulit menjaga keseimbangan tubuh. Otot akan bekerja ekstra untuk mencegah kita terjatuh ke depan. Upaya ekstra ini terkonsentrasi di punggung bawah yang selanjutnya menyebabkan punggung melengkung berlebihan dan kemudian menimbulkan nyeri punggung. Bisa juga timbul osteoartritis karena tekanan berlebihan yang terjadi pada jaringan lunak kaki.
Ada lagi, high heels bisa menyebabkan metatarsalgia, yaitu nyeri pada bantalan kaki di bagian depan (ball of the foot). Selain itu, jaringan di sekitar saraf di antara jari ketiga dan keempat bisa menebal, menimbulkan kondisi yang disebut Morton’s neuroma, yang terasa nyeri sekali. Biasanya ini terjadi akibat iritasi dan tekanan berlebihan pada ball of the foot.
High heels pun cenderung menyebabkan ujung jari kaki terdorong maju. Ujung sepatu yang runcing akan memperparah masalah yang terjadi, seperti menimbulkan pembengkakan ibu jari kaki (bunion), kapalan (callus), atau kuku jari tumbuh ke dalam. Gesekan yang kerap terjadi antara tulang tumit dan bagian belakang sepatu juga bisa mengakibatkan benjolan pada tumit.
Ada Waktunya, Lho …
Karena itulah, pakai high heels banyak aturannya. Toleransi untuk pemakaian high heels adalah dua jam. Untuk mencegah timbulnya masalah pada kaki, coba selang-seling antara pemakaian sepatu hak tinggi dan hak rendah.
Misalnya, saat mengendarai mobil, pakailah sepatu hak rendah. Saat berjalan dari tempat parkir ke kantor dan sebaliknya, kenakan juga sepatu hak rendah. Saat harus bertemu klien penting, kita boleh pakai high heels. Tetapi, selama berada di belakang meja kerja atau makan siang di luar, kita bisa mengenakan sepatu hak rendah. Engga ada salahnya memang, kita selalu bawa atau sediakan sepatu cadangan di kantor.
Kita bisa juga menambahkan foot pads dalam sepatu high heels untuk melindungi ball of the foot dari tekanan. Tetapi, pada dasarnya para ahli memang menyarankan untuk tidak terlalu lama mengenakan high heels.
Makin Lama Makin Tinggi
Pada awalnya, sepatu dibuat datar saja. Karena cara jalan yang benar menuntut tumit menjejak tanah lebih dulu daripada jari kaki, tumit sepatu desain awal ini cepat usang. Itulah yang membuat desainer sepatu kemudian memperkuat sepatu dengan menciptakan sepatu berhak. Seiring dengan semakin berkembangnya fashion, hak sepatu bertambah tinggi, bahkan mencapai tinggi yang sulit dibayangkan sekarang ini.
Tinggi yang Disarankan
Para ahli memang telah menemukan beberapa masalah yang bisa terjadi akibat pemakaian high heels. Namun, bukan berarti high heels benar-benar terlarang. Ketahui saja batasannya.
Tinggi hak
Tinggi hak sepatu high heels yang masih bisa ditoleransi adalah 6-7,5 cm. Pada acara malam hari, untuk tampil beda, kita boleh mengenakan sepatu yang lebih tinggi dari itu. Yang perlu diingat, kalau tinggi hak sepatu kita mencapai 9 cm, sebaiknya ujung depannya tebal. Jadi, kaki tidak terlalu menukik dan tidak sakit.
Sepatu hak tinggi memang kurang baik untuk kesehatan kaki. Tetapi, sepatu yang terlalu datar (flat shoes/platform) juga bisa mengganggu kaki. Karena dengan sepatu flat, tenaga yang diperlukan untuk mendorong tumit akan lebih besar lagi. Tinggi hak datar yang dianjurkan adalah 1,5-2 cm.
Bentuk hak
Hindari sepatu yang ujung depannya runcing. Apalagi kalau haknya tinggi, karena dengan sepatu seperti itu, kaki Anda akan cenderung terdorong ke ujung hak depan yang sempit. Akibatnya, jari akan terasa sangat sakit. Kalau terjadi bertahun-tahun, bukan tidak mungkin jari kaki akan mengalami perubahan bentuk.
