Proses pdkt berhasil kita lalui dengan mulus. Tapi setelah kita cukup lama jadi pacar, sampai sekarang kita hanya jalan berdua si dia terus. Jangankan dikenalin ke keluarganya, teman-temannya saja kita nggak kenal. Sebenarnya, sih, ada banyak kemungkinan yang bikin si dia belum mengenalkan kita pada orang-orang terdekatnya, seperti di bawah ini:
Belum Mau Komitmen
Kalau cowok kita enggan mengenalkan kita kepada teman dan keluarga, bisa diartikan bahwa si dia belum siap atau yakin mau berkomitmen. Mungkin masih ingin menjajaki hubungannya dengan kita atau ada sesuatu yang masih belum sreg dihatinya.
Makanya dia lebih ‘menyembunyikan’ kita dulu sementara sampai dia benar-benar yakin – daripada telanjur dekat dengan orang-orang disekelilingnya tapi nanti malah bubar.
Kalau sudah tahu alasannya, tinggal pintar-pintar kita membawa diri. Pelan-pelan yakinkan pacar bahwa kita cewek yang (cukup) sempurna buat si dia. Dan kalau dia masih nggak yakin juga, mendingan cari cowok lain yang lebih siap berkomitmen, ah.
Kedua, Ketiga, …
Sepertinya, sih, hubungan kita baik-baik saja. Tetapi dia nggak kunjung mengajak kita bertemu keluarga atau temannya. Kalau ingat-ingat lagi, si dia selalu malas untuk pergi makan atau nonton di tempat ramai. Lama-lama bosan juga kalau setiap pacaran hanya nongkrong di teras ramah saja.
Kalau dia sering menolak ajakan pergi, kita boleh curiga, dong. Bukan nggak mungkin kalau kita ternyata cewek ‘lain’ yang disembunyikannya. Biar nggak ketahuan, makanya dia memilih berkeliaran di kompleks dekat rumah kita saja. Kalau memang begini, jelas saja kita nggak bakal dikenalin ke keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Saatnya, deh, kita cari tahu ala-san sebenarnya langsung dari si dia. Kalau perlu, ajak geng cewek untuk membuntuti si dia daripada curiga terus-menerus dan bikin kita nggak bisa tidur. Begitu terbukti kita hanya ‘ban serep’, saatnya putus!
Status: Taken
Coba kita telusuri lagi gaya pacarannya. Biasanya si dia memang menetapkan waktu khusus buat ketemu kita. Dengan alasan sibuk, kita dilarang ‘mengganggu’ di luar waktu yang sudah dia tetapkan. Bahkan ponselnya juga dimatikan sehingga bikin kita panik. Begitu ketemu lagi, si dia siap dengan segala rayuan dan hadiah yang bikin kita nggak bisa marah karena sebelumnya dia sempat menghilang.
Sadar atau tidak, semua gelagat di atas menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mungkin menyembunyikan sesuatu dari kita. Biasanya, nih, cowok dengan waktu-waktu tertentu yang nggak bisa dihubungi statusnya suami orang. Bisa jadi setiap dia tidak bisa dihubungi karena takut ketahuan dan menganggu waktu privasinya bersama istri.
Perasaan memang nggak bisa dibohongi, kok. Begitu ada sesua-tu yang nggak benar, kita pasti bisa merasakannya. Tetap buka mata dan telinga supaya kita tahu siapa sebenarnya si dia. Kalau memang statusnya beristri, tinggalin aja….
Beda Keyakinan
Di awal nembak, mungkin pacar belum kepikiran bagaimana jangka panjangnya atau memang nggak niat serius. Setelah dijalani, ternyata si dia menemukan banyak kecocokan meskipun berbeda keyakinan. Sebenarnya dia pengen banget mengenalkan kita, tapi tahu bahwa ‘masalah’ itu bakal ditentang keras keluarganya.
Perbedaan itu mungkin (masih) belum jadi masalah bagi kita berdua. Tapi untuk ke depannya, siapa yang mau menjamin? Kalau dia sendiri masih takut menghadapi penolakan dari keluarganya, mana bisa memperjuangkan kita, tuh.
