Sebenarnya, pernah pada suatu masa, di negara-negara Eropa wanita gemuk mempunyai daya tarik tersendiri. Wanita bertubuh montok agak berisi saat itu dianggap lebih cantik daripada wanita kurus. Perhatikan deh, lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci yang fenomenal itu. Monalisa bukan tipe wanita langsing bukan? Apa sebenarnya hal baik tentang lemak ?
Sebenarnya juga, bapak kedokteran modern, Hipocrates sudah jauh-jauh hari memberi peringatan bahwa orang gemuk biasanya lebih cepat meninggal. Peringatan Hipocrates kini terbukti. Seiring perkembangan ilmu kedokteran, penelitian pun membuktikan bahwa kegemukan bukan lambang kemakmuran tetapi lambang hadirnya berbagai penyakit. Gemuk berarti rentan risiko jantung koroner, diabetes mellitus, kolesterol tinggi, sampai kanker. Tak heran jika tahun 2004 secara tegas WHO menetapkan kegemukan sebagai penyakit.
Si Baik dan si Jahat
Karena tidak hidup di jaman Monalisa, Anda tidak mau gemuk, dong? Pengaturan makan yang kurang baik, gaya hidup kurang gerak, dan faktor genetik diketahui merupakan penyebab kegemukan. Seseorang bisa menggemuk lantaran timbunan kelebihan kalori dalam tubuh yang disimpan dalam bentuk lemak. Simpanan lemak bisa ditemukan dalam darah dan jaringan lemak tubuh (jaringan adipose).
Pada kegemukan terjadi pembesaran jaringan adipose. Dulu, jaringan ini hanya diketahui sebagai tempat menyimpan kelebihan lemak. Namun dalam perkembangannya, diketahui jaringan ini juga mampu mensekresi protein. Di antara protein-protein yang disebut dengan adipositokin ini ada yang baik, contohnya adiponektin. Tapi ada yang jelek, misalnya TNF-Alpa, IL-6, resistin, dan lain-lain.
Nah, kini Anda sudah sedikit berkenalan dengan jaringan adipose. Mungkin, jaringan ini mirip-mirip Hulk, tokoh komik berbadan besar berwarna hijau. Dalam keadaan normal, Hulk adalah seorang ilmuwan yang baik hati. Jangan tanya bila ia dalam keadaan tertekan atau marah, raksasa hijau yang garanglah yang muncul. Begitulah jaringan adipose. Dalam keadan normal, jaringan adipose memberi beberapa manfaat bagi tubuh. Sebaliknya, dalam keadaan tak normal, aksi merusaklah yang akan muncul membahayakan tubuh Anda.
Ketidakseimbangan adipositokin dalam jaringan lemak memang dapat memberi efek buruk pada tubuh, terutama dinamakan sindrom metabolik. Berdasarkan riset, sindrom ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes mellitus, juga menimbulkan ketidaknormalan lain dalam tubuh, seperti resistensi insulin, hipertensi, perlemakan hati, kemandulan, atau kanker payudara. Apa efek adiponektin dan adipositokin lainnya bagi tubuh, saat ini masih terus diteliti.
Yang membahayakan, sindrom metabolik ini tidak menunjukkan gejala-gejala pada penderita kegemukan. Perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk menentukan apakah seseorang sudah terjangkit sindrom metabolik. Misalnya dengan tes obesitas abdominal (obesitas perut), tekanan darah, kadar trigliserida, kolesterol HDL, dan glukosa dalam darah.
Adiponektin, si protein baik
Seperti sisi baik Hulk sebagai ilmuwan, salah satu sisi baik jaringan lemak ada pada adiponektin atau si protein baik ini. Ditemukan pertama kali oleh Yuji Matsuzawa dari Osaka University pada tahun 1994. Penemuan Matsuzawa diikuti oleh para ahli lain dari berbagai negara, termasuk para ahli di Indonesia. Saat ini sudah ada lebih dari 30.000 papertentang adiponektin. Dan setiap tahun selalu ada temuan-temuan baru
Mengapa adiponektin dikatakan sebagai protein ‘baik’?
Pertama, adiponektin mengatur keseimbangan kadar gula dalam tubuh. Penelitian membuktikan bahwa adiponektin dapat meningkatkan kepekaan sel-sel tubuh terhadap aktivitas insulin yang berperan mengatur keseimbangan kadar gula (glukosa) di dalam tubuh. Pada kondisi normal, adiponektin akan menjaga keseimbangan glukosa darah. Caranya dengan menurunkan produksi glukosa di hati dan memaksimalkan penggunaan gula oleh organ-organ tubuh yang memerlukannya sebagai sumber energi. Konsentrasi adiponektin yang rendah berhubungan dengan resistensi insulin. Akibatnya, gula yang ada di dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel atau organ tubuh untuk digunakan sebagai energi. Keadaan ini memicu timbulnya penyakit diabetes atau kencing manis.
Kedua, adiponektin menekan timbulnya penyakit jantung koroner/stroke.