Hak depan yang bulat atau kotak akan lebih baik dan lebih nyaman dikenakan. Selain itu, terdapat lebih banyak ruang untuk jari kaki. Carilah sepatu yang memiliki bantalan di ujung depan, sehingga bisa meredam tekanan pada jari dan ball of the foot.
Untuk hak belakang, pilihlah yang tebal (misalnya wedges), bukannya yang runcing dan tipis (stilettos). Kalau tetap ingin pakai stilettos, cari yang di dalam haknya ada besi penopang. Sehingga lebih kokoh dan nggak gampang patah. Hal ini bisa ditanyakan ke penjualnya.
Sebenarnya stilettos atau hak sepatu yang sempit bagus dikenakan oleh mereka yang kakinya langsing. Sedangkan mereka yang kakinya gemuk dianjurkan mengenakan sepatu hak rendah atau yang tumitnya tebal.
Bahan
Kalau ingin sepatu awet, pilihlah yang terbuat dari kulit. Selain itu, sepatu dari kulit juga lentur. Jadi, enak dipakainya. Yang bagus adalah kulit kambing, karena lembut. Sedangkan sepatu dari PU (kulit imitasi) memang cantik, tetapi tidak tahan lama, karena bisa berubah warna dan mudah mengelupas.
Selain dari kulit, ada juga sepatu yang terbuat dari kain. Namun, pori-porinya yang banyak menyebabkan debu atau kotoran mudah masuk dan membuatnya sulit dibersihkan. Perlu kesabaran ekstra untuk merawat sepatu ini. Kita dianjurkan untuk tidak memakainya untuk sehari-hari. Tetapi, sepatu kain bagus untuk ke pesta. Karena teksturnya mudah dibentuk, kita bisa menambahkan macam-macam aksesori di atasnya.
Suede juga tidak baik dikenakan sehari-hari, karena mudah menyimpan debu, kena flek dan jamur. Apalagi di udara Jakarta yang penuh debu.
Sepatu dari bahan anyaman juga kurang disarankan, karena bisa membekas di kaki. Di samping itu, membersihkannya cukup memerlukan usaha, karena ada bagian yang menyelip-nyelip.
Melangkah dengan Pasti
- Saat berjalan dengan high heels, tarik perut ke dalam, agar langkah ringan. Dengan begitu, langkah-langkah kita tidak akan terlalu berbunyi tok-tok-tok. Langkah yang mengeluarkan suara bisa bikin kaki pegal.
- Tumit harus dalam keadaan vertikal saat berjalan. Jangan sampai bergeser ke samping. Kalau sepatu kita cukup tinggi, posisi ke samping ini akan memudahkan tumit terpeleset, sehingga kita terjatuh.
- Kalau kita memakai rok panjang yang memiliki lipatan di bagian bawah, ‘tendang’ rok dengan lutut, agar menjauh dari sepatu. Ini akan mencegah kita terjatuh.
- High heels akan membuat langkah-langkah menjadi pendek. Ini wajar saja sebenarnya. Semakin tinggi sepatu, semakin pendek langkah yang dihasilkan. Jangan coba berjalan dengan high heels seperti memakai sneakers.
Setelah Pakai High Heels….
- Sisihkan waktu beberapa menit untuk memijat kaki. Pijat pergelangan kaki dengan arah yang berbeda-beda. Jangan lupa pijat juga lengkung telapak kaki. Ini akan membantu melemaskan otot yang kaku atau tegang setelah pemakaian high heels.
- Luruskan jari kaki. Kemudian, putar-putarlah (10 kali untuk setiap kaki), agar kaki menjadi kuat.
- Berdiri bersandar pada dinding, kaki dibuka selebar bahu. Langkahkan salah satu kaki ke depan dan tekuk lutut, kaki yang lain tetap lurus.
- Kita juga bisa melakukan pedicure sederhana di rumah. Rendam kaki dalam air hangat. Kemudian, pijat seluruh telapak kaki dengan memakai minyak zaitun atau jojoba. Kita bisa menambahkan beberapa tetes lavender atau aroma lain ke air hangat. Setelah kaki dikeringkan, tutup dengan kaus kaki. Keesokan harinya, kaki akan terasa lembut.







