Pelangi Di Seberang Mentari Rotating Header Image
sambil masak, dandan, dan ngurus anak

Mengapa Cinta Membuat Kita “Gila” ?

cinta

cinta

Tak ada yang bisa menyangkal, euforia cinta terkadang bisa membuat Anda “gila”! Pernah teringat saat Anda pertama kali pacaran dan mengirimkan makan siang hampir setiap hari ke kantor si dia? Atau, Anda mendadak jadi rajin bekerja setengah mati saat sedang naksir rekan kerja satu divisi? Masih ada yang lebih gila lagi. Anda tersenyum-senyum sendiri di depan komputer sambil memandangi koleksi foto si dia di desktop!

Perasaan selalu gembira saat jatuh cinta bisa jadi hal yang positif. Tapi, tak jarang hal ini juga bisa membuat Anda jatuh ke jurang nista. Tak ingin hal tersebut jatuh menimpa Anda? Berikut cara untuk merasakan cinta tanpa harus jadi “gila”!

Masa-masa Indah

Pacar baru saja menelepon dan bilang sayang. Mendadak, omelan bos galak terasa terdengar merdu di telinga! Betul, saat Anda sedang jatuh cinta, bagian otak yang kaya dengan dopamin jadi aktif. Anda pun akan terus menerus merasa senang. Dopamin juga menaikkan produksi testosteron, hormon yang bisa menaikkan libido Anda. Tak heran, gairah sering tak tertahankan dan Anda bahkan punya stamina seksual bak Wonder Woman!

Anda juga kemungkinan besar memproduksi norepinephrine, sebuah substansi kimia dalam tubuh yang menstimulasi gairah seksual dan kerap diasosiasikan dengan peningkatan kemampuan Anda dalam mengingat suatu hal. Jadi kini Anda tahu, bukan, kenapa Anda tiba-tiba punya kemampuan super untuk mengingat semua detail, bahkan yang paling kecilpun, tentang si dia? Pokoknya, semua yang indah tentang si dia jadi Anda ingat terus!

Masa-masa Sulit

Ada kabar buruk tentang cinta untuk Anda, perasaan bahagia terkadang bisa jadi racun. Pasalnya, jatuh cinta bisa menyebabkan penurunan aktivitas pada amygdala atau bagian otak yang membuat Anda memiliki perasaan takut. Itulah sebabnya Anda kerap punya kecenderungan bersikap nekad saat sedang jatuh cinta.

Norepinephrine ternyata juga turut pegang peranan. Memang, substansi tersebut akan membuat ingatan Anda fokus pada hal-hal secara mendetail, tapi ingatan tersebut hanya berlaku bila berkaitan dengan si dia. Selebihnya Anda mendadak jadi pelupa pada hal-hal lain. Begitu kuatnya kekuatan otak untuk memperhatikan pasangan kita sampai-sampai orang lain atau pekerjaan hanya akan mendapatkan sisa dari perhatian Anda.

Masa-masa Paling Sulit

Ingin tahu yang lebih buruk lagi? Tahukah Anda bahwa perasaan cinta bisa memberi efek ketagihan bagai drugs? Saat bersama si dia, Anda akan serasa terbang di awang-awang. Namun ketika ia sulit dihubungi, Anda bisa langsung jatuh tersungkur. Semakin dekat hubungan Anda dengan si dia, semakin tinggi pula tingkat kecanduannya, dan Anda akan semakin depresi bila tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. Persis seperti narkoba!

Perasaan jatuh cinta juga dianggap menurunkan tingkat serotonin, substansi kimia di otak yang membuat Anda merasa tenang dan damai. Jika serotonin turun sampai pada level yang rendah, maka Anda kemungkinan dapat mengidap obsessive-compulsive disorder. Alhasil, Anda tak keberatan mengunjungi ramahnya berpuluh-puluh kali dalarn seminggu atau menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menganalisa maksud di balik kata-katanya yang sebenarnya sederhana saja.

Selain itu, rasa ketertarikan dapat meningkatkan oxytocin, substansi kimia yang muncul dalam tubuh saat kita sedang berpelukan, sehingga menyebabkan perasaan senang terhadap pasangan Anda. Secara alami hal tersebut akan membuat Anda terikat dengan pria, tak peduli apakah ia pantas mendapatkannya atau tidak. Intinya, Anda bisa dibutakan oleh cinta.

Tak mau, kan, bila Anda disangka tidak waras saat mengalami masa-masa jatuh cinta? Coba jawab tiga pertanyaan berikut ini dengan jujur:

  1. Apakah Anda membuat lebih dari satu keputusan yang kemudian Anda sesali?
  2. Apakah Anda sudah meninggalkan teman-teman dekat ataupun keluarga Anda?
  3. Apakah Anda mengorbankan suatu hal yang amat penting dalam hidup demi mendapatkan waktu lebih banyak untuk bersama si dia?

Jika Anda menjawab “ya” untuk setidaknya dua pertanyaan saja, maka rasanya Anda perlu berhati-hati.

Tahan diri untuk tidak menghabiskan seluruh waktu Anda bersama pasangan. Sebagai gantinya, luangkan sedikit waktu Anda untuk para sahabat dan keluarga. Biar bagaimanapun, Anda tetap membutuh mereka untuk menjaga agar Anda jadi tidak lepas kontrol. Selain itu, begitu “masa-masa girang” itu sudah usai, Anda pasti menginginkan kehidupan Anda yang lama kembali seperti sediakala.

