Pelangi Di Seberang Mentari Rotating Header Image

Kerja Heboh Perut Kita

perut

perut

Perut ternyata tak cuma tahu urusan lapar dan kenyang. Bagian tubuh yang satu ini ternyata lebih pintar dari yang kita kira.

Perut, Kata Orang Timur

Dalam kepercayaan Tao, perut memang bukan saja mengurusi lapar atau tidak lapar. Mereka percaya, area perut merupakan tempat berpusatnya segala macam emosi manusia. Menurut mereka, usus kecil misalnya, selain mencerna makananjuga bertugas mencerna emosi.

Gejolak pada bagian ini menandakan adanya emosi-emosi tertentu yang terpendam dan tidak ‘tercerna’ dengan baik. Gejolak di perut kanan, misalnya dekat dengan masalah lever yang juga menandakan emosi marah; kekhawatiran mempengaruhi area limpa dengan tanda gejolak di perut bagian kiri atas, serta ketaksabaran atau kecemasan berlebihan akan mempengaruhi usus kecil. Aneh, ya? Tapi begitulah kepercayaannya.

Mereka pun punya kebiasaan melakukan terapi pijat khusus di area perut untuk menjaganya tetap sehat. Tentu dengan tujuan agar kesehatan tubuh secara keseluruhan pun terjaga. Manusia, menurut mereka punya kecenderungan mengalami blokade energi pada organ-organ dalam tubuhnya karena berbagai kebiasaan yang tak sehat. Akibatnya energi positif tak bisa mengalir lancar dan timbulah penyakit.

Gangguan ini bukan hanya disebabkan oleh faktor fisik, seperti makan tak sehat bekerja tak kenal waktu, cedera, kebiasaan tubuh yang buruk, obat-obatan, bekas operasi, atau racun-racun lain. Secara mental, emosi negatif seperti takut, cemas, marah, khawatir berlebihan, stres, sampai depresi akan menimbulkan kerusakan yang sama parahnya dengan masalah fisik. Sedikit demi sedikit, energi negatif macam ini akan mempengaruhi kondisi tubuh.

Emosi negatif yang tak menemukan jalan keluar alias terpendam akan mengotori organ-organ tertentu atau memenuhi perut Anda. Tempat berbagai sampah emosional dibuang. Kira-kira perut Anda mungkin seperti kekenyangan emosi. Seharusnya perut bisa memproses beberapa masalah emosional. Tapi lebih sering masalah-masalah ini tak terproses dengan baik. Akibatnya pusat energi yang terletak di perut ini penuh sesak dengan berbagai masalah. Inilah awal berbagai rupa penyakit.

Untuk mengatasinya, ilmu Tao menganjurkan untuk melakukan pijat perut, namanya pun khusus : pijat Chi Nei Tsang. Artinya kurang lebih mengaktifkan energi organ-organ dalam. Caranya, mereka menggunakan prinsip qi gong (chi kung) untuk mengembalikan keseimbangan tubuh dan memicu kesembuhan.

Menurut konsep Chi Nei Tsang semua gangguan kesehatan dan penyumbatan energi bisa ditelusuri jejaknya dari perut. Teknik pijat perut ini dapat dipandang sebagai usaha untuk melancarkan jalan energi sehingga tubuh membaik. Apalagi, menurut kepercayaan Tao pula, seluruh organ tubuh pun dianggap punya kemampuan menyembuhkan dirinya sendiri. Begitu peredaran darah dan energi (qi) lancar, maka organ-organ tubuh pun mulai mendapat energi positif baru yang bersih.

Hal ini diperkuat oleh ilmu pengobatan tradisional Cina (TCM) dan ayurveda, yang menyatakan bahwa energi negatif dan racun dalam tubuh akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Begitu keduanya ‘dicerna’ dan dibuang dari dalam tubuh, maka berbagai keluhan penyakit pun bisa sirna.

Bagi orang-orang Barat, hal-hal macam inijelas sulit diterima secara logis. Perut memang tempat berbagai organ penting. Tapi, bukan berarti perut bisa mencerna zat tak kelihatan yang disebut emosi tadi bukan? Bukankah emosi-emosi manusia urusan otak?

Perut, Kata Orang Barat

Bisa jadi demikian. Tapi belakangan, para ahli menemukan banyak hal-hal baru dan menarik di seputar perut kita. Salah satu penelitian dilakukan seorang profesor anatomi biologi sel di New York City Columbia-Presbyterian Medical Center, Dr. Michael Gershon, yang menyebut kita punya second brain, otak kedua, kerap juga disebut gut brain.