Bila hubungan sudah berjalan lebih dari dua tahun, nggak ada salahnya bertanya kepada si dia mau dibawa ke mana hubungan ini. Kalau jawabannya serius, berarti kita berdua harus mencari solusi dari perbedaan keyakinan tadi. Pastikan kita nggak digantung – pahit banget!
Unfinished Business
Alasan lain si dia nggak mau ngenalin kita sama orang-orang terdekatnya adalah memang ‘urusan’ dia dengan mantannya belum selesai. Kemungkinan pertama, bisa jadi teman-teman dan keluarga si dia nggak bisa terima kenyataan. Jadi, dia pikir lebih baik ngumpetin kita untuk sementara waktu. Si dia nggak mau kalau kita sampai dijutekin orang-orang yang pro mantannya.
Kemungkinan kedua, justru si dia memang belum rela pisah dari mantannya. Makanya dia memilih menyembunyikan kita supaya bisa tetap usaha dengan sang mantan. Huu….
Kalau boleh memilih, pastinya kita ingin si dia memprioritaskan hubungan kita dengannya. Bila memang masih ada ‘utang’ di masa lalu, biarkan dia menyelesaikannya sendiri.Yang paling adil buat kita berdua, sih, break dulu. Sst… jangan salahkan kita juga bila kita bertemu gebetan baru kalau vakumnya terlalu lama!
(Masih) Punya Gebetan
Namanya juga cowok, gebetannya bisa di mana saja. Kita saja (kadang) juga punya gebetan meski sudah punya pacar. Selama gebetan dan pacar nggak tahu, sih, kita masih merasa aman-aman saja. Ayo… ngaku, kan?
Nah, kebayang nggak kalau di lingkungan pertemanannya si dia juga punya gebetan? Jika teman-temannya tahu dia bukan high quality jomblo lagi, bisa merusak pasaran, dong. Nggak heran kalau selama ini kita diumpetin jauh-jauh dari gengnya.
Kita pasti setuju kalau alasan ini sangat kekanak-kanakan. Sebaiknya kita mulai ngobrol serius soal persepsi pacaran menurut si dia, Bikin batasan yang sama-sama enak untuk kita dan si dia, plus patuhi. Masa sih, kita diumpetin melulu seperti penyakit? Tapi kalau nggak klop juga, mungkin memang sudah waktunya… pindah ke lain hati!
Takut Engga Klop
Bukan cuma kita yang deg-degan pas berkenalan dengan ortunya. Dia juga menyimpan kekhawatiran yang sama. Apalagi jika sebelumnya mantan si dia juga nggak kompak dengan ortunya. Akibatnya, dia jadi malas ngenalin kita ke keluarganya karena masih trauma terhadap pengalaman itu.
Beri si dia waktu secukupnya agar dia merasa tenang menjalani hubungannya dengan kita. Kalau belum bisa bertemu langsung, boleh, kok, tawar-menawar supaya boleh berkenalan melalui telepon – apalagi bila ortunya berada di luar kota.
Bukan Cuma Kita
Setelah mengecek sikap dan alasannya, ternyata kita nggak menemukan sesuatu yang salah. Kita pun nggak punya masalah yang bikin pacar malu. Tapi kok, tetap nggak bisa masuk ke lingkungannya.
Masalahnya bukan lagi pada kita atau si dia, tapi justru pada keadaan keluarga si dia. Misalnya ortunya sudah bercerai, saudara kandungnya ada yang sakit atau masuk penjara, dan lain-lain. Gara-gara itu dia jadi minder dan butuh waktu sebelum mempertemukan kita.
Sebagai cewek yang baik, kita harus bisa meyakinkan dia kalau kita tulus menerima dia apa adanya. Siapa tahu ‘kekurangan’ tadi justru jadi alasan bagi si dia untuk mensyukuri kehadiran kita. Sip, deh!
Biar Dikenalin
Jangan hanya berpikir bahwa ‘masalah’ ada di pihak si dia. Mungkin selama ini pacar belum mengenalkan kita pada orang-orang terdekatnya gara-gara ada yang nggak beres pada diri kita. Sebelum kesal karena kelamaan menunggu, coba juga proaktif dan introspeksi.