Adiponektin terbukti memiliki efek anti-aterogenik. Maksudnya, ia dapat menghambat pembentukan aterosklerosis yang merupakan penyebab penyakit jantung koroner/stroke. Aterosklerosis adalah penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah akibat penimbunan kolesterol sehingga di dinding terbentuk plak. Kadar adiponektin yang rendah berkaitan dengan kadar HDL (kolesterol baik) yang juga rendah dan menyebabkan terbentuknya LDL (kolesterol jahat) berukuran kecil atau small dense LDL (kolesterol jahat). Selain itu konsentrasi adiponektin yang rendah berkaitan dengan konsentrasi trigliserida yang tinggi dan meningkatkan peradangan pembuluh darah. Keduanya dapat memicu aterosklerosis.
Jadi, saat terjadi penurunan konsentrasi adiponektin, terjadilah berbagai gangguan tersebut. Dari masalah keseimbangan kadar gula darah yang mengakibatkan diabetes mellitus, gangguan metabolisme lemak, sampai memicu aterosklerosis, cikal bakal penyakit jantung koroner dan stroke.
Lalu bagaimana agar adiponektin dalam tubuh tak cenderung turun? Ya, apa boleh buat, jaringan lemaklah yang bertugas meningkatkan kadar adiponektin. Pada berbagai studi ditemukan bahwa kadar adiponektin tinggi terdapat pada individu yang kurus dan aktif berolahraga. Sedangkan pada individu yang gemuk dan tak pernah berolahraga, kadar adiponektinnya rendah. Satu-satunya jalan agar kadar adiponektin dalann tubuh tetap tinggi adalah mengurangi berat badan, melakukan olahraga, dan menjalankan pola makan sehat.
Konsentrasi adiponektin meningkat setelah terjadinya penurunan berat badan pada para individu yang gemuk. Saat ini sudah banyak beredar obat-obatan yang mengandung kadar adiponektin. Tetapi cara terbaik untuk meningkatkan adiponektin adalah menurunkan berat badan dan olahraga.
Bagaimana, sudah semakin akrab dengan adiponektin? Jadi makin tahu, dong, cara mengelolanya, yang ternyata tak jauh-jauh dari penerapan olahraga dan pola makan sehat, bukan?



Cewe gendut sih biasanya cakep pas masi balita2 gtu..cute!!
Oya,sebenarnya gendut bukan berarti jadi jelek jg sih..cuma akan terlihat lebih menyenangkan aja klo ngeliat cewe yg tubuhnya sehat..(red:bisa jaga keseimbangan metabolisme tubuhnya)
Hehe..^^
aku sendiri lebih seneg melihat perempaun yang bertubuh sedang(berisi) akan terlihat lebih cantik…seperti istri sekarang…berat badannya naik, tapi justru aku seneng melihatnya…
wah…sebaiknya sih yang sedang-sedang aja ya…
dada montong, pinggang langsing, pinggul berisi…
*balon kali
Monalisa bukan tipe wanita langsing bukan? Apa sebenarnya hal baik tentang lemak ?
I have not noticed that Monalisa is obese?
Obesity may bring health problem later on, beware!!!
guys ati2… ini ngomongin sehatnya bukan masalah cakep/jeleknya hehehe…
mo montoq tapi klo ternyata gak sehat kesian kan…
eh tapi tapi jangan salah yaa, yg kurus ternyata bisa kolesterol tinggi lho, jadi teteup ati2 ama makan
[...] kolesterol yang ada dalam satu gelas susu diketahui lebih rendah dibandingkan kolesterol dalam sepotong daging [...]
[...] tubuh, setiap kali kita membutuhkannya dalam kadar tertentu. Seperti makanan, deh, kalau kebanyakan lemak, gula atau karbo, akibatnya tubuh kita, kan, jadi gemuk dan nggak enak [...]
[...] lemak jenuh Dalam kondisi apapun, pengonsumsian lemak jenuh memang sebaiknya dibatasi hanya 7% dari total kebutuhan kalori per hari. Namun, dalam masa PMS ini [...]
[...] Makanan yang kaya lemak omega-3 dipercaya menurunkan risiko depresi dan bikin tubuh lebih sehat. Makanya pilih, dong, ikan laut seperti tuna, salmon, makarel, atau sardin, dibandingkan daging merah. Selain itu, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau gelap – misalnya bayam atau katuk – mengandung zat omega-3. Biasakan mengonsumsi makanan ‘berlemak’ ini minimal dua kali seminggu. [...]
[...] bilang lemak selalu jahat, bikin gemuk dan jelek? Ternyata, lemak juga bisa membuat awet [...]
eh yang kurus lah yang sebernaya cantik , yang gemuk tu yang tak cantik tau tak . tapi yang kurus sebernanya lebih cantik ,faham.
jangan suke kepada orang gemuk sebab mereka banyak lemak dan nampak tidak elok.yanng awajib nya kena pakai tudung.orang kurus ,die cantik ,comel dan jelita . jadi jangan percaya yang pmpuan gemuk itu kerana jka kamu percaya nak jadi gemuk ker nantii akan ade penyakit. jadi lah kurus supaya boleh sihat.
[...] daging, susu dan telur sebagai pengganti sel-sel tubuh yang rusak akibat penyakit. Jangan lupakan lemak juga, karena penting untuk pembentukan hormon dan [...]
[...] keadaan perut kosong lebih dari 12 jam, tubuh sudah menggunakan lemak sebagai sumber enerji, sehingga begitu dibawa olahraga aerobik, pembakarannya pun semakin [...]