beruntunglah sy nggak pernah suka sama yg namanya highheels dan memang nggak gitu penting sih malah banyak efek negatifnya bukan begitu
Kalo Mbak Ayay aja gak suka, apalagi Bendol?
hehe….
Infonya menarik…
Buat adik bendol aja nih…
Makasih dan Salam Kenal
klu gw yg pake mahhh.. keserimped dahh…
thnx for the daily visit
kesukaan bini saia tuh high heels…^_^
Wah….. coba ada balapan lari atau minimal jalan cepat menggunakan high-heels wah pasti seru yah… **kira2 banyak yang cedera nggak ya??** huehehe….
saya ga punya high heels
untung diriku laki laki
sehingga ngak perlu pake itu
Salam kenal… Nice blog…
@ayay: beberapa orang memang engga suka high heels, mungkin karena suaminya lebih pendek dari dia, mungkin juga takut jatuh, atau mungkin karena sebab-sebab lain.
@humorbendol: wajar kali yee, sampeyan khan cowo.
pasti lebih suka pake egrang dari pada high heels.
@art: latihan dulu kaleee…
@faithfabian: mas faithfabian sangat pengertian sama istri sendiri.
@yari nk: boleh tuh, buat lomba agustusan
@anda: beli donk
@taufikasmara: salam kenal juga. thanks pujiannya.
sekarang saya sudah ga pake high heel lagi hehehe
pake sapatu teplek
*pijet-pijet kaki*
wanita memakai high heels
memang anggun dan memesona
kalau ada efek sampingnya
juga pasti ada solusinya
btw, postingannya educated sista
kalo kawaii ayu paling males pake high heels, he he he
Udah jelas info ini ga’ berguna bwd fandy,, tapi kalo fandy pake sepatu tinggi hasilnya kek apa ya..
aih..
high heels..
paling gak bisa deh pake yang beginian.
daku sebenernya not a very big fan of high heels but… perlu juga siy buat dipake ke acara pesta2 … heheheh kalo sehari-hari siy daku mah teplek-ers hahahahha sandal yg ga pake hak biar enak buat jalan jauh.. secara jalan kaki ke rmh perlu 15 mnt
btw … daku memberikan 1 award buat dikau di blog ku… mohon di ambil yaaaa ^o^
Ah,, high heels memang keajaiban dunia ..
(
Penolong untuk orang-orang pendek kaya’ aku.. hahaa..
Tapi juga kadang kalo pas mau santai-santai,, heels kaya’nya juga terlalu over yaa.. enakan pake flat shoes atau sneaker.
Tapi masalahnya,, temenku tinggi-tinggi semuaaa
kadang kalo liat ada cewe cakep tapi betisnya gede saya mbatin, “ini pasti mbak SPG, dituntut harus jalan-jalan tapi tetep kudu make high heels..” hihi
iiiihhhh, high heels ???? kapok boo.
gaya sih oke, tapi diriku tersiksa berat pake high heels.
jadi aku kasih “doi” julukan yang engga berubah selama hampir sepuluh tahun ini “si keren yang sadis dan menyiksa”
pendek, tinggi, kok direkayasa.
[...] Bradshaw di Sex and The City yang menganggap ‘high heels is my passion?’ Memang sih, sepatu hak tinggi bisa seketika menyulap penampilan kita menjadi keren atau terkesan profesional. Namun di sisi lain, [...]
duh ni info bikin jantungku dag dig dug aze, krana akyu sendiri pengguna high heels. ap mungkin mata ikan dikakiku ini gara2 menggunakan high heels klo ke kampuz????
high heels tuw mank bikin cantiq,anggun n sexy,,,^^
makasih infonya….
yah no high heels lah q g punya,
bsk aj klo wisuda mo minjem heeeee
[...] Related ArticlesCantik Bukan Cuma FisikTidur Membuat Awet Muda Lho …Si Bening MenyehatkanMelangkah Anggun dengan High HeelsNutrisi yang Bikin Kamu CantikMerawat yang TersembunyiMakanan yang Bikin Kerut Ogah Mampir(Jangan) [...]