Second brain, memegang peran penting mengontrol setiap aspek sistem pencernaan, dari eshopagus (saluran makanan atas, yang menghubungkan mulut dengan lambung) hingga perut, usus kecil, sampai usus besar.

la memonitor kerja pencernaan, mengenali nutrisi yang masuk, hingga mengukur keasaman serta jumlah garam yang masuk. Mirip laboratorium kimia di perut. Otak kedua ini juga bekerjasama dengan sistem kekebalan tubuh yang ada di perut. Mungkin Anda pernah dengar, sekitar 70% imunitas tubuh berada di perut.

Sistem persyarafan dan pencernaan di perut manusia memang istimewa. Mereka merupakan sistem syaraf otonom yang tidak bisa kita ’suruh-suruh’ untuk berhenti mencerna atau ‘ayo, mulailah mencerna’. seperti halnya kita mengontrol tangan atau kaki, misalnya. Sistem pencernaan manusia sangat kompleks. Lambung saja, misalnya, punya semacam sensor yang mengatur jalan makanan ke proses selanjutnya.

Susunan syaraf canggih ini, sebenarnya disebut sebagai sistem syaraf enterik. Sistem syaraf ini tertanam di lapisan sepanjangjaringan pencernaan. Mereka pun mengatur kerja zat-zat kimia termasuk hormon dan neurotransmiter, mirip seperti yang dilakukan otak kita di kepala. Otak bukan satu-satunya tempat yang penuh dengan neurotransmiter. Ada ratusan juta neurotransmiter di perut, hampir sama dengan jumlah yang ditemukan di otak.

95% serotonin dalam tubuh ada di perut. Mereka yang memicu kerja pencernaan. Sel-sel syaraf di perut juga menggunakan serotonin untuk mengirim pesan balik ke otak. Karena itulah ada interaksi istimewa antara sistem syaraf enterik, sistem pencernaan, dan emosi manusia. Otak perut ini berinteraksi intensif dengan otak di kepala. Dan karenanya juga dengan berbagai emosi yang terjadi seperti kecemasan, depresi, marah, sedih, gembira, harapan, kasih sayang, dan cinta.

Canggihnya

Bentuk interaksi lain yang bisa dengan mudah dilihat adalah pada saat ‘markas besar’ atau otak Anda menginginkan sesuatu yang sebetulnya tidak diinginkan otak perut dan tidak dibutuhkan tubuh, misalnya, mie ayam pedaaasss. Otak perut akan memberi sinyal seperti lambung atau dubur terasa panas akibat pedasnya makanan, mual-mual karena kenyang, lalu mencret. Hal ini dilakukan agar keluhan serupa dan hal yang tidak mengenakkan ini tak terjadi lagi di kemudian hari.

Sistem pencernaan dan otak memang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan saling mempengaruhi. Melalui beberapa saluran komunikasi, seperti susunan saraf pusat, jaringan sel saraf di sumsum tulang belakang, sistem saraf otonom, saraf enterik, dan hormon neuropeptida, yang memungkinkan ‘percakapan’ antara otak dan perut.

Contoh yang paling banyak ditemui, misalnya percakapan antara otak dan saluran cerna. Emosi, stres, menyebabkan lambung melepaskan banyak asam lambung yang dapat berakibat timbulnya tukak lambung. Ingat, dong, saat menghadapi ujian fisika yang ditunggui si pak guru galak dulu? Rasanya perut ikut-ikutan mules ingin ke belakang terus bukan? Makin garang pelototan pak guru, makin senewenlah kita dan perut kita.

Meski instruksi -instruksi sistem syaraf enterik ini datangnya dari otak besar, otak perut mampu menjalankan seluruh aktivitas pencernaan, penyerapan, eliminasi, mengolah data, memproses informasi, dan bekerja secara mandiri. la juga punya kemampuan belajar, misalnya, buang air besar di pagi hari pada jam yang sama. Atau menjadi bingung bila seseorang sering mengabaikan keinginan buang air besar, karena ditekan terus oleh satu dan lain hal dan kemudian malah menjadi sembelit.