Attitude, attitude
Sikap kita yang manis dan menyenangkan bakal menjadi nilai plus. Dijamin dia pasti bangga dan nggak sabar mengenalkan kita sebagai pacar.
The Look
Rambut sering kusut, malas nyisir, atau baju asal-asalan? Si dia, sih, mungkin nggak keberatan karena sudah tahu ‘dalamnya’. Tapi buat dikenalin ke ortunya bukan jaminan – kecuali ortunya juga seasyik dia! Kalau kita dandan berarti kita menghargai diri sendiri dan orang lain. Tapi jangan over juga, kesannya malah ‘palsu’.






saya ga akan mau dideketin sama cowo model begini karena dari awal ga jelas asal usulnya. Udah gitu pas jadian malah kebanyakan alesan: ga siap komitmenlah, traumalah, sibuklah, apalagi masih punya urusan sama mantan, yang lucu takut ga kloplah ( r u serious?).
Dari seluruh argumen kenapa dia ga ngenalin ke keluarganya dan teman2nya jawabannya cuma satu: Dia tidak benar-benar cinta sama Kamu.
kenapa?
Klo emang dia benar-benar cinta pasti dia ingin seluruh dunia tahu klo kamu adalah pujaan hatinya. Klo dia menyembunyikan kamu dari orang2 skitarnya berarti dia belum yakin kamu adalah pasangan yang tepat untuknya. Dan ngapain kita masih pacaran sama orang yang bahkan ga yakin sama diri kita? Kita para wanita adalah berharga,buat apa mempertahankan pria yang ga bisa menghargai kelebihan kita?
Sebuah hubungan membuat kita merasa bahagia,inspiratif,motivatif. Klo di awal hubungan aja kita harus kerja keras untuk meyakinkan dan mengesankan pria, pada akhirnya ga akan dapet apa2.
Aku tau ini karena baru-baru ini abis baca buku “He’s Just Not That into YOu” by Greg Behrendt and Liz TUccillo. Membuka matadan pkiranku bagaimana seharusnya hubungan itu mempengaruhi hidup wanita.
Saya dulu pernah punya kisah, setahun pacaran cuma dikenalin ke Mamanya, dan tidak ke Papanya.
Eh ternyata si Papanya itu punya calon tersendiri bagi anaknya.
So, di mata Mamanya, akulah calonnya, dan di mata Papanya, bukan aku tentu saja
wow..casual cutie bingung mau komen apa….
Ola!
Dua kali masuk blog orang nemu komen dari tempatmu terus hehe … saatnya berkunjung sepertinya ^^
Salam kenal yah ^^
Sorry ni.. aku ga sepenuhnya setuju alasan mengapa cew ga dikenalin ma orang lain maupun ortu?
Ada cow yang ga punya komitmen, msh punya gebetan n sebagainya tapi tetep di kenalin ma orla ( orla disini termasuk ortu).
Trus klo cow sedang sibuk ya emang sibuk n saat lenggang ortu sibuk so emang blom waktunya kan.
Anyway busway…
Aku pernah ada knalan cew, dia malah ga mau cownya tu knal ma keluarganya, dengan alasan yang bukan seperti diatas, padahal tu cow dah serius n kluarga cow dah knal dekat dengan cewnya.
So, itu semua tergantung dari masing2 pasangan.
Aku sebagai cow pasti minta ijin ma ortu cewku buat menjalin hub, n klo da waktunya ketemu dengan ortuku pasti aku temukan mereka (maap dlm perantauan).
Oia lupa, Kelly dapet FaBA ‘09 versi TB, n jangan lupa tuk nyebarin virus FaBA ‘09 ke blogger2 lain.
Terima kasih
Alasannya masuk akal, tipsnya juga oke..
sip, mantap… ehh sekalian tukeran link ok n salam kenal..
@citra: mba citra emang wanita yang tegas dan berwibawa.
@DV: kisah sedih ya mas. turut berduka cita. huaaaaa ….
@alvonsius: salam kenal juga
@trinil: oww…, jadi masalah kenalan sama ortu pacar tuh ternyata emang lebih rumit dari yang kelly gambarin yak ?
btw, thanks awardna.
cihuyy … dapet award lagi. horeeee…
@oming: makasih pujiannya
@novian: hayuuukk
Kalau mau sini tak kenalin….
kunjungan balik…
wah masih banyak sebenernya alasan lain, mis: malu sama kondisi orang tuanya yang dari desa (hehehe…nggak banget), ternyata sang pacar adalah anak dari musuh bebuyutan orang tuanya (halah…romeo juliet),dll…
saya pernah tuh kena masalah beda keyakinan. saya yakin sama pacar saya, pacar saya yang ngak yakin sama saya hehehe…
nice blog
owwwwwwwwwww…. gitu toh….
ada benernya juga seh.. hahahha…
Orang berkembang tergantung pengalamannya juga seh…
sebagian setuju… sebagian kurang setuju….
Gw punya teman pacaran tp beda keyakinan tp dua2 dah dikenalin ke ortu masing2… gak ada keputusan mo bgm kelanjutannya. teman gw masih asyik2 berdua tuh… aneh ya
Sadar atau tidak, semua gelagat di atas menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mungkin menyembunyikan sesuatu dari kita. Biasanya, nih, cowok dengan waktu-waktu tertentu yang nggak bisa dihubungi statusnya suami orang…..atawa …..ada yg memiliki
haduh…
saya sih pengennya dapet calon yg udah gak punya orang tua…
biar ga repot dealing with mertua…
hueheheehe
hehehe…. jadi inget waktu pacaran, dulu istri (mantan pacar) ngotot banget pengin dikenalin ke keluarga saya. ya sudah… dikenalin saja. masalah nanti putus mah laen soal
manggtafffff neh, salam kenal aja
teori yg bagus. tapi kadang susah di implementasikan pada zona tertentu karena kompleksitas sebuah hubungan yg absurd. bahkan setelah pernikahan sekalipun. cobain deh..
Ngga semudah itu lagi, tapi sepengalamanku, masing masing harus punya cita cita sendiri, punya mimpi sendiri sendiri, apa yang mau diraih dan dicapai, kalau sering ngobrolin itu, pasti kita akan saling share mimpi itu dan baru kepikiran membangun pondasi itu
wah… analisa yg bagus… tapi rasanya gak semua salah cowo ah..
aku pribadi gak ngenalin ceweku ke kluarga atau teman, soalnya masih melihat itu cewe bener2 serius gak!!
kalau ku sudah merasa nyaman dan yakin satu tujuan, baru dech dikenain..
analisa panjang lebar dan mantab! memang jadi curigationdotcom tho kalo sudah runtang-runtung kesana kemari tapi blom diajak masuk ke sarangnya dia
wahhh bener2 ino yang bener2 membuat menambah ilmu pengetahuan tentnag cow n masa depan..makasie ya n lam kenal
[...] Nggak usah takut si dia menghilang tiba-tiba waktu diajak ngobrolin pernikahan. Baru jadian aja, si dia pasti punya niat mengenalkan kita pada keluarganya [...]
[...] Hubungan sudah berjalan tahunan tapi nggak ada tanda-tanda kita bakal segera dilamar? Tergantung kita juga. Kalau kita pengen ada ending dan dia nggak, mungkin sudah saatnya kita [...]
aku cew…. dari awal hubungan kita udah ngenalin ke keluarga masing2 dan hubungan ini udah berjalan 1,5 tahun…dia juga udah tahu gimana keluargaku aku juga udah dekat banget dengan keluarganya…tapi 2 hari yang lalu….saat aku tanya kapan dia akan melamarku dia bilang belum siap masih ingin dugem, hang out, kumpul dengan temen2nya, dan dia bilang untuk satu tahun kedepan ga akan ngomongin masalah pernikahan……kemudian aku putusin aja untuk jalan sendiri2 karna jujur aku udah mau serius dan gak mau main2 lagi…apa keputusanku benar???? aku musti bagaimana???? tapi ada satu pertanyaan yang belum terjawab sampai sekarang dia itu sebenernya serius gak sie ma aku