Anda bisa mengatur perubahan mood selama masa-masa jatuh cinta dengan berolahraga. Penelitian terbaru menunjukkan, bila Anda berlatih kardio secara rutin, akan dapat meningkatkan efek dopamin sekaligus menambah endorfin yang akan membuat Anda tetap waras. Endorfin ini adalah sebuah penghilang stres yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Jadi berolah-ragalah secara rutin setidaknya selama 30 menit, tiga kali dalam seminggu. Maka kepala Anda akan selalu bisa berpikir jernih.

Dan jika perasaan Anda sedikit berlebihan, jangan khawatir. Perasaan itu hanya bersifat sementara saja. Para peneliti berspekulasi bahwa fase romantis ini hanya akan bertahan antara 12 sampai 18 bulan saja. Makanya, nikmati masa-masa indah Anda dengan dirinya selagi bisa.

Related Posts with Thumbnails

Related Articles



21 Comments

  1. Agus says:

    Salam,sangat menarik infonya n ‘hot’ gambarnya..

  2. kweklina says:

    cinta bisa dijadikan pemompa semangat tapi juga menjadi penghancur…tergantung bagaimana orang itu menilai, merasakan dan mengartikan cinta.

    Jangan sampai kita dikendali cinta.

  3. kang cecep says:

    setuju sekali… cinta adalah pengendalian diri…
    karena hidup adalah memilih… maka selalu berpikir solusi… solusi… dan solusi…
    NB:
    tukeran banner yu…

  4. Bobby says:

    Lebih baik kehilangan pas\car dr pd kehilangan seorg sahabat

  5. Sependapat tuh sama Om Bobby….

  6. kelly says:

    @agus : terima kasih pujiannya
    @kweklina : setuju mba, emang cinta punya dua sisi
    @kang cecep : anu kang, blom bikin banner :D
    @bobby & bambang : tergantung mana yang lebih susah ngedapetinnya, pacar atau sahabat.

  7. Salsabillah says:

    Mungkin tidak perlu berlebihan dalam mencintai seseorg agar begitu ditinggalkan kita tidak terlalu merasa kecewa. Salam kenal mbak…., Tukeren link yuk…

  8. putra says:

    duh.,ga pernah jatuh cinta neh,,jadinya ga pernah ngerasa gila.. :D

    lam knal yak.. :P

  9. dwixz says:

    sep2..argument anda baik saya sangat setuju..
    kenapa kita harus mau dibuat gila oleh cinta kalo bisa cinta itu sendiri yang harusnya kita buat jadi gila.

    kalo aq seh ngejalani dr dulu sampe saat ini bagiku sebatas main2 dengan cinta..karena buat q hidup n langkah ku aq sendiri yang memustuskan,,jadi ga pernah q sesali dengan tindakan ku.

  10. Peri Turnip says:

    semakin mengartikan cinta,
    semakin sempit arti cinta itu,

    cinta itu
    membuat kelemahan jadi kekuatan
    cinta itu
    membuat keraguan menjadi keyakinan
    cinta itu
    membuat penderitaan menjadi kebahagiaan
    cinta itu
    membuat kematian menjadi kehidupan
    cinta itu
    membuat ketiadaan menjadi ada

    1. kelly says:

      @Peri Turnip: puitis eh, jadi berasa tersanjung ^_^

  11. Kalo udah berlebihan kayak gitu namanya cinta buta tuh… bahaya

  12. iLmi says:

    Cinta mungkin dapat membuat kita kacau…
    Namun,, tidak disangka bahwa “kekuatan cinta yang dasyat dapat memberi kita suatu hal positif”..

  13. podin says:

    sungguh bahagia orang2 yang bisa mengendalikan cinta.
    ada gak tips untuk mengendalikan cinta terhadap yg jelek,kayak cinta judi,minum keras,dll.karna pernah saya tegur seseorang yg akan minum,dia bilang cinta ama minuman.

  14. Lily Emma WaTson says:

    Gw þRnh nGeRasaIn Indhny saaT faLLinG In Løve!
    MzkIþn dý ckRg Gk Lg 1sklh m Q
    Tþ Q HAPPY kRnA Q SeRinG LhT dý Lg NønGkRønG d þInGGIR jLn
    Q nkzIR dý AbIzZ Gra” dý Itu Tmn Q sJk SD ampe CkrG.
    I LØVE U FULL MY 1ST LØVE RICO MANDALA……

  15. shahil says:

    Salam hormat.

    Ayuh kita berkongsi maklumat dan pengalaman…

    Silalah baca kategori “suara hati nurani/cintailah isteri seperti waktu bercinta” blog pakcik.

  16. shahil says:

    Buya HAMKA pernah berkata…cinta ibarat kain putih dimana kitalah yang mencorakkan warnanya.

    1. kelly says:

      pakcik shahil filosofis sekali :)

  17. kreatips says:

    ternyata ada ilmiahnya ketika pasangan sedang dimabuk asmara …
    hmmm … artikel ini hendaknya ditunjukin ke dia gak yah …

    1. kelly says:

      tunjukin dunk, biar doi tambah pinter :)

  18. sinhui says:

    cinta bisa dijadikan pemompa semangat tapi juga menjadi penghancur…tergantung bagaimana orang itu menilai, merasakan dan mengartikan cinta.

    Jangan sampai kita dikendali cinta.

Leave a Reply