Di bawah otot pernafasan (diagframa), dekat lambung, ada kumpulan syaraf yang disebut solar plexus. Disebut-sebut, tempat ini sebagai tempat keberadaan emosi dan reaksi emosional berawal. Mungkin ini pula yang dikaitkan oleh para peneliti tentang adanya pusat emosi di perut.

Konon, pijatan dan sentuhan kasih sayang pada perut dapat merangsang otak dan perut mengeluarkan zat-zat kimia penyembuh yang berkaitan dengan relaksasi tubuh dan efek yang positif bagi mental – emosional. Hal-hal macam inilah yang tampaknya membuat kondisi perut berkaitan dengan kondisi mental, dan sebaliknya.

Sayangnya, penelitian soal perut dan otak keduanya ini terbilang baru. Sehingga masih banyak ahli yang bertanya-tanya soal penerapannya dalam mengatasi masalah perut, pencernaan, atau gangguan emosional.

Yang Penting Jaga Perut

Meski para ilmuwan masih meraba-raba, dengan kerjanya yang kompleks, sudah pada tempatnya bila Anda semakin menghargai bagian yang satu ini. Makan teratur tepat pada waktunya merupakan satu hal kecil yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kelancaran kerja organ-organ pencernaan. Begitu juga dengan makan dengan jumlah cukup, tak berlebihan serta mengunyah makanan dengan baik.

Kebiasaan yang tampaknya sepele ini berperan besar bagi pencernaan. Membuat kerja mereka saat mencerna, seperti menghasilkan enzim dan mengolah makanan berjalan lebih sempurna. Hindari makanan yang berpotensi meningkatkan asam lambung lalu bisa menimbulkan luka/ tukak lambung, seperti makanan yang terlalu pedas atau suplemen vitamin C yang berlebihan.

Lebih jauh, untuk menjaga kesehatan perut sebenarnya sama dengan menjaga pola hidup sehat seimbang. Selain memperbanyak buah dan sayur mentah yang mengandung enzim-enzim yang dibutuhkan tubuh serta cukup tidur dan cukup olahraga.

Usahakan untuk senantiasa menikmati hidup, menjaga relasi harmonis dengan orang-orang di sekitar Anda, bergembira, lakukan segala sesuatu dengan hati ringan dan terbuka, dan pertahankan pola pikir positif. Bila hal-hal ini baik untuk mental dan otak Anda di pusat sana, berarti akan baik juga untuk otak di perut Anda bukan?

Related Posts with Thumbnails

Related Articles



10 Comments

  1. mas stein says:

    makanlah sesudah lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang, konon begitulah ajaran agama saya…

  2. imoe says:

    dari dalam perut, sumber penyakit akan datang, kalo gak bisa mengelolanya dengan bijak hehehehe. Kalo bagi anggota legislatif…perut adalah simbol kemammuran hehehehe

  3. kelly says:

    @mas stein: bagus sekali jika kita dapat melaksanakan nasehat mas stein

    @imoe: engga cuma anggota legislatif pak, buat kebanyakan orang juga demikian ko

  4. okta says:

    setelah suku dayak ada lagi tuh postingan terbaru….
    suku anak dalam……
    trims atas kunjunganya….

  5. Keep Writing.

  6. airyz says:

    Meski para ilmuwan masih meraba-raba, dengan kerjanya yang kompleks, sudah pada tempatnya bila Anda semakin menghargai bagian yang satu ini. Makan teratur tepat pada waktunya merupakan satu hal kecil yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kelancaran kerja organ-organ pencernaan. Begitu juga dengan makan dengan jumlah cukup, tak berlebihan serta mengunyah makanan dengan baik.

    hihi, ilmuwan emang sukanya meraba-raba. blogwalking nih :D

  7. masnoer says:

    makanlah sesudah lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang ngopi cementanya mas staein. memang benar kita kalau sudah kenyang sekali kita kebanyakan pada ngantuk hiksss

  8. syaiful says:

    terima kasih ya sudah berkunjung

  9. [...] makanan · stress Related ArticlesNggak Ngopi Dulu Ahhh …Sarapan Dulu Dong …Kerja Heboh Perut KitaMata Kita, Jendela HatiCoklat, Cinta pada Gigitan PertamaBodyguard TulangNutrisi yang Bikin Kamu [...]

  10. [...] puasa juga membuat kita tambah langsing. Karena ternyata tubuh membakar lemak lebih banyak saat perut dalam keadaan kosong. Seru, [...]

Leave a Reply

  • Artikel Terbaru

  • Kategori

  